Coz I’m SpeCiaL

and I refuse to fall….

Kamu matre ya?? November 24, 2009

Filed under: Curhat, Mai Laif, Mai Deizz — Hasian Cinduth @ 9:39 am

Kemaren, 23 November 2009, ada kejadian aneh (*setidaknya menurutku ;) ). Kenapa aneh? Karena ada orang aneh yang bersikap aneh, hahaha…rebet banget sih? :-)

Pagi-pagi aku check blog, ada comment yang nyangkut alias belum di approve (*kamu lihat deh comment yang ke-20). Awalnya aku ngakak bacanya, aneh banget sih.

Coba deh kamu baca sekali lagi,
“km mau gk kawin amaku
aku tinggal disibolga
relleyadam@yahoo.com
0819 332 38 084″

Disitu jelas tertera nomor HP nya, ada juga emailnya. buseeetttt dahhhh!!!! Masa ngajak kawin?? kenal juga enggak!

Iseng-iseng aku nge-add dia di YM. Kenapa? hanya karena dia bilang dia orang Sibolga, siapa tau aku kenal sama dia. Just it!! (*sesama teman sekampung kan harus saling menghargai ;) )

Sorenya dia OL, tapi sayangnya aku lagi sibuk dan pusing banget buat slide untuk presentasi, jadinya percakapan sore itu kurang ’sreg’ menurut dia. Trus dia minta namaku di fesbuk, ya udah, aku kasih aja linknya. Setelah itu dia nge-add, tapi aku gak langsung approve, karena emang lagi sibukkk banget, suer deh disambar Joon Pyio.. :-)

oh ya, satu yang kelupaan, jadi ceritanya dia minta no HP ku, dan ku kasih.

SMS 1 : Kok belum diconfirm si?
SMS 2 : Lg ngapain dk

Kedua SMS itu emang gak ku balas, lagi sibuk coi. Sampai dirumah baru bales smsnya.

Aq : Sori br blz, br plg kantor nih. Td aq lg sibuk bgt dkantor,bt slide utk presentasi bsok, jd ga smpat confirm. Oh y, km umurnya brp? Biar tau manggil apa.

(*Okeh, jadi perlu ku tekankan lagi, aku balas smsnya hanya karena ingin kenal dia, bukan nanggepin ajakannya kawin. )

Dia : Km mau gk kawin amaku? aq 25.

(*buseeeetttttt, dia ngulangin lagi ajakan kawinnya! hahaha, aku benar-benar ngakak mbaca SMS nya :-) )

Aq : iih, apaan sih? Masa ga kenal tp ngajak kawin? Emang situ dah mapan? Bisa ngidupin aku? :P

(* Wajar kan aku bilang gitu? Bukan bermaksud matre, tapi pernikahan itu memang bukan hanya sebatas hidup bersama, menurutku!)

Dia : Km matre ya? ya kalo kwn itukan berjuang bersama. ya udahlah kalo gt. gk ada gunanya kt nalan, u matre.

(*wahahahahaha =)) , sumpah deh…. ini orang aneh banget sih? Masa gitu aja dibilang matre? Kecuali aku bilang gini “kalo emang kamu mo merid sm aku, kamu harus beliin dulu sebuah villa di puncak atas namaku, atau gimana kl kita kenalan dulu sambil jalan-jalan di Paris??” Iddddiiihhhhh, enggak banget deh…. )

Aq : Haha..utk apa aq matre? Aq kerja,punya penghasilan, aq bs idupin diriku sendiri. Mgkn km yg perlu belajar bnyk ttg arti pernikahan. Pernikahan itu bukan hny ttg ms skarang, tp jg ms depan, you know? Dr awal aja kamu dah aneh, masa’ ngajak orang merid padahal gak kenal?
Such a pangoli tarsosak! :p hahahah….

(*ya iyalah….aku tau kok kl merid itu emang berjuang bersama, tapi kl yang ngajak aku merid adalah orang yang ku cintai dan mencintai aku.. Apapun akan ku lalui, asalkan dia ada disampingku… Tapi ini?? Siapa dia?? Masa aku berjuang bersama orang asing? :p enggak banget deh… )

Dia : Ia memang aku salah. Ku pikir kamu da dewasa dan matang. ternyata masih remaja dan kekanakan. ya udah, tunggu 7 tahun lg, pasti sudut pandang km berbeda. bye.

