Because I'm special

Aku Kesal

Aku kesal !!!!
Kesal tingkat tinggi
Kesal sampe wajahku memerah
Kesal sampe kepalaku pusing
Kesal sampe badanku terasa panas

Aku kesal !!!!
bukan karna ingin bersungut-sungut
bukan pula ingin menuntut

Aku kesal !!!!
Selama ini disuruh ini itu semua ku lakukan sebaik mungkin
Aku ga berusaha memberontak apalagi protes
Tapi kali ini aku benar-benar ga bisa tolerir, aku kesal.

Aku kesal !!!!
Aku memang hanya seorang bawahan disini
Tapi apa salahnya ketika ingin melimpahkan kerjaan orang lain ke aku, pake kata sambutan atau prakata dulu?
Tanpa tedeng aling-aling, brek..brek..brek… setumpuk kerjaan langsung dipindah tugaskan ke aku!

Aku kesal !!!!
Bisa ga sih bilang dulu?
Bisa ga sih tanya dulu aku bisa apa enggak?
Bisa ga sihhhhhh????

:-( :-(

hiks, hiks, hiks…..

10 Comments »

Surat protes sang kekasih

Dear gadisku,

Apa kabar sayang? Ku harap kamu baik-baik saja disana, dan aku berdoa semoga kemarahanmu sudah reda bersamaan dengan datangnya pagi.

Sayang, sekali lagi aku minta maaf jika apa yang ku katakan padamu kau anggap sebagai suatu protes yang berlebihan. Kamu boleh bilang aku kampungan, ga tau trend masa kini, ga ngerti gaya hidup anak muda, terserah…tapi aku hanya ingin kamu memahami satu hal, semua protesku itu hanyalah ungkapan kekhawatiranku tentangmu.

Bagaimana aku tidak khawatir jika kamu pulang ke rumah jam satu pagi?
’abis karokean dengan teman-teman’, begitu katamu.
Oke oke, aku ngerti, kamu memang butuh waktu dengan semua teman-temanmu.
Tapi aku hanya khawatir, kamu pulang dengan siapa, naik apa, dan aku khawatir dengan kesehatanmu, karna kamu sering bilang pusing kalau abis bergadang begitu.
Jangan bilang aku over-protected, jangan!
Aku hanya khawatir dengan keselamatanmu kalau pulang sampai dini hari.

Lalu kamu bilang maen bowling!
Baik, mungkin aku sedikit berlebihan tentang ini.
Aku tau kamu hanya sekedar menghabiskan waktu dengan teman-temanmu, tapi tidak adakah tempat lain yang lebih ’asyik’ untuk dijadikan tempat bersenang-senang dengan temanmu?
Aku tau kamu bukan cewek yang rutin keluar-masuk salon, bukan seperti itu juga yang ku maksud, tapi carilah cara lain yang lebih baik untuk menghabiskan waktu di akhir pekanmu. Bagaimana dengan belajar memasak?

Tapi, aku sangat sangat dan sangat tidak suka ketika kamu bilang sedang main bilyard.
Maaf, untuk hal ini aku benar-benar tidak setuju.
’Tapi bilyard itu kan olah raga’, begitu protesmu.
’Aku juga ga makan dan ga minum apapun disana, cuma maen bilayar doang’, lanjutmu.
Benar sayang, bilyard itu memang bisa dibilang olah raga. Tapi kalau cewek main bilyard, kesannya itu gimana yah, ga baguslah pokoknya.
Aku harap ini yang terakhir kalinya kamu pergi ke tempat begitu, itupun jika kamu masih mau mendengar permohonanku.
Aku ga mau ketulusanmu dalam bergaul disalah-artikan oleh teman-temanmu.
Aku hanya khawatir denganmu, hanya ga mau kamu sampai terikut-ikut dengan hal negatif.
Jadi please, dengarkan aku untuk hal ini.

