Mengapa wanita butuh pujian? Ada yang tau? Ada yang bisa jelasin ke saya? Ada? Anyone? Sebenarnya sih gampang banget jawabannya, ya karena wanita memang selalu ingin dipuji. Tidak satupun wanita di dunia ini ingin diejek atau dihina, ya kalaupun mereka menunjukkan ekspresi seolah tidak suka atau seolah biasa aja, itu hanya ‘skenario’ saja, padahal di dalam hatinya, dia pasti sedang merasa senang dan melayang.
Wanita suka dibilang ‘kamu cantik’ meski sebenarnya dia hanya sedang mengenakan pakaian yang biasa saja. Wanita suka dibilang ‘badanmu tidak gemuk’ meski sebenarnya kamu menyadari pakaiannya terlihat lebih kecil saat ini. Itulah wanita, dengan sejuta ke-misteriusan-nya.
Pujilah wanitamu dengan segala ketulusanmu!
Kamu, para pria, tidak sedang saya minta untuk berbohong, hanya mengubah kalimat yang akan menyakitinya saja kok. Misalnya ya, kamu tau dia kelihatan lebih gemuk, jangan katakan “KAMU GEMUK BANGET SIH!“. Percaya padaku, itu bisa memberikan dampak buruk pada psikologis wanita. Katakan saja “Badanmu sudah bagus sayang, tapi kayaknya kita perlu olah raga nih biar kelihatan makin OKE lagi“. Jika si wanita biasanya hanya berlari satu keliling lapangan, kali ini dia pasti akan berlari tiga keliling karena mendengar omonganmu.
Eniwei, pasti ga ada yang tau kenapa aku menulis dengan judul seperti di atas. Itu karena aku gak pernah dipuji oleh pacarku, hubungan kami minus dengan pujian. Tapi itulah dia, yang dengan besar hati bersedia ku terima segala ketidakbisaannya memujiku.
Dia selalu bilang “Bunnnnn….bunnnnn…..B.U.N.C.I.T“. Awalnya aku pura-pura ga dengar, tapi lama-lama saya heeemooosiii juga. Lalu apa kalian berpikir aku berusaha mengurangi porsi makanku? Ooooouuu cencu cidak, malah saya semakin ngeyel! Saat weekend *cuma bisa ketemu weekend ceritanya*, saya selalu minta makan yang enak-enak, dari segala daging, es krim, coklat dan makanan berlemak lainnya. Lalu saya makan dengan lahapnya di depannya tanpa merasa bersalah sedikitpun pada badan saya, dan mulutnya hanya menganga lebar melihat saya, lalu tertawa.
Katanya “Aduh perutmu sayang….”. Aku cuma memasang gaya gigi tukul, gigi boneng sambil bilang “Kenapa? masalah buat loe? salah gue? salah makanan gue? BUNCIT is SEXY beibeh”, dan pastinya saya dijitak setelah itu. Hahahaha.
Kesal sih dikatain Buncit sama dia, jadi kalau malam dia nelpon dan nanya ‘udah makan?’, kadang aku bilang ‘belum, aku lagi DIET biar ga dikatain buncit lagi”, dia pasti ngakak dan berdalih “enggak kok,enggak…”
*kena tipu deh kamu*
Belakangan ini mungkin karna saya keseringan bilang ga makan malam, DIET dan lain-lain *padahal makan ayam bakar, sate atau udang sambal* dia jadi sedikit merasa bersalah. *semoga*. Jadi dia cuma bilang, “sit-up bisa lho ngurangin lemak diperut, sini ku bantu”. Apa yang terjadi? Oh ya tentu saja aku dengan semangat melakukannya, one..two…three…. Hahahaha…
Begitulah kira-kira efek yang bisa didapatkan kalau salah kurang tepat menggunakan kata-kata. So, buat kamu para pria, gunakanlah kata yang tepat untuk memuji dan menunjukkan kekurangan pasanganmu.
Please be nice to your lady
#kreatif banget hari ini ya, sampe 3 postingan. Yak, saya sedang menunggu sang pacar yang meeting mendadak sore ini, jadi daripada bosan mari berposting ria