(*busetttt!!! 7 tahun lagi?? kekanakan?? remaja?? =)) hahahaha, dudullll… heiii man!!! I’m not a teenager, gue manager!!! mampus!!! hahhaha… idih, ngapain juga nunggu 7 tahun lagi, kalau si akang ngajak merid besok, aku juga mau kok…tapi si akang ya, bukan kamu!!!! )

Aq : Waw, qt cm beda 2 taun kok, dan dewasa itu bukan ditentukan oleh umur lho.. Okelah kl bgt,slamat mencari pengantin wanitamu..hahaha….

(* kata siapa umur menentukan kedewasaan seseorang?? :p Aku mungkin hanya seorang wanita yang sedang beranjak dewasa, tapi terbukti dalam banyak hal, aku lebih dewasa dari wanita berumur 26 lainnya, yah…setidaknya begitu kata seseorang padaku ;) )

Dia : Km betul dan memang umurku masih muda,tp cara pandangku da jauh kedepan dan dewasa,sedangkan kamu masih penuh ambisi kayak anak remaja yang cita-citanya setinggi langit, jgn lupa minum cucu ya dek.

Hahahaha…. duh, gak berhenti ngakak deh ngadapin cowok emosional dan berpikiran sempit gini!! O la la, aku memang masih punya ambisi, that’z right folks ;-) , dan aku juga memang masih minum susu, itu baik untuk kesehatan tau…. :p hahahaha….

Ck…ck..ck… masa aku dikatain matre???? Yang ada orang-orang yang bilang kl mantan pacarku yang manfaatin aku… ;)
Padahal itu semua gak benar, aq gak matre dan aq juga gak bakal bisa dimatrein…

 

Penantian di ujung gang! November 18, 2009

Filed under: Cerpen, Fiksi, Imajinasiku, Coretanku — Hasian Cinduth @ 9:03 am

Tapi, demi Tuhan, keadaanku sungguh memalukan. Saat ini aku hanya memakai kaus singlet kumal, masih dengan jeans pendek yang molor dan harus selalu ku pegangi jika tidak ingin melorot. Dan rambutku? Oh, benar-benar acak-acakan….

Seperti biasanya, pagi ini aku kembali berdiri di ujung gang sempit dan bau, tepat di seberang rumah seorang gadis cantik. Ku hisap pelan rokok yang ada di antara kedua jariku, sudah setengah jam aku menunggunya. Nah, itu dia!

Ku amati setiap gerak-geriknya sejak dia membuka pintu rumahnya. Dia sedikit membungkuk sambil meraih tangan hangat wanita yang tak kalah cantiknya, wanita itu ku kenal sebagai ibunya, dan kemudian mencium tangannya dengan lembut. Oh, betapa hormatnya gadis itu pada orang tuanya, dimana jaman sekarang kebiasaan seperti ini jarang ditemukan. Kemudian gadis itu berjalan cepat, ahaaa…aku tau! Seorang temannya pasti sudah menunggunya di ujung jalan, aku sudah hafal aktivitasnya di pagi hari.

Ku jatuhkan puntung rokokku, yang sekali injak langsung mati dan dengan cepat ku tegakkan tubuhku sembari aku berdehem kecil.
“Ehmmmm….”
Ku harap dia melihatku, oh tidak perlu, mungkin jika dia mau melirikku saja, aku akan sangat bahagia. Tapi malang, kali inipun, aku masih belum beruntung. Tak apa, lain kali akan ku coba lagi.

Aku pulang ke rumah dengan lunglai, celanaku yang molor ku tarik dengan asal saja, tapi kemudian melorot lagi.
“Kamu dari mana saja, pagi-pagi kok sudah kelayapan?”
“Ma, apa mama tidak punya peribahasa lain untuk diucapkan? Setiap hari hanya itu-itu saja!”
”Apa kamu pergi melihat gadis itu lagi?”
”Ya ma, aku sangat menyukainya.”
”Berhentilah mengejarnya. Dia itu anak orang berada.”
”Oh mama, aku benci dengan pengkotak-kotakan ini!”
”Tapi itulah kenyataan.”
”Tidak, aku akan terus mengejarnya sampai dia mau!”
”Dan ayahnya akan menyerahkanmu dengan senang hati ke polisi! Sudah, tak usah banyak bicara lagi, sekarang juga kamu harus mandi sebelum mama muntah mencium bau badanmu.”