Untuk saat ini aku memang hanya bisa protes untuk semua hal yang tidak ku setujui tentang caramu menghabiskan waktu.
Bukan karna aku tidak mengerti apa maumu, bukan pula karna aku kampungan dan ga gaul, tapi terlebih karna aku khawatir dan takut sesuatu yang tidak baik terjadi pada dirimu.
Seandainya aku berdekatan denganmu, mungkin aku bisa menemanimu melakukan semua hal yang kau sebut ’trend’ itu, tapi sungguh sangat menyesal ku katakan, saat ini aku harus terpisah denganmu.

Jaga diri baik-baik disana yah, dan tetaplah jadi gadisku yang manis seperti dulu.

Dari aku,

yang sangat mencintaimu.


——————— 00000 ———————

Kekasihku tersayang,

Terimakasih buat semua protesmu. Meski aku harus jujur, aku masih tidak suka dengan apa yang kau ucapkan tadi malam.

Aku tidak pernah bermaksud mengataimu kampungan, ga gaul dan ga nge-trend. Tapi bisakah kau memandang semua yang ku lakukan itu dari sundut pandangku?

Aku dan teman-temanku memang pulang jam satu pagi.
Tapi kami hanya karokean, hanya bersenang-senang, dan sekedar melepaskan ’kegilaan’ yang memang sudah ada sejak dulu, bahkan sejak sebelum aku mengenalmu.
Kami hanya ’sedikit’ bersenang-senang, tanpa alkohol, tanpa rokok dan tanpa obat-obatan.
Kami hanya bernyanyi.

Dan aku tidak suka caramu menyindirku ketika ku katakan aku baru pulang maen bowling.
Apa sih yang salah dengan itu?
Hanya melemparkan sebuah bola saja, dan kalau beruntung, aku bisa melakukan strike.
Hanya itu saja.
Kami hanya ’sedikit’ bersenang-senang, tanpa alkohol, tanpa rokok dan tanpa obat-obatan.

Dan ketika kamu marah ketika ku katakan main bilyard, aku bisa mengerti.
Di mata orang-orang, mungkin bilyard itu suatu permainan yang dipandang ‘negatif’.
Tapi aku hanya sekedar main saja, memukul bola dengan stick, dan kalau berhasil, aku bisa memasukkan bola-bola kecil itu ke dalam lubang.
’Iya, awalnya cuma maen dong, abis itu ngerokok, abis itu minum, iya?’ begitu katamu.
Aku marah.
Apakah aku mungkin melakukan hal itu setelah sekian lama kamu mengenalku?
Aku tidak mungkin melakukan hal-hal sejauh itu.
’Aku juga ga makan dan ga minum apapun disana, cuma maen bilayar doang’ , aku berusaha membela diri, namun jawabmu , ’awalnya begitu, lalu? ’
Arghhhhh…..
Aku tidak suka kalau kamu tidak mempercayaiku.
Aku hanya ’sedikit’ bersenang-senang, tanpa alkohol, tanpa rokok dan tanpa obat-obatan.

Baiklah, untuk main bilyard akan ku pertimbangkan lagi, meski sebenarnya aku suka akan ’rasa senang’ yang ku rasakan kalau aku bisa memasukkan bola-bola itu.

Meski kau sangat berarti untukku, tapi teman-temanku juga sangat berharga dalam hidupku.
Aku suka bersenang-senang dengan mereka.
Aku suka menghabiskan waktu dengan mereka.
Aku suka saat tertawa bersama mereka.
Aku suka melakukan banyak hal dengan mereka.
” tanpa alkohol, tanpa rokok dan tanpa obat-obatan”.

Ku harap kau bisa mempercayaiku. Aku masih gadismu yang dulu, hanya saja sekarang ini aku tau caranya main bowling dan main bilyard. Cepatlah kembali dari tempat yang jauh disana, agar aku pun dapat menghabiskan waktu bersamamu.

Dari Gadismu,

yang sangat merindukanmu.

|
|
|
|

–><–
hanya ingin mengatakan pada seseorang,
'biarkan aku menikmati hidupku dengan caraku'
” tanpa alkohol, tanpa rokok dan tanpa obat-obatan”.

