Pertama kali kita bertemu bertahun-tahun yang lalu,
Itu bukanlah ketidaksengajaan
Tapi kesepakatan.
Rasa bahagia, rindu dan ketertarikan yang ada,
Itu bukanlah kesengajaan
Tapi timbul dengan sendirinya.
Tawa, canda, kesal dan amarah yang melanda,
Itu bukanlah rekayasa
Tapi ekspresi dari apa yang ku rasa.
Seiring berjalannya waktu,
Ku sadari aku mulai terbiasa denganmu
Dengan semua aktifitasmu, smsmu dan telepon dari mu
Semua tentangmu adalah indah buatku.
Tapi aku pun sadar,
Kau tak sendiri, ada dirinya diantara kau dan aku.
Bukan…bukan begitu..
Tapi akulah yang hadir diantara kau dan dirinya.
Aku tak mau dipersalahkan
Meski aku tau aku memang salah
Tapi inilah cinta
Yang tak pernah dapat kita duga.
Love, aku mencintaimu.
Aku menginginkanmu.
Aku ingin selalu ada disisimu
Aku pun ingin kau yang menemaniku
Selamanya…..selamanya, Love
Bukan dalam waktu yang sangat sebentar
Bukan juga dengan sembunyi-sembunyi darinya.
Tapi aku juga tau,
Meski kau bahagia saat bersamaku
Kau tak henti memikirkannya
Karna aku pun begitu
Aku sibuk menerka apa yang akan dirasakannya
Apa yang ada dipikirannya.
Sekali waktu aku ingin menjadi orang yang egois
Aku ingin memilikimu seutuhnya, tanpa mau tau perasaannya.
Meski berkali ku coba, tapi tetap ku tak bisa
Karna ternyata aku pun wanita, sama seperti dirinya.
Aku tau hubungan kita tak bisa kita teruskan
Bukan karna aku tak mencintaimu
Bukan pula tak lagi menginginkanmu
Tapi karna aku tau, hatimu tak lepas dari dekap kasihnya.
Lupakanlah aku,
Kembalilah ke sisinya.
Dan biarkan aku disini, menikmati luka hati yang ku ciptakan sendiri.
Love, aku mencintaimu.
Tapi maaf, aku tak bisa bersamamu.
Matamu butakan hatiku
Senyummu menggoda jiwaku
Aku menyerah…
Suaramu terus memanggilku
Wajahmu ada dimimpiku
Aku menyerah…
Malaikat disampingku
Mengingatkan tinggalkan dirimu
Setanpun disampingku
Menyuruhku untuk bersamamu
Ku cinta kau
Ku cinta kau
Tapi kau tlah ada yang memiliki
Ku tak bisa
Ku tak bisa
Ku tak bisa
Tinggalkanmu ataupun bersamamu
Cintaku berat padamu
[Judika - Malaikat]











banditâ„¢perantau
June 11, 2010 at 5:17 pm
menyerah terhadap apa ini ito?
hasian cinduth
June 11, 2010 at 6:01 pm
hahah, tadi belum komplete postingannya waktu ito kasih comment kan?
ya udah, dibassa ulang aja ya to
aPpLe
June 11, 2010 at 5:21 pm
semangat bu…hehehe…
aPpLe
June 11, 2010 at 5:34 pm
jangan menyerah…jangan menyerah…jangan menyerah…haaa..haaa…syukurin apa yg ada…hidup adalah anugerah..
*kok jadi nyanyi aku?? hati2 pecahlah telinga mu yahh…hahahahaha
hasian cinduth
June 11, 2010 at 6:02 pm
iya nih, kok kayak ada suara baskom jatuh ya?
wakakaka…..
preng..preng..preng…
*kaborrrrrrrrrrrrrrrr
depz
June 11, 2010 at 5:26 pm
u dont have to
hasian cinduth
June 11, 2010 at 6:02 pm
masa sih?
kakve-santi
June 11, 2010 at 9:45 pm
nikmat euy sajaknya
hasian cinduth
June 14, 2010 at 10:05 am
makasih kakve
fanny
June 11, 2010 at 10:38 pm
met malam….
hasian cinduth
June 14, 2010 at 10:07 am
selamat pagi mbak fanny…
(*maap, bacanya udah pagi sih…)
fall
January 18, 2011 at 11:57 pm
sama seperti yang saya rasakan kmarin..
saat bertemu semua keegoan muncul
namun setelah duduk sendiri dan terdiam akan selalu sadar.
walaupun dia rela meningglkn itu semua
nmun aku tetap tak sanggup bila hal itu yang terjadi padaku.
*kka keren ni *aku menyerah*
let me here, enjoy the pain which I invented myself