Aku berlalu sambil berpikir keras mengingat ucapan mama. Dia adalah anak orang kaya, sementara aku hanya seorang pengangguran, anak seorang tukang jagal pula. Tak ada yang bisa ku banggakan dari diriku.

”Hei pemalas, benar-benar manusia tak berguna!”
Aku menoleh, mencari asal suara sumbang yang membuat darahku mendidih.
”Kenapa? Kau ingin menantangku? Dasar sinting, begitu tebal muka sampai berani mengejar anak orang kaya!”
”Lalu apa urusanmu? Apakah anakmu yang ku kejar?”, balasku.
”Cuih, aku gak sudi punya menantu tak berguna sepertimu. Dasar orang gila!”

Oh tidak, aku benci dikatai gila! Aku tidak gila! Sungguh!! Aku masih waras, hanya saja minuman beralkohol sering melemahkan kesadaranku. Kemudian aku teringat akan gadisku, apakah dia berpikiran sama dengan wanita bermulut tajam ini? Apakah dia juga menganggapku gila?

Esok paginya aku berdiri lebih awal di ujung gang yang sama. Aku berharap mendapat keberuntungan di pagi ini. Tapi kenapa malah segerombolan bocah yang muncul? Mereka memakai gaun yang indah, yang laki-laki berpakaian rapi. Mereka berteriak bersamaan, tepat saat mereka melihatku berdiri di ujung gang.
”Lariiiii….ada orang gila!!”
”Mamaaaa…..aku takut!!”, teriak yang lainnya.
Dasar bocah-bocah sialan, bocak tengik!! Akan ku pukul jika bertemu denganku lagi!
Hari inipun aku masih belum beruntung. Dia, gadisku, belum melihatku!

Aku pulang ke rumah, kali ini melalui jalan raya, tidak seperti biasanya.
Oh, aku sungguh melihatnya, melihat gadisku di kejauhan.
Mmmm, ini benar-benar kesempatan emas!!!
Tapi, demi Tuhan, keadaanku sungguh memalukan. Saat ini aku hanya memakai kaus singlet kumal, masih dengan jeans pendek yang molor dan harus selalu ku pegangi jika tidak ingin melorot. Dan rambutku? Oh, benar-benar acak-acakan, dengan muka kusam dan mata merah akibat terlalu banyak menenggak minuman beralkohol. Sendalku pun hanya sendal jepit yang talinya sudah putus sebelah.Ah, tak apa, asalkan aku bisa menyapa gadisku.

Ketika jarak kami sudah dekat, ku coba menyapanya.
”Pssstt…cewek!”
”Arrgghhhh…dasar orang gila!!!” Ku dengar temannya menjerit ketakutan sambil berlindung di balik punggung gadisku.
”Mau kemana?”, tanyaku lagi.
Aku semakin mendekati posisi gadisku, sementara dia semakin terpojok di tepi got, dia mencoba menjaga jarak denganku.
”Arrrrgghhh…pergi..pergi!! Kali ini pun masih mulut bawel temannya yang berteriak.

Ku tatap gadisku dan ku langkahkan kakiku ke arahnya. Dia ketakutan, mukanya pucat dengan mata menyipit. Ekspersi wajahnya saat ini persis seperti ekspresi adik perempuanku yang ketakutan saat ku angkat seekor kecoa ke hadapannya. Bedanya, adikku menjerit dan menangis, tapi gadisku hanya diam saja. Tapi masih dapat ku tangkap kengerian di wajahnya saat ku dekati.

”Oh, jangan takut cantik, aku takkan melukaimu”, kataku dalam hati.
”Arrghhh, ayo pergi!!!” Ku lihat temannya menarik tangan gadisku dengan cepat, dan kemudian mereka berdua berlari kencang.
”Sial…!!!”. Aku menggerutu dalam hati.
Ku lanjutkan lagi perjalananku menuju rumah melalui jalan pintas, gang lain yang ada di daerah ini.