26 Comments »

Namanya George…

Namanya George.
Usianya masih LIMA tahun, tapi cara berpikirnya bisa membuat aku merasa dialah pria dewasa berumur 25 tahun, dan aku hanya seorang bocah.

George,
saat ini tinggal seatap denganku.
Dia, mama dan ayahnya tinggal di lantai satu, dan aku tinggal di lantai dua di sebuah rumah kostan di Jakarta.
Mamanya satu suku denganku, sama-sama boru Siregar pula, jadi resmilah George memanggilku tante, dan dengan kerennya disulap jadi ‘aunty’.

George,
biasanya ku panggil ‘abang Jo’.

Dia yang selalu nemenin aku di kostan kalau aku lagi ga kemana-mana.
Dia yang selalu ngetuk-ngetuk pintu kamarku di hari Sabtu sambil teriak , ’Aunty, udah makan belum?Ni makanannya’.
(*dan pastinya dengan secepat kilat ku sambar makanan yang dibawanya,hahaha..)

Dia yang selalu marah-marah kalau aku lama bukain pintu karna lagi asik mandi ’Aunty lama banget sih mandinya? Cepetan aunty, abang Jo mau nonton nih.’
(*dan pastinya ku teriakin balik, ’Iya baweeeellll, bentaaaaarrrrrr!!!!!!’ )

Dia yang selalu bolak-balik ke lantai dua setiap pulang sekolah. Ngapain? Ya ngapain lagi kalau bukan ngeliat aku dah pulang apa belum. Dan dengan bawelnya dia akan selalu bertanya sama mamanya ’Mama, ini udah jam berapa sih? Kok aunty belum pulang?
(*ya iyalah bang, kan masih jam 10 pagi, aunty pulang jam 5 sore sayang, hahaha)

Dia yang selalu berusaha melawan kalau dilarang.
’abang jangan, itu kan kotor..’
’ihhh, aunty apaan sih. Biarin aja.’
’abang nih ya, ngelawan terus kalau aunty bilangin.’
’orang ga kotor kok. Liat nih, liat…ga kotor kan?’
’udah ah, aunty malas kalau abang ga bisa dibilangin. Aunty pergi nih ya.’
Dan jadilah dia beccut bin kesal kalau ku ancam akan pergi. :-)

Dan bocah ini yang paling rajin ngeliat siapa yang keluar-masuk pintu gerbang.
Jadi jangan heran, kalau begitu buka pintu, dia langsung lari dan teriak
Aunty dah pulang? Kok lama banget sih pulangnya?
Huhuhu, dasar cerewet!

Bocah kecil ini, walau masih duduk di kursi TK kecil, tapi dia sudah mengerti apa arti cemburu.
Pasti kalian ga akan nyangka, kalau bocah ini paling sebel setengah mampus kalau ngeliat aku jalan sama cowok.
Jadi kalau ada teman cowok yang datang ke kostan, udah..siap-siap aja disinisin sama dia, atau bahkan di omelin.

Pernah suatu kali, ada seorang teman yang datang ke kostan. Dia datang bukan untuk main-main, tapi memang karna ada suatu barang yang harus diantarkannya ketempatku.
Dan dengan tiba-tiba, si George nongol di depan pintu pagar
Aq : ‘hallo abang….’
Jo : *sinis melihat temanku
Aq : ‘abang kok gitu sih. Sini dong kenalin sama temannya aunty.’
Jo : *prangggggggg. (Dia membanting pintu pagar)
Aq : (Mampoosss, dah ngambek lagi deh si kribo.)

