Coz I’m SpeCiaL

and I refuse to fall….

Cerita SMA March 12, 2009

Filed under: Curhat — Hasian Cinduth @ 12:41 pm

Belum sempat dia melanjutkan pertanyaannya, aku langsung beraksi, pengen meloncat dari kursi, tapi keburu di tangkap ma yang lain. Sial!!!

Aku dan enam sahabatku yang lain memang benar-benar gank gak penting. Tapi aku sangat menikmati moment-moment yang dilewati bersama mereka. Kami bertujuh memiliki selera yang berbeda, baik dalam hal makanan, minuman, pakaian, termasuk dalam hal cowok, tak ada yang sama, semuanya berbeda. Tapi itulah indahnya perbedaan, dan paling terasa kalau lagi pesan makanan, jadi bisa nyobain tujuh jenis makanan sekaligus, keroyokan gitu dech.

Kalau lagi gak ada kerjaan, biasanya kami nongkrong-nongkrong gak jelas di sebuah cafe yang ada di pusat kota, tapi kali ini berbeda. Kami lebih memilih ngumpet di rumah salah seorang sahabatku, Yuni. Ada yang nonton, ada yang ngegosip, ada yang masak indomie, ada yang kejar-kejaran dan ada juga yang tidur (yang ini pastilah diriku ;-) ), semuanya ngambil kegiatan masing-masing.

Pas udah bosen, semuanya duduk melingkar di meja makan. Bukan mau makan lho, tapi mau main game. Aku sich lupa apa nama permainannya, jujur atau apa gitu dech. Setiap orang yang kena ‘tunjuk’, harus menjawab pertanyaan yang dikasih, kalau gak mau jawab, dia harus rela dihukum. Aku paling ogah main game kayak ginian, soalnya bakal jadi kesempatan emas buat ngorek-ngorek rahasia yang pengen kita simpan seumur hidup.

“Aku gak ikutan yah..”, ujarku.
“Lho, jangan gitulah jo… Ikutlah, nanti gak seru…”
“Iya..masa’ gak ikut? Kalau gitu kau gak boleh makan!”
”Gak usah, rumahku di ujung itu kok, tinggal pulang kan kalau mau makan.”, jawabku
“Yang gak ikut, pulannggg!!!!!”
“Hohoho, dengan senang hati”, kataku sambil berjalan ke arah pintu
“Aihh, janganlah jo..gak seru kalau kau gak ikut.”
“Ahh, aku sudah mencium pertanyaan-pertanyaan aneh nich dari kalian semua”
“Hahahah..gak kok jo, serius. Cuma pertanyaan biasa.”
“Oke..oke..aku ikut, tapi boleh gak dijawab kan kalau gak mau?”
“Bisa, paling dihukum.” Jawab salah seorang temanku sambil senyum-senyum najong.
“Aihh…mai feelin’ is not delicious.”

Akhirnya aku ditarik dan dipaksa duduk di tengah-tengah mereka. Oke, sekarang permainan dimulai. Awalnya emang pertanyaan-pertanyaan biasa yang mereka lontarkan. Tapi yang kasihan temanku si Yuni itu, dia kena melulu..mungkin itu pertanyaan kesekian untuknya, dan sudah semakin menjadi-jadi kegilaan teman-temanku yang lain.

“Hahaha…Yuni lagi! Kasihan amat sich, neng?”
“Iya nich..ah, joice curang! Kok dia belum kena-kena juga sich?”
“Lho, kok nyalahin aku? Yang muter siapa?? Bukan aku kan?”
“Yuni dikasih pertanyaan apa nich?”

Ku perhatikan wajah temanku itu sudah mulai pucat, karna dia tau kalau dia gak bakal selamat. Aku merasa geli di dalam hati, soalnya dialah pencetus ide main game ini.

“Eh yun, jawab nich ya. Tapi yang jujur.”
“Iya..apaan??”, jawab Yuni dengan perasaan deg-deg ser.
“Dah pernah belum ciuman ma cowokmu?”
“Hahahaahaha…” sontak kami ngakak mendengar pertanyaan itu.

Ku perhatikan lagi temanku itu, dia merasa malu sampe-sampe dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Aku tersenyum, menunggu jawabannya.

“Jawab weiii….jangan tidur!!”
“Aihh, boleh kan gak dijawab?”, kata Yuni.
“Boleh. Tapi kau dihukum.”
“Terserah. Apa hukumannya?”
Kau harus nyanyi sambil nari lagu India mulai dari bawah sampe ke atas sana. Pokoknya mesti kayak di pilem-pilem ntu.”, Kata Rein sambil menunjuk ke arah tangga menuju lantai dua.
“Hah???”
“Iya, mau gak?”
“Ya udah dech, daripada di suruh menjawab itu.”
“Emang kenapa yun kau gak mau jawab?”, selidikku.
“Hehehe..ga papa jo!”
“Jangan-jangan…hahaha…cie, yuni…dah pernah ternyata ya??”
“Hahahaha…” kami kembali tertawa, gaduh.

Setelah dikompor-kompori, si Yuni akhirnya mengalah dan bersedia menjawab pertanyaan paling dahsyat itu (ya iyalah, ini kan cerita anak SMA yang masih lugu dan polos ). Hehehe, akhirnya dia gak punya muka lagi, soalnya di encengin terus ma kita-kita, “cieehhh…yang udah ehm-ehm” atau “aihhh, rasanya gimana yun?”. Dasar edan! Aku sendiri suka senyum-senyum ngingat tingkah teman-temanku saat itu. Setelah itu, si Yuni minta permainannya di udahin aja.