Tapi sejak kejadian itu, aku tidak dapat lagi melihat gadisku. Kenapa? Karna di hari yang sama aku masuk penjara. Penjara? Ya benar, penjara….
Siang itu segerombolan anak-anak yang sedang bermain di gang mengolok-olokku.
Kata mereka, ”Orang gila…..orang gila…!!!”
Mereka mengikutiku dari belakang sambil bertepuk tangan, persis seperti ketika mereka melihat segerombolan pelakon topeng monyet.
”Kurang ajar, cepat pergi!!!”, hardikku.
”Orang gila…..orang gila….!!”
Mereka malah semakin kegirangan. Aku tak sabar lagi, lalu ku kejar mereka dan ku tangkap salah satunya. Tak hanya itu, aku juga mendaratkan jitakan kuat di keningnya sampai terlihat benjolan.

Ternyata ibunya anak itu tak terima dengan perlakuanku. Dia menghantamkan sebuah balok berukuran sedang tepat di kepalaku, akibatnya kepalaku pun berdarah. Setelah itu, dia memanggil polisi dan beramai-ramai dengan penduduk lain menuduhku sebagai pengganggu ketenangan masyarakat. Saat itu tak ada yang dapat membelaku, bahkan ibuku hanya menangis sedih, tak dapat melawan kehendak orang banyak. Aku ini sungguh pria yang malang.

Tapi, adakah yang tau kabar gadisku? Apakah dia baik-baik saja?

*****************************************************************
PS:
Seperti biasa juga, tulisan kali ini ku dedikasikan buat teman-temanku yang sudah bersedia membaca blogQu dan juga ninggalin coment. :-) . Makasih juga buat semua requestnya yah…

Dedicated to:
1. Bastanti Tamba Muda Adek Ranto. (*Hahaha, pish bang… i luph yu…)
2. Etha Maretha Sumarjono Labamba. (* Udah kan bu?? ;) )
3. Primadona Cikoko Pardede, edaku yang baek kayak itonya. (*Puas kau don? :p )
4. Echa buaya, si ketua geng ”CUNGKRING”.
5. Debora ”Say” Hutagalung. (* Udah ada namamu kan bu? :-) )
6. Metal Girlz, Pempok, Piteng dan Awok. Luph u all buuuuu……. ;)
7. Buat semua anak aspi 05 yang namanya gak bisa disebutin satu-satu. Udah include lah klen semua di dalamnya yah?

 

Sweet Disaster? November 2, 2009

Filed under: Cerpen, Fiksi, Imajinasiku, Coretanku, Sorry, i luv yu... — Hasian Cinduth @ 3:20 pm

Sinting!!! Sekarang meminta aku jadi pendamping pengantin wanitanya? Edan!!!! Kenapa gak sekalian jadi pengantin wanitanya aja?

Sudah enam bulan ini aku dekat dengan seorang pria, namanya Roy. Dia adalah pria yang menyenangkan, pria pertama yang mampu ’memaksa’ aku untuk bersikap dan berpikir lebih dewasa, dan yang terpenting, dia tau bagaimana cara membuatku tertawa. Jujur saja, aku sedikit ’tergerak’ dengan semua yang ada padanya, tak bisa ku pungkiri pula,kadang kala aku tersenyum jika sedang memikirkannya. Tapi kemaren siang, dia hampir saja membuatku ’terjatuh’ dari angan-anganku jika saja aku tak segera tersadar dan sukses mengontrol pikiranku kembali.

