L.O.V.E is getting harder…
(Malam minggu, di sebuah cafe)
“Hmmm, jadi kamu adalah wanita yang sering diceritakan olehnya?”
“Dan kamu adalah kekasihnya?”
“Ya,benar. Tapi kamu tak seperti yang ku bayangkan sebelumnya.”
“Memangnya seperti apa aku dalam bayanganmu?”
”Tak perlu ku katakan padamu, yang pasti kau memang cukup menarik untuk dijadikan ’something’”
”Maksudmu?”
”Yah, ku akui kamu cantik, masih muda pula. Tapi satu hal yang perlu kamu ketahui, dia mencintaiku!”
”Oh ya, sepertinya kamu cukup yakin akan hal itu.”
”Tentu, karna hubunganku dengannya sudah cukup lama. Dan aku yakin dia akan memilihku sebagai pendampingnya.”
”Hahaha, tak bisa ku salahkan jika kau berpikiran begitu. Tapi yakinkah kau saat dia memelukmu, kamulah yang ada dipikirannya? Bukan aku?”
”Kamu…”
”Mungkin takkan bisa ku nikmati mentari di wajahnya, karna kau adalah sang matahari. Tapi aku adalah sang bulan yang akan mendekap kerinduannya di kala malam tiba.”
”Kamu…”
”Aku tau dia mencintaiku!”
”Melebihi cintanya padaku?”
******
Beberapa menit kemudian, seorang pria berwajah ganteng dan berpakaian santai duduk di seberangku, tepat disamping wanita itu.
”Hei…kalian berdua kok pada bengong gitu sih?”, tanya-nya heran
”Heh?”. Aku kaget.
”Udah gitu, saling melotot lagi… Aneh banget.”
”Oh enggak, mungkin terbawa suasana aja kali.” Aku berusaha menyembunyikan kebingunganku.
”Iya nih, apalagi diluar lagi hujan deras, jadi makin mendukung deh suasananya buat bengong. Hehehe…”, wanita diseberangku itu mencoba mencairkan suasana.
”Idih, kalian berdua aneh banget.”, kata pria itu lagi.
Sesaat aku terdiam, kenapa katanya kami saling diam dan melotot?
Lalu…percakapan siapa itu tadi?
Aku yakin sekali kalau itu antara aku dan wanita itu.
”Tuh kan, bengong lagi…Ada apa sih?”, si pria mulai terheran-heran
”Oh, ga papa kok.”
”Ya udah deh. Kalau gitu kami berdua balik dulu yah, takut ujannya makin deras.”
”Oke deh..hati-hati dijalan yah.”
”Siipp…”
Ku pandangi mereka berdua dari arah yang berlawanan.
Ada rasa cemburu yang terselip.
Kenapa harus begini? Padahal aku yang menginginkan pertemuan ini. Bukan untuk membandingkan wanita itu dengan diriku sendiri, tapi hanya ingin membuktikan bahwa aku tak berniat menyembunyikan apapun darinya.
Awalnya aku berpikir kalau aku tak memiliki perasaan apapun terhadap pria itu.
Ku pikir aku dan dia hanya teman biasa.
Tapi setelah bertemu dengan kekasihnya, aku jadi sadar kalau aku sebenarnya menginginkannya.
Ada rasa tak rela melihat mereka berdua bersama.
”Aku dah nyampe nih di rumah. Kamu lagi ngapain? ”
Ku baca lagi isi pesan itu, tak sanggup untuk membalasnya karna di kepalaku hanya ada bayangan wanita itu. Sumpah, aku sedang cemburu…
Ku pejamkan mataku dan ku peluk erat guling kesayanganku…
Aku tak sanggup mengatakan padanya kalau aku sedang cemburu..
Aku tak bisa berkata kalau aku tak ingin dia bersama wanita itu..
Meski ku ingin semua orang tau bahwa aku sedang terluka..
Meski ku ingin semua orang mengerti perasaanku…
Meski ku ingin berteriak semampuku…
Tapi di tengah derasnya hujan yang melanda, aku hanya mampu berkata lirih dalam hatiku, ”J.A.K.A.R.T.A, hatiku sakit sekali… ”