“Udahanlah mainnya ya..nanti makin gawat pertanyaannya.”
“Hahaha..cie, yang rahasianya udah diketahui public”
“Bukan..bukan karna itu.”
“Jadi karna apa?”
“Emang masih mau lanjut? Ayo kalau gitu, aku mau balas dendam nich”
“Ah udahlah mainnya wei, cemnya gak enak perasaanku“, kataku
“Eh, tapi dari tadi kan ada SATU MAHLUK yang gak pernah kena, gak adil kan?”
“Iya, si Joice nich. Gimana kalau…”

Belum sempat dia melanjutkan pertanyaannya, aku langsung beraksi, pengen meloncat dari kursi, tapi keburu di tangkap ma yang lain. Sial!!!

“Oke..oke! Mau kalian apa?” tanyaku pasrah
“Jawab dengan jujur! Sejujur-jujurnya!!”, kata Yuni
“Ah..gak mau! Anggap aja aku lagi beruntung, jadi gak kena dari tadi”, elakku
“Enak aja kowe! Dirimu juga harus kena, cinta..”
“Hehehe, ya udah, pertanyaan apa? Dasar kampr*t lah kalian!!!”
“Oke..oke!!! Gantianlah nanyain-nya ya, aku duluan!”, si Wita bersemangat!
“Gantian pala’ mu?? CUKUP SATU pertanyaan!” Aku protes.
Ya udah, satu pun jadi. Aku dari dulu penasaran kali, mpe hampir tiga tahun kita temanan, masa kau gak mau ngasih tau siapa nama cowok yang kau sukai?”
“Hahaha..pertanyaan di batalkan.”, jawabku, yang kemudian disambut beriringan dengan teriakan teman-temanku, “ahhh…jawablah jo!!”
“Ah, untuk apa sich kalian tau itu?”
“Penasaran aja jo. Soalnya kau gak pernah mau cerita sama kami.”
“Tapi ada kan jo cowok yang kau sukai?”

Aku pasrah, sia-sia aja kalau pengen mengelak dari mereka.

“Iya. Ada”
“Siapa??”
“Jangan sebut merk-lah. Pantang itu!”
“Ga papa. Kasih taulah jo.”
“Anak kelas 3 dulu ya?”
“Iya.”
“Ohh..sudah ku duga. Aku tau siapa orangnya. Si XXX kan???”
“Iya”
“Hah?? Jadi kau suka ma dia Jo?? Trus sekarang gimana?”
“Ya gak gimana-gimana. Aku juga gak tau aku suka atau cuma simpati aja.”
“Kau pernah gak bilang ma dia kalau kau suka dia?”
“Enggak!”
“Kenapa?”
“Untuk apa dibilang?”
“Siapa tau bisa jadian?”
“Hahaha..jadian bukan segalanya, neng!”
“Ya kan sayang kali. Padahal dia cakep, pintar, baik, anak Tuhan lagi, Jo!”
“Trus?”
“Sayanglah kau lepas gitu ajah..”
“Aku malah gak pengen memiliki dia.”
“Hah?? Kok bisa?”
“Ya gak pengen aja. Beginipun sudah cukup.”
“Aihh…aihh.. Masih jaman ya cinta yang dipendam-pendam?”
“Biarin aja.”
“Sekarang masih sering komunikasi ma dia?”
“Gak..Cuma sesekali. Ah, udah ah.. dah lebih dari satu pertanyaan kalian dari tadi.”

Tapi teman-temanku memang pejuang keras. Segala cara dihalalkan supaya aku mau terus melanjutkan wawancara ‘keroyokan’ itu. Hehehe… Lain kali dech diceritain tentang Mr. XXX itu.

 

7 Responses to “Cerita SMA”

  1. aribicara Says:

    Wach Anak GaNk yach :D TakuuuuuuuuuuuuuT :D ckckckckck :)

    Kliatanya kalian kompaX banget yach :D
    Apalagi kalau ngomongin soal Yg Ditaksir dan yg naksir :D
    *Jadi inget masa SMU duyu :D

    Salam :)

  2. luvnufz Says:

    @aribicara
    sebenarny bukan nge-gank sich..hehhe…tapi karna sering jalan bareng dan ngerasa cucok rowo, ya jadi gitu dech… ;-)
    lagian masa takut sama cewek2 cantiq???
    hahahaha..

  3. Raffaell Says:

    Wah, aku paling anti sama anak gitua, biasanya mukaku suka sinis ngeliat mereka ngumpul

  4. luvnufz Says:

    @Raffaell
    hahaha…lho, kenapa?? Tapi emang biasanya kek gitu, disegala hal pastilah ada pro dan kontra. Tapi genk kita ini bukan genk “superior” kok, malah sebenarnya kita karna jalan pulangnya searah makanya jadi sering bareng… ;-)

  5. [...] Waktu itu aku masih kelas SATU SMA (catet ya, kelas satu). Seseorang itu, sebut saja namanya Beni (si Mr.XXX), pernah membuat aku kleper-kleper gak nentu. Hahaha, mungkin kedengaran lebai, tapi itulah [...]

  6. blank Says:

    nama prmainan itu “Truth or Dare” my little crazy sister kpnajangan ‘y nick namenya, xixixix….My LCS dech ;p

    trus skrg siapalah pria yg kw sukai ‘d?
    Kepo Mode On*

  7. luvnufz Says:

    @blank
    hahaha….oh iya kak, benar, Truth or Dare!!!
    Kalau sekarang sich lagi gak ada yang ku sukai kak…
    hampa….gak ada yang seperti “dia”, yang bisa mbuat aq klepek-klepek..

    kekeke… :-)


Leave a Reply