Coz I’m SpeCiaL

and I refuse to fall….

Sweet Disaster? November 2, 2009

Filed under: Cerpen, Fiksi, Imajinasiku, Coretanku, Sorry, i luv yu... — Hasian Cinduth @ 3:20 pm

Sinting!!! Sekarang meminta aku jadi pendamping pengantin wanitanya? Edan!!!! Kenapa gak sekalian jadi pengantin wanitanya aja?

Sudah enam bulan ini aku dekat dengan seorang pria, namanya Roy. Dia adalah pria yang menyenangkan, pria pertama yang mampu ’memaksa’ aku untuk bersikap dan berpikir lebih dewasa, dan yang terpenting, dia tau bagaimana cara membuatku tertawa. Jujur saja, aku sedikit ’tergerak’ dengan semua yang ada padanya, tak bisa ku pungkiri pula,kadang kala aku tersenyum jika sedang memikirkannya. Tapi kemaren siang, dia hampir saja membuatku ’terjatuh’ dari angan-anganku jika saja aku tak segera tersadar dan sukses mengontrol pikiranku kembali.

Percakapan by HP (14.00 WIB)

Roy : Tanggal berapa berangkat dari sana?
Aqu : Hmm, belum tau.
Roy : Rencananya?
Aqu : Yah, kalau gak tanggal 4, mungkin tanggal 5.
Roy : Oh, kl emang tanggal 5, jangan lupa ya datang ke pesta kita!
Aqu : Pesta? Kita? Maksutnya?
Roy : Iya, aku mau merid tanggal 5.
Aqu : Maksutnya? (* makin gak ngerti mode on)
Roy : Kamu kebanyakan becanda sih, jadi waktu lagi serius dianggap becanda juga.
Aqu : Apaan sih? Oke..oke.. sekarang serius. Siapa yang mau merid?
Roy : Aku.
Aqu : Sama???
Roy : Ya sama pacarkulah.
Aqu : Hah?? Ini serius?
Roy : Iya serius. Kamu gimana sih?
Aqu : (*terpelongo… jambak-jambak rambut sendiri, auuhh…sakit!!! )
Roy : Hello… masih ada orang kan?
Aqu : Hemmmm… (* nyubit lengan kiri, dddohhhh, sakit juga!!! )
Roy : Kok diam?
Aqu : Heh? Iya, masih disini kok. Ini serius? Gak lagi becanda kan?
Roy : Ya elah. Ya iyalah, serius!

GUBRAK!!!!!! Jadi.. jadi… dia mau merid?? Serius?? Trus…trus… selama 6 bulan ini aku dianggap apa? Ah, masih gak percaya!

Aqu : Emang dah berapa lama pacaran sama dia?
Roy : Dah lama lah..
Aqu : Berapa tahun?
Roy : Berapa ya? 5 tahun!
Aqu : Lima tahun? (* Buseeettt, kali ini garuk garuk kaki karna gatal…. :d )
Roy : Iya.
Aqu : Serius nih?
Roy : Hehehe, enggak kok. Satu setengah tahun.
Aqu : (* Menelan ludah, kok terasa sedikit pahit ya?)

Satu setengah tahun? Ya