Because I'm special

Aku memang G-I-L-A-K, ‘dikit’!!

Peringatan dini : Postingan ini hanyalah sebuah cerocosan gak penting dari seseorang yang sering disebut GILAK. Kwakwakwa, siapa lagi kalau bukan aku?

G-I-L-A-K.

Lima huruf ini sudah sering kali diucapkan oleh teman-temanku untukku, baik secara langsung maupun dibelakangku (*hahaha, hayo ngaku, siapa tuh yang suka maen belakang?). Tapi gak masalah, karna aku memang ‘sedikit’ gilak.


*Heh? Gilak benaran maksudnya?

PLAKKK!!! Ya enggaklah, itu cuma kata-kata spontan yang terucap dari teman-teman kalau mereka dah gak bisa lagi ngeladenin kata-kata gilaku, termasuk imaginasi konyol yang sering kali membuat mereka terbahak-bahak. Hahaha….

*Emang gak marah kalau dikatain gilak?

Ya enggaklah, aku malah ketawa-ketawa, karna aku yakin dan sumpah kalau itu cuma sebatas bibir aja. Aku juga yakin kalau di dalam hati mereka, aku ini adalah seorang cewek humoris yang gak pernah serius, cantik, baik hati, manis, imut, cute, narsis dan asyik di ajak gilak-gilakan.

*dipentung massa!!!

Awww, sakit tau….. Ga bisa banget sih liat orang senang? Kalau bukan aku sendiri, siapa lagi yang memuji aku segitu-gitunya? Hahaha…jadi santai aja men.. (*kata ketua geng CUNGKRING)

Aku gak begitu ’srek’ dengan sesuatu yang romantis (*tapi kalau ada yang ngajak marjetor bareng, gapapa deh…kayaknya romantis-romatisan gaya baru tuh, as doneng said.. hihihi…).

Aku lebih suka sesuatu yang fun. Dengan pacarku, aku lebih suka tendang-tendangan pelan (*kalau kuat, ntar aku bisa melayang.. :d ) atau jambak-jambakan, kalau perlu cakar-cakaran daripada peluk-pelukan gak jelas seperti yang banyak ditunjukin anak muda jaman sekarang di depan umum. Tapi kalau lagi kumat manjanya, siap-siap aja ku suruh megang-megang kepalaku sampe aku tidur. Hehehe..

*Ah, dasar gak jelas..kalau fun ya fun aja, gak usah pake pegang-pegang kepala segala.

Lho..kenapa men? Situ kok protes? Suka-suka gue donk… Hahaha…. Kan tadi ku bilang lebih suka, bukan berarti anti romantisme.

Next, kalau ada yang ngirim sms, jangan sok-sok manis yah, dijamin bakal lama dibalas. Kenapa? Karna aku perlu waktu lebih lama untuk mencerna setiap kata manis.
Mending gini aja ”Woi begu (*read : setan), ngakak-ngakak aku setengah mati baca komen kita itu.”
Ya, aku lebih suka yang begitu, menunjukkan si pengirim itu ngerasa dekat sama aku, tapi jangan heran juga kalau balasan yang datang isinya ”Kok gak mati aja sekalian, ntar kabar-kabarin ya kapan pemakamannya.”
Kwakwkwa…gak kok, gak segitunya kaleee…… :-) :-)

Oh ya, kamu panggil aku apa? Do you call me with my real name, Joice?
Kalau iya, berarti kamu cuma sekedar teman aja buatku, karna aku juga gak akan memanggil nama yang sebenarnya untuk orang-orang yang ku sayangi.