Percakapan by HP (14.00 WIB)

Roy : Tanggal berapa berangkat dari sana?
Aqu : Hmm, belum tau.
Roy : Rencananya?
Aqu : Yah, kalau gak tanggal 4, mungkin tanggal 5.
Roy : Oh, kl emang tanggal 5, jangan lupa ya datang ke pesta kita!
Aqu : Pesta? Kita? Maksutnya?
Roy : Iya, aku mau merid tanggal 5.
Aqu : Maksutnya? (* makin gak ngerti mode on)
Roy : Kamu kebanyakan becanda sih, jadi waktu lagi serius dianggap becanda juga.
Aqu : Apaan sih? Oke..oke.. sekarang serius. Siapa yang mau merid?
Roy : Aku.
Aqu : Sama???
Roy : Ya sama pacarkulah.
Aqu : Hah?? Ini serius?
Roy : Iya serius. Kamu gimana sih?
Aqu : (*terpelongo… jambak-jambak rambut sendiri, auuhh…sakit!!! )
Roy : Hello… masih ada orang kan?
Aqu : Hemmmm… (* nyubit lengan kiri, dddohhhh, sakit juga!!! )
Roy : Kok diam?
Aqu : Heh? Iya, masih disini kok. Ini serius? Gak lagi becanda kan?
Roy : Ya elah. Ya iyalah, serius!

GUBRAK!!!!!! Jadi.. jadi… dia mau merid?? Serius?? Trus…trus… selama 6 bulan ini aku dianggap apa? Ah, masih gak percaya!

Aqu : Emang dah berapa lama pacaran sama dia?
Roy : Dah lama lah..
Aqu : Berapa tahun?
Roy : Berapa ya? 5 tahun!
Aqu : Lima tahun? (* Buseeettt, kali ini garuk garuk kaki karna gatal…. :d )
Roy : Iya.
Aqu : Serius nih?
Roy : Hehehe, enggak kok. Satu setengah tahun.
Aqu : (* Menelan ludah, kok terasa sedikit pahit ya?)

Satu setengah tahun? Ya ampun, berarti selama dia dekat sama aku, ternyata statusnya pacar orang? Dan aku gak tau? Oh mai, oh mai.. Ini gak mungkin!

Roy : Ya sebenarnya sih dia yang pengen cepat-cepat merid, dia ngajakinnya taun depan.
Aqu : Trus?
Roy : Tapi aku belum siap.
Aqu : Oh, jadi yang tanggal 5 belum pasti?
Roy : Belum. Dia sih pengennya Januari, atau Juni, yang penting taun depan katanya.
Aqu : Oh…
Roy : Kenapa sih dari tadi au..au..oh aja?
Aqu : Ya wajar donk, kayak di sinetron-sinetron itu lho, jadi agak-agak kaget dengarnya.
Roy : Hahahaha…

Merid? Taun Depan? Januari? Arrghhhh…… kenapa jadi begini sih?
(*Berjalan ke arah cermin, ngeliat tampang bloon muncul disana, dan matanya melek. Oh, berarti aku gak sedang tidur! Kembali lagi ke tempat tidur.)

Roy : Sebenarnya ada masalah yang sampai saat ini belum terselesaikan. Gini loh, (********************************)
Aqu : Oh gitu, (************************)
Roy : Iya, makanya aku juga lagi bingung sekarang. Menurutmu aku dah pantas belum kl jadi pengantin?
Aqu : I don’t know.
Roy : Lho? Kok gitu?
Aqu : Ya iyalah. Kalau kau merasa pantas, maka memang pantas. Jika tidak, berarti gak pantas.
Roy : Menurutmu?
Aqu : still don’t know.

Gilak, gimana mungkin aku bilang PANTAS? Iya, kamu pantes banget kok jadi pengantin, suer deh, disambar gledek! Mana mungkin, sementara aku masih belum bisa meredakan nyeri yang terasa di kepala akibat pengakuanmu yang tiba-tiba ini. Damn!

Roy : Eh, ntar kamu mau gak jadi pendamping pengantin wanitanya?
Aqu : Maksut loe?
Roy : Iya, jadi pendamping pengantin wanitanya! Ntar aku yang nyampein ke dia.
Aqu : Maksut loe?
Roy : Iya, jadi nanti yang jadi pendamping prianya itu teman dekatku. Kenal kan?
Aqu : Hmmmm…..

Sinting!!! Sekarang meminta aku jadi pendamping pengantin wanitanya? Edan!!!! Kenapa gak sekalian jadi pengantin wanitanya aja?