Setelah urusan selesai, temanku ijin mau pulang, dan si George denger suaraku, dan dia berlari kencang ke dekat pagar.
Jo : bertanya dengan nada marah ,’Aunty mau kemana?’
Aq : gak kemana-mana kok bang.
Jo : Aunty tuh yah, pergi mulu…pergi mulu…
Aq : Aunty ga pergi bang, liat aja…masa aunty pergi pake baju tidur?
Jo : Aunty boohonng!!!!
Aq : Ya udah, kalau ga percaya sini ikut aunty. Aunty cuma mo antar teman aunty aja.
Temenku : George, aunty-nya aku bawa pergi ya.
Aq : Husssh, jangan bilang gitu, nanti dia makin marah.
Temenku : Gapapa, aku pengen liat dia marah. George mau ikut ga?
Jo : Enggak, pergi aja sono!
Aq : Abang jangan marah-marah terus dong, aunty kan pusing bang jadinya.
Jo : Aunty baduuuuuuunggggggggggggggg, kerjanya pacaran melulu-pacaran melulu!!!

Dan Praaaaaangggggggggggggggg!!!
Terdengar suara kaca pecah.
Aku spontan berlari kearahnya, berusaha menahan motor yang hampir menindih tubuh mungilnya, meski naas kaca jendela terlanjur pecah kena stang motor.

Aq : (*teriak )Kakak, tolongin dong…
Kakak : ya ampuuuunnnnnnnnn… (*tergopoh-gopoh berlari melihat aku yang hampir ga bisa jaga keseimbangan untuk menahan motor.)
Aq : Haduh…haduh…buruan kak.
Kakak : Abang Jo kenapa sihhhhh? Kok pake jatuhin motor?
Jo : Gara-gara aunty nih!!!
Aq : Lho, kok jadi aunty sih yang disalahin bang?
Kakak : Udah, abang Jo masuk. Berdiri di pojok!
Jo : (*menangis) Aunty baduuungggg!!!

Hahaha, kecil-kecil udah ngerti marah. Dasar abang Joooooo!!!

Tapi ada satu kata-katanya yang sampe sekarang selalu buat kami ketawa.
George pernah bilang gini,

’Mama… abang Jo pengen punya pacar banyak juga dong, biar kayak aunty Joice.’

Gubrrrraaaakssssss!!!!
Wakakakak…
Fitnnnnaaaahhhhh!!
Pencemaran nama baik!!!
Abang Jooooooooooo!!!!!!!!
Abang merusak pasaran aunty aja!!!
Hiks…hiks…hiks….

Tapi meski cemburuan, dia itu sebenarnya sangat perhatian. So sweet banget, kayak kemaren malam :
Kakak (mama-nya George ) : tok..tok..tok!! Joice udah tidur belum?
Aq : belum kak, kenapa?
Kakak : nih, ada titipan dari anakmu.
Aq : Anakku?
Kakak : Iya, nih si Kribo.

Dan kakak menyodorkan sebungkus bakso untukku.

Aq : wah, kakak abis makan bakso yah? Makasih.
Kakak : iya, trus abang Jo bilang ’Mama, bungkusin baksonya buat aunty donk. Abang Jo kan sayang sama aunty.’
Aq : Waaaahhhhh, terharuuu. Makasih abang Jo. So sweet banget sih.
Jo : Aunty sayang abang Jo gak?
Aq : Ya sayanglah. (*then kiss him)
Kakak : Nih, gua jadi bingung. Yang emaknya siapa sih? Kok kayaknya Joice yang lebih disayang?

Hahahaha…

Dear abang Jo,
Aunty sayaaaaaannnnngggg banget sama abang Jo.
Makasih ya sayang selama satu setengah tahun ini sudah jadi teman dan partner-nya aunty.
Meskipun abang sering bandel kalau aunty larang, meskipun abang selalu marah-marah kalau aunty pergi, meskipun abang selalu sinis sama teman-teman cowok aunty, ga papa bang…itu karna abang sayang aunty kan?

Tapiiiii bangggggg, itu semua bukan pacar aunty, abang jangan buat pasaran turun yah bang, ntar ga jadi deh abang dapat ‘uda’.
Hahaha….

Ai Lope you pull deh bang…….. muahhhh…muah…muahhhh….

Abang Jo

Abang Jo

Aunty en abang Jo

Aunty en abang Jo

16 Comments »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 110 other followers