Mau contoh?
-Aku adalah ‘zao gedong’-nya si awok, pempok, piteng dan ophe.
-Aku adalah ‘inang’-nya si ‘amang’ (*wah, gak ada icon kedip-kedip gitu ya? )
-Aku adalah ‘ito tape’-nya si ‘ito lappet
-Aku adalah ‘adek gilak’-nya si ’abang bobang
-Aku adalah ‘My CLS’-nya si ‘kakak tua gilak’
-Aku adalah ‘bodat’-nya si ‘monyet’.
-dll

Hahaha, ya, setiap orang punya panggilan yang berbeda untukQu. I like the way they call me (*benar gak sih englishnya? ). So, jika sampe sekarang kamu masih panggil aku dengan nama asliQu, silakan cari nama panggilan antara kita…caranya? Ketik REG [SPASI] GILAK , kirim ke RSJ. Hahahaha….

Aduh, aduh… dah ngawur kemana-mana nih. Intinya, gak papa kok kalau kalian bilang aku gilak, I like it… tau gak kenapa? Karna kegilak-an ku itulah yang membuat kita masih berteman sampai sekarang, membuat aku menjadi sahabat yang disayangi, membuat aku menjadi adek yang slalu pengen dipentung, menjadi sister yang dicari dikala hati gundah dan menjadi ‘musuh’ buat orang yang selalu ku ganggu. Hahaha….

My people, I love u all. Maklumilah aku jika aku sedikit gilak ya, karna dunia ini rasanya sepi dengan orang-orang yang terlampau serius. Hehehe…. And for my partner in Crazy (*awok, tiwie, tanty, pemo, pokoknya semua yang ketawa-nya menggelegar dan sanggup memekakkan telinga), YOU ROCK GUYS!! (*artinya apa yah? hahaha)

*Ditulis dikala hatiku sedang gundah karena sesuatu hal…
*Sedang gundah aja bisa gilak, apalagi kalau lagi waras ya? Hah? Emang pernah waras?
Hehehe…

20 Comments »

So hard to say goodbye to you, Pa….

And I know a man ain’t supposed to cry…
It’s taken all the strength in my soul to say goodbye

Rumah ini rasanya sepi sekali tanpa papa, sama halnya dengan hatiku yang terasa kosong tanpa sosoknya yang sangat ku kagumi. Aku tak pernah menyangka papa akan meninggalkan kami semua begitu cepatnya, padahal aku masih belum memenuhi keinginanku untuk membahagiakannya kelak di masa tuanya.

Ku buka pintu kamar papa pelan,rasa ragu mulai menghampiriku.
Aku takut tak sanggup menahan air mataku..
Aku takut kesedihanku ini kian larut..
Aku takut mama mendengar suara tangisku yang akan membuatnya semakin menangis juga..
Aku takut….

Tapi kerinduan yang sangat dalam pada papa tak dapat ku bendung lagi.
Ku ambil foto papa yang terletak di tempat tidur, mungkin mama belum sempat menggantungkannya lagi.
Ku pandangi wajah tampan yang sedang tersenyum itu,
seketika hatiku bergetar hebat…
Pa, aku rindu sekali….

Tak dapat ku tahan air mata yang semakin deras mengalir.
Tak akan ada lagi tangan kuat yang akan selalu mendekapku di kala aku bersedih.
Tak akan ada lagi wajah sangar yang ku takuti dikala aku berbuat salah.
Tak akan ada lagi pria tampan yang berpakaian rapi setiap akan berangkat kerja.
Papa, benar-benar tak akan ada papa lagi disisiku…

It’s so hard to accept the fact you’re gone forever
I never knew I could hurt like this
And everyday life goes on like
I wish I could talk to you for awhile
I wish I could find a way try not to cry
As time goes by

Ku dekap foto papa dengan sangat erat..
Tangisku semakin membuncah…
Pa, aku pernah berjanji akan selalu menjadi kebanggaan papa…
Aku penah berjanji memberikan yang terbaik untuk papa dan keluarga ini…
Bagaimana aku dapat menepati janjiku jika papa tak kan pernah kembali?