Roy : Gimana? Mau kan?
Aqu : Enggak!
Roy : Kenapa?
Aqu : Gak mau aja.
Roy : Tapi kenapa ?
Aqu : Aku masih sangat muda, ntar malah jadi pengen nikah juga. Hahaha..
Roy : Kalau misalkan aku nikahnya 2 tahun lagi, pasti udah gak muda lagi donk.
Aqu : Ah, pokoknya gak mau!

Mau dua tahun lagi kek, mau tiga tahun lagi kek, mau kakek kakek, mau nenek nenek, pokoknya gak mau!

Aqu : Eh, udah dulu ya, ada telpon masuk nih, kayaknya urgent.
Roy : Iya. Tapi jangan kasih tau orang dulu ya tentang rencana merid ini. Masih rencana.
Aqu : Hmmm…
Roy : Kalau sampai ada yang tau, aku gak bakal percaya lagi nih sama kamu.
Aqu : Hmmm….
Roy : Janji dulu!
Aqu : Iya deh, janji!
Roy : Benar yah?
Aqu : Iya, benar!

Arrggggghhh…. Apa yang dapat ku tuliskan disini untuk mendeskripsikan apa yang kurasakan. Marah? Kesal? Merasa dipermainkan? Apa? Masih kurang pas rasanya.
Terbayang lagi saat-saat selama 6 bulan ini, ketika dia berlaku sangat manis, membuat nama panggilan special, bilang kangen? Najis! Apa maksud semua ini?

Panas, gerah, kepalaku rasanya gatal sekali. Ku putuskan untuk mandi saja, mengademkan semua isi kepala termasuk hati ini. Saat ku putar kran shower, terngiang lagi semua ucapannya, mau merid! Arghhh…. Jadi selama ini dia hanya mempermainkan aku? Ku sadari terasa sakit di dalam hati ini.

Apa yang dirasakan kekasihnya saat dia menghubungiku hampir setiap malam? Punya feeling-kah dia atas semua yang terjadi ini? Sakitkah yang dirasakannya selama 6 bulan ini? Entah mengapa aku merasa bersalah, dapat ku rasakan jika aku yang ada diposisinya. Maafkan aku, tetapi bukan salahku, kekasihmu yang tak jujur padaku.

Air dengan derasnya mengucur di atas kepalaku, ku harap perlahan mampu mengikis semua ingatan tentang dia. Pria ini sungguh menyebalkan, bagaimana dia bisa setega itu mempermain aku? Menjadikan ku ‘sweet disaster’ diantara mereka? Ku putar kran lebih kencang lagi, berharap leher pria itulah yang sedang ku gengam sekarang. Damn!

Masih tak bisa ku percaya apa yang ku dengar hari ini. Malam terasa sangat panjang karna memikirkan itu. Lalu ku putuskan mengirimkan SMS untuknya.

”Sejujurnya masih belum bisa ku percayai sepenuhnya tentang semua yang kau katakan hari ini. Gimana ya, gak bisa ku tuliskan dengan kata-kata semua hal yang ada di pikiranku sekarang. Tapi satu hal yang ku sayangkan, kenapa kamu gak jujur dari awal dan baru bilang sekarang? ’Seandainya’ aku menyukaimu, maka pantaskah jika ku katakan bahwa kau telah mempermainkan aku? Hahaha, tolol sekali rasanya! Tapi anggap sajalah itu semua sebagai ’intermezo’, karena kita berteman kan? Makasih sudah berbagi cerita hari ini, semoga ada jalan keluar untuk masalahmu.”

Send!!!

Teringat lagi kata-kata seseorang ”Cewek keren pantang menangis!”. Maka itu tidak ku lakukan.
Aku marah, tapi tak dapat ku sampaikan padanya.
Aku ingin menangis, tapi aku tak sudi.
Jadi harus ku biarkan saja semua ini berlalu seiring berlalu waktunya waktu.

Rasa-rasanya aku harus menata hatiku lebih kuat lagi, agar para pria tak bertanggung jawab itu tak bisa memasuki hatiku. Cewek keren pantang menangis!

====================

PS : Dedicated to My Sister, Juli Munthe “juthe”.
Oi sister, gak tau mau buat cerita apa tentangmu, jadi ini aja yah? hehehe… Luv yu sister, moga sukses selalu yaks!!!