Sinting!!! Sekarang meminta aku jadi pendamping pengantin wanitanya? Edan!!!! Kenapa gak sekalian jadi pengantin wanitanya aja?
Sudah enam bulan ini aku dekat dengan seorang pria, namanya Roy. Dia adalah pria yang menyenangkan, pria pertama yang mampu ’memaksa’ aku untuk bersikap dan berpikir lebih dewasa, dan yang terpenting, dia tau bagaimana cara membuatku tertawa. Jujur saja, aku sedikit ’tergerak’ dengan semua yang ada padanya, tak bisa ku pungkiri pula,kadang kala aku tersenyum jika sedang memikirkannya. Tapi kemaren siang, dia hampir saja membuatku ’terjatuh’ dari angan-anganku jika saja aku tak segera tersadar dan sukses mengontrol pikiranku kembali.
Percakapan by HP (14.00 WIB)
Roy : Tanggal berapa berangkat dari sana?
Aqu : Hmm, belum tau.
Roy : Rencananya?
Aqu : Yah, kalau gak tanggal 4, mungkin tanggal 5.
Roy : Oh, kl emang tanggal 5, jangan lupa ya datang ke pesta kita!
Aqu : Pesta? Kita? Maksutnya?
Roy : Iya, aku mau merid tanggal 5.
Aqu : Maksutnya? (* makin gak ngerti mode on)
Roy : Kamu kebanyakan becanda sih, jadi waktu lagi serius dianggap becanda juga.
Aqu : Apaan sih? Oke..oke.. sekarang serius. Siapa yang mau merid?
Roy : Aku.
Aqu : Sama???
Roy : Ya sama pacarkulah.
Aqu : Hah?? Ini serius?
Roy : Iya serius. Kamu gimana sih?
Aqu : (*terpelongo… jambak-jambak rambut sendiri, auuhh…sakit!!! )
Roy : Hello… masih ada orang kan?
Aqu : Hemmmm… (* nyubit lengan kiri, dddohhhh, sakit juga!!! )
Roy : Kok diam?
Aqu : Heh? Iya, masih disini kok. Ini serius? Gak lagi becanda kan?
Roy : Ya elah. Ya iyalah, serius!
GUBRAK!!!!!! Jadi.. jadi… dia mau merid?? Serius?? Trus…trus… selama 6 bulan ini aku dianggap apa? Ah, masih gak percaya!
Aqu : Emang dah berapa lama pacaran sama dia?
Roy : Dah lama lah..
Aqu : Berapa tahun?
Roy : Berapa ya? 5 tahun!
Aqu : Lima tahun? (* Buseeettt, kali ini garuk garuk kaki karna gatal…. :d )
Roy : Iya.
Aqu : Serius nih?
Roy : Hehehe, enggak kok. Satu setengah tahun.
Aqu : (* Menelan ludah, kok terasa sedikit pahit ya?)
Satu setengah tahun? Ya ampun, berarti selama dia dekat sama aku, ternyata statusnya pacar orang? Dan aku gak tau? Oh mai, oh mai.. Ini gak mungkin!
Roy : Ya sebenarnya sih dia yang pengen cepat-cepat merid, dia ngajakinnya taun depan.
Aqu : Trus?
Roy : Tapi aku belum siap.
Aqu : Oh, jadi yang tanggal 5 belum pasti?
Roy : Belum. Dia sih pengennya Januari, atau Juni, yang penting taun depan katanya.
Aqu : Oh…
Roy : Kenapa sih dari tadi au..au..oh aja?
Aqu : Ya wajar donk, kayak di sinetron-sinetron itu lho, jadi agak-agak kaget dengarnya.
Roy : Hahahaha…
Merid? Taun Depan? Januari? Arrghhhh…… kenapa jadi begini sih?
(*Berjalan ke arah cermin, ngeliat tampang bloon muncul disana, dan matanya melek. Oh, berarti aku gak sedang tidur! Kembali lagi ke tempat tidur.)
Roy : Sebenarnya ada masalah yang sampai saat ini belum terselesaikan. Gini loh, (********************************)
Aqu : Oh gitu, (************************)
Roy : Iya, makanya aku juga lagi bingung sekarang. Menurutmu aku dah pantas belum kl jadi pengantin?
Aqu : I don’t know.
Roy : Lho? Kok gitu?
Aqu : Ya iyalah. Kalau kau merasa pantas, maka memang pantas. Jika tidak, berarti gak pantas.
Roy : Menurutmu?
Aqu : still don’t know.
Gilak, gimana mungkin aku bilang PANTAS? Iya, kamu pantes banget kok jadi pengantin, suer deh, disambar gledek! Mana mungkin, sementara aku masih belum bisa meredakan nyeri yang terasa di kepala akibat pengakuanmu yang tiba-tiba ini. Damn!