And you never got the chance to see how good i’ve done
And you never got to see me back at number one
I wish that you were here to celebrate together
I wish that we could spend the holidays together

Papa…
Tak sanggup ku katakan kata berpisah untukmu…
Maka tetaplah tinggal di dalam hatiku…
Agar papa senantiasa menjadi semangat untukku menghadapi hari-hariku..

Papa……
Jika dalam masa hidupmu aku pernah menyakiti hatimu, maafkan aku…
Jika dalam masa hidupmu tak pernah ku katakan papa adalah yang terbaik, aku menyesal…
Papa, aku sungguh bangga menjadi anakmu…
Ku harap kelak dapat bertemu lagi denganmu, di surga yang baka..

And soon as you reach a better place
Still I’ll give the whole world to see your face
And I’m right here next to you
It feels like you gone too soon
The hardest thing to do is say bye-bye.

[M.C ft L.W -Bye-Bye]

—————————-0000————————

Special dedicated to my friend Fernando Siagian, who just lost his father because of lung cancer.

“Ndo, turut berduka cita ya atas meninggalnya ayahanda tercinta. Semoga kamu dan keluargamu mendapatkan penghiburan yang dari Tuhan Yesus. Tetaplah semangat menjalani hari-harimu, jadikan kejadian ini sebagai pemicu semangat lagi untuk menjadi sosok yang lebih baik. Meski tak dapat mengucapkan belasungkawa secara langsung, semoga postingan ini bisa mewakili betapa aku pun bisa merasakan kesedihanmu. Keep fighting ndo…”

Buat teman-temanku yang sudah bercengkerama dengan yang namanya “ROKOK”, ku harap kalian bisa lebih menyayangi nyawa kalian dengan adanya kejadian ini. Rokok itu gak bagus buat kesehatan, apalagi buat janin, jadi berhentilah sekarang juga sehingga kita bisa hidup lebih lama lagi di dunia ini.

God bless us…

http://id.wikipedia.org/wiki/Kanker_paru-paru

http://rokok.komunikasi.org/kanker/

http://lifestyle.okezone.com/index.php/read/2008/07/17/27/128522/menguak-gejala-kanker-paru-paru

*sekedar referensi untuk mengetahui tentang kanker paru-paru dan bahaya rokok.

16 Comments »

Karna cintaku tak egois

And to you, I just can’t be true…

“Jelaskan padaku…”
“Tak ada yang perlu kau tau…”
“Begitukah?”
“…”
“Aku tak bermaksud menghakimi, aku hanya tak ingin kau terluka…”
“Itu bukan urusanmu!”
“Tolong jauhi dia, pria itu sudah punya kekasih.”
“Lalu?”
“Kau harus mundur!”
“Kenapa harus aku? Kenapa bukan perempuan itu?”
”Karna kau yang hadir di antara mereka!”
”Tapi aku mencintainya..”
”Cintamu egois.”
”Perempuan itu sudah memilikinya selama bertahun-tahun, sekarang giliranku!”
”Jangan gila kamu!”
”Aku tidak gila. Salahkah aku jika aku ingin bersama pria yang ku cintai?”
”Tidak, jika dia adalah pria single.”
”Arghhh…kenapa tidak ada yang mengerti perasaanku?”
”Aku tau kau merasa sakit, tapi please…berhenti sekarang juga!”

Aku berlari kencang menembus derasnya hujan di kota ini. Sakit yang terasa di telapak kakiku tak sebanding lagi dengan sakit yang ada dihatiku. Aku sungguh terluka. Tak ada yang mau mengerti perasaanku, tak ada yang memahami betapa aku mencintai pria itu dan aku ingin selalu ada di dekatnya. Kenapa orang-orang mengataiku egois? Apakah salahku jika waktu mempertemukannya dengan wanita itu lebih dulu? Apakah salahku jika kemudian ada cinta diantara aku dan dia? Oh…kepalaku terasa mau pecah memikirkan semua itu.