Roy : Eh, ntar kamu mau gak jadi pendamping pengantin wanitanya?
Aqu : Maksut loe?
Roy : Iya, jadi pendamping pengantin wanitanya! Ntar aku yang nyampein ke dia.
Aqu : Maksut loe?
Roy : Iya, jadi nanti yang jadi pendamping prianya itu teman dekatku. Kenal kan?
Aqu : Hmmmm…..
Sinting!!! Sekarang meminta aku jadi pendamping pengantin wanitanya? Edan!!!! Kenapa gak sekalian jadi pengantin wanitanya aja?
Roy : Gimana? Mau kan?
Aqu : Enggak!
Roy : Kenapa?
Aqu : Gak mau aja.
Roy : Tapi kenapa ?
Aqu : Aku masih sangat muda, ntar malah jadi pengen nikah juga. Hahaha..
Roy : Kalau misalkan aku nikahnya 2 tahun lagi, pasti udah gak muda lagi donk.
Aqu : Ah, pokoknya gak mau!
Mau dua tahun lagi kek, mau tiga tahun lagi kek, mau kakek kakek, mau nenek nenek, pokoknya gak mau!
Aqu : Eh, udah dulu ya, ada telpon masuk nih, kayaknya urgent.
Roy : Iya. Tapi jangan kasih tau orang dulu ya tentang rencana merid ini. Masih rencana.
Aqu : Hmmm…
Roy : Kalau sampai ada yang tau, aku gak bakal percaya lagi nih sama kamu.
Aqu : Hmmm….
Roy : Janji dulu!
Aqu : Iya deh, janji!
Roy : Benar yah?
Aqu : Iya, benar!
Arrggggghhh…. Apa yang dapat ku tuliskan disini untuk mendeskripsikan apa yang kurasakan. Marah? Kesal? Merasa dipermainkan? Apa? Masih kurang pas rasanya.
Terbayang lagi saat-saat selama 6 bulan ini, ketika dia berlaku sangat manis, membuat nama panggilan special, bilang kangen? Najis! Apa maksud semua ini?
Panas, gerah, kepalaku rasanya gatal sekali. Ku putuskan untuk mandi saja, mengademkan semua isi kepala termasuk hati ini. Saat ku putar kran shower, terngiang lagi semua ucapannya, mau merid! Arghhh…. Jadi selama ini dia hanya mempermainkan aku? Ku sadari terasa sakit di dalam hati ini.
Apa yang dirasakan kekasihnya saat dia menghubungiku hampir setiap malam? Punya feeling-kah dia atas semua yang terjadi ini? Sakitkah yang dirasakannya selama 6 bulan ini? Entah mengapa aku merasa bersalah, dapat ku rasakan jika aku yang ada diposisinya. Maafkan aku, tetapi bukan salahku, kekasihmu yang tak jujur padaku.
Air dengan derasnya mengucur di atas kepalaku, ku harap perlahan mampu mengikis semua ingatan tentang dia. Pria ini sungguh menyebalkan, bagaimana dia bisa setega itu mempermain aku? Menjadikan ku ‘sweet disaster’ diantara mereka? Ku putar kran lebih kencang lagi, berharap leher pria itulah yang sedang ku gengam sekarang. Damn!
Masih tak bisa ku percaya apa yang ku dengar hari ini. Malam terasa sangat panjang karna memikirkan itu. Lalu ku putuskan mengirimkan SMS untuknya.
”Sejujurnya masih belum bisa ku percayai sepenuhnya tentang semua yang kau katakan hari ini. Gimana ya, gak bisa ku tuliskan dengan kata-kata semua hal yang ada di pikiranku sekarang. Tapi satu hal yang ku sayangkan, kenapa kamu gak jujur dari awal dan baru bilang sekarang? ’Seandainya’ aku menyukaimu, maka pantaskah jika ku katakan bahwa kau telah mempermainkan aku? Hahaha, tolol sekali rasanya! Tapi anggap sajalah itu semua sebagai ’intermezo’, karena kita berteman kan? Makasih sudah berbagi cerita hari ini, semoga ada jalan keluar untuk masalahmu.”
Send!!!
Teringat lagi kata-kata seseorang ”Cewek keren pantang menangis!”. Maka itu tidak ku lakukan.
Aku marah, tapi tak dapat ku sampaikan padanya.
Aku ingin menangis, tapi aku tak sudi.
Jadi harus ku biarkan saja semua ini berlalu seiring berlalu waktunya waktu.
Rasa-rasanya aku harus menata hatiku lebih kuat lagi, agar para pria tak bertanggung jawab itu tak bisa memasuki hatiku. Cewek keren pantang menangis!
====================
PS : Dedicated to My Sister, Juli Munthe “juthe”.
Oi sister, gak tau mau buat cerita apa tentangmu, jadi ini aja yah? hehehe… Luv yu sister, moga sukses selalu yaks!!!