Jakarta, apa yang harus ku lakukan?
Aku merasa sendiri di antara orang-orang yang ku kenal karna sekarang mereka sedang tak mau berkompromi dengan perasaanku, meski hanya sedikit saja ku mohon pengertian mereka.
Benarkah harus ku lepaskan cinta ini?
Jakarta, tak bisakah kau mendukungku untuk sekali ini saja?

*
**

(Keesokan harinya)

”Kamu sakit? Kok gak semangat gitu sih?” tanya pria yang kini duduk dihadapanku
Bagaimana bisa aku bersemangat jika setelah ini aku tau kalau aku harus kehilanganmu..

”Jangan diam gitu donk. Lagi ada masalah?”
Kamu…kamulah masalahku. Kamulah yang menyebabkan aku seperti ini.

”Cerita donk…jangan diam aja. Aku jadi bingung nih.”
Aku ingin sekali bisa berkata-kata dengan lancar saat ini, tapi aku merasa ada bongkahan besar di tenggorokanku..Aku tak bisa.

”Kamu dengar aku gak sih?”
Dengar, bahkan suaramu sangat jernih terdengar di telingaku.

”Lho…kok malah nangis? Kamu kenapa sih?”
Tak dapat ku tahan lebih lama lagi, harus ku katakan padamu saat ini juga.

”Kita tak boleh bertemu lagi.”

”Kenapa?”

”Karna kau sudah punya kekasih dan aku tak ingin dia tersakiti lebih lama. Aku..aku juga perempuan…sama seperti dia. Aku tak ingin melukai hatinya lagi.”

”Tapi…”

”Sssst…… Aku mencintaimu, aku ingin kau tau itu. Aku selalu ingin bersamamu, karna itu impianku. Tapi untuk saat ini aku tak berhak. Kembalilah padanya, aku tak mungkin nyata untukmu.”

”Kenapa kau lakukan ini?”

”Karna sejujurnya hatiku pun terluka dengan semua ini. Meski aku tertawa bahagia saat bersamamu, tapi hatiku tak bisa berbohong kalau kebahagiaanku itu semu. Itu hanya untuk sesaat, karna ku tau kau ada yang memiliki.”

”Aku mencintaimu..”

”Lupakanlah aku…”

”Aku ingin bersamamu..”

”Kau sudah memiliki dia… ”

”Aku menginginkamu…”

”Tolong jangan sakiti dia lagi, karna sudah ku relakan hatiku untuk kebahagiaamu dengannya… Aku harus pergi…. Maafkan aku.”

Secepat mungkin aku berlalu dari hadapannya.
Sebelum dia memelukku…
Sebelum tangannya menahanku untuk tetap tinggal disana…
Sebelum aku membatalkan niatku untuk melepaskannya
Sebelum aku mengingkari semua yang sudah ku katakan…

Habis sudah kekuatan yang ku miliki…
Tau kah kau betapa berat melepaskanmu, apalagi harus melupakanmu…
Tak kuasa lagi menahan air mataku, aku sungguh tak ingin kehilanganmu…
Tapi aku tak ingin cintaku disebut egois…
Untuk itu aku rela mengalah
Karna cintaku tak egois

24 Comments »

Jakarta, hatiku sakit sekali…

L.O.V.E is getting harder…

(Malam minggu, di sebuah cafe)

“Hmmm, jadi kamu adalah wanita yang sering diceritakan olehnya?”
“Dan kamu adalah kekasihnya?”
“Ya,benar. Tapi kamu tak seperti yang ku bayangkan sebelumnya.”
“Memangnya seperti apa aku dalam bayanganmu?”
”Tak perlu ku katakan padamu, yang pasti kau memang cukup menarik untuk dijadikan something
”Maksudmu?”
”Yah, ku akui kamu cantik, masih muda pula. Tapi satu hal yang perlu kamu ketahui, dia mencintaiku!”
”Oh ya, sepertinya kamu cukup yakin akan hal itu.”
”Tentu, karna hubunganku dengannya sudah cukup lama. Dan aku yakin dia akan memilihku sebagai pendampingnya.”
”Hahaha, tak bisa ku salahkan jika kau berpikiran begitu. Tapi yakinkah kau saat dia memelukmu, kamulah yang ada dipikirannya? Bukan aku?”
”Kamu…”
”Mungkin takkan bisa ku nikmati mentari di wajahnya, karna kau adalah sang matahari. Tapi aku adalah sang bulan yang akan mendekap kerinduannya di kala malam tiba.”
”Kamu…”
”Aku tau dia mencintaiku!”
”Melebihi cintanya padaku?”

******

Beberapa menit kemudian, seorang pria berwajah ganteng dan berpakaian santai duduk di seberangku, tepat disamping wanita itu.

”Hei…kalian berdua kok pada bengong gitu sih?”, tanya-nya heran
”Heh?”. Aku kaget.
”Udah gitu, saling melotot lagi… Aneh banget.”
”Oh enggak, mungkin terbawa suasana aja kali.” Aku berusaha menyembunyikan kebingunganku.
”Iya nih, apalagi diluar lagi hujan deras, jadi makin mendukung deh suasananya buat bengong. Hehehe…”, wanita diseberangku itu mencoba mencairkan suasana.
”Idih, kalian berdua aneh banget.”, kata pria itu lagi.

Sesaat aku terdiam, kenapa katanya kami saling diam dan melotot?
Lalu…percakapan siapa itu tadi?
Aku yakin sekali kalau itu antara aku dan wanita itu.

”Tuh kan, bengong lagi…Ada apa sih?”, si pria mulai terheran-heran
”Oh, ga papa kok.”
”Ya udah deh. Kalau gitu kami berdua balik dulu yah, takut ujannya makin deras.”
”Oke deh..hati-hati dijalan yah.”
”Siipp…”

Ku pandangi mereka berdua dari arah yang berlawanan.
Ada rasa cemburu yang terselip.
Kenapa harus begini? Padahal aku yang menginginkan pertemuan ini. Bukan untuk membandingkan wanita itu dengan diriku sendiri, tapi hanya ingin membuktikan bahwa aku tak berniat menyembunyikan apapun darinya.

Awalnya aku berpikir kalau aku tak memiliki perasaan apapun terhadap pria itu.
Ku pikir aku dan dia hanya teman biasa.
Tapi setelah bertemu dengan kekasihnya, aku jadi sadar kalau aku sebenarnya menginginkannya.
Ada rasa tak rela melihat mereka berdua bersama.

”Aku dah nyampe nih di rumah. Kamu lagi ngapain? ”

Ku baca lagi isi pesan itu, tak sanggup untuk membalasnya karna di kepalaku hanya ada bayangan wanita itu. Sumpah, aku sedang cemburu…

Ku pejamkan mataku dan ku peluk erat guling kesayanganku…
Aku tak sanggup mengatakan padanya kalau aku sedang cemburu..
Aku tak bisa berkata kalau aku tak ingin dia bersama wanita itu..

Meski ku ingin semua orang tau bahwa aku sedang terluka..
Meski ku ingin semua orang mengerti perasaanku…
Meski ku ingin berteriak semampuku…

Tapi di tengah derasnya hujan yang melanda, aku hanya mampu berkata lirih dalam hatiku, ”J.A.K.A.R.T.A,  hatiku sakit sekali… ”

27 Comments »

Sorry for the ‘damn’ things last night….

Ataukah kau butuh waktu untuk menyelesaikan semua ’urusanmu’ dengannya dan kemudian datang padaku?

“Ngantuk yah? Mata-nya sayu gitu.”
”Enggak kok.”
”Kalau emang ngantuk, tidur aja… sini!”

And then, he put my head on his shoulder…

“Jangan dipijit-pijit, kepalaku gak sakit kok.”
”Gak papa…biar enak tidurnya.”
”Jangan, nanti aku jadi ngantuk beneran.”
”Hahaha…ga papa, tidur aja kalau emang ngantuk.”

I know, I felt comfort when his hand gently massaged my head…

Tapi, sebesar apa rasa nyaman yang ku miliki itu, maka berkali lipat dari itu juga besarnya rasa bersalah yang ku miliki saat kepalaku bersandar dengan nyaman di bahunya.

Oh damn, pria yang sedang ada di sebelahku ini berstatus pacar dari seseorang, dan aku tau itu dengan pasti..

‘Lalu, jika kau tau dia adalah pacar dari seseorang, mengapa kau masih bisa bersandar dengan tenang di bahunya?’
Begitukah pertanyaan yang terlintas di benakmu?
Jika ya, maka sama persis dengan yang ada di kepalaku.
Tapi aku tak tau jawabnya… can’t describe this feeling clearly.

Oke, di satu sisi aku memang bersalah karna aku tau hal ini salah, tapi tak bisa ku hentikan.
Tapi di sisi lain, aku juga yakin bahwa ’perasaan’ tak bisa disalahkan.

Oh tidak, perasaan apa sih yang ku maksud? Semakin membingungkan saja.

”Hmm, aku boleh minta sesuatu gak?”
”Apa?”
”Kalau boleh, kamu jangan pacaran dulu yah…paling enggak selama dua tahun ini.”
”Tujuannya?”
”Yah, pokoknya jangan aja deh..”
”Aku gak mau.”
”Kenapa?”
”Karna aku gak mau melakukan sesuatu yang gak jelas. Besok juga aku bisa pacaran kalau memang ada pria yang sanggup membuatku jatuh cinta. ”
”Hmmm…plis!”
”No!”

Untuk apa memintaku untuk tidak berpacaran dulu?
Supaya kau bisa memutuskan siapa yang akan kau pilih pada akhirnya, apakah aku atau dia?
Begitukah…?
Ataukah kau butuh waktu untuk menyelesaikan semua ’urusanmu’ dengannya dan kemudian datang padaku?

Semua ini sepertinya semakin gila saja, aku tak habis pikir.

”Jadi, kalau ada pria yang mendekatimu dan sanggup membuatmu jatuh cinta kau akan pacaran dengannya?”
”Yes, of course!”
”Benar?”
”Apakah masih ada yang perlu kau ragukan?”
”Plis…jangan lakukan itu!”

Now, you hold my hand tightly…

Ada rasa hangat yang menjalar saat tangannya menggenggam jemariku. Namun rasa bersalah kembali berkecamuk di kepala, tapi maaf karna aku tak bisa menghentikan ini semua, karena jujur saja aku merindukan saat-saat seperti ini, saat seorang pria menggenggam jemariku dengan eratnya.

Ku pejamkan mataku sesaat dan ku tau kau melihat wajahku lekat, karna dapat ku rasakan hembusan nafasmu yang menyapu wajahku.

Kau sentuh wajahku, mengusapnya dengan pelan… Dan ku tangkupkan tanganku di atas tanganmu, ku genggam sesaat dan kemudian ku lepas dari wajahku.

”Pulang yuk, aku beneran ngantuk sekarang, pengen tidur aja.”
”Hmm… ya udah, ku antar yah?”
“Iya..”

Dalam perjalanan pulang, tak satu katapun yang ku ucapkan. Aku terlalu sibuk memikirkan perasaan bersalahku…

Really wanna say sorry to his girlfriend for that ’damn’ things…

Maaf karena aku telah bersandar di bahu kekasihmu…
Maaf karena aku tak bisa melepas jemariku dari genggaman kekasihmu…
Maaf karena aku merasa nyaman dengan kekasihmu…

Sorry for last night….

23 Comments »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 110 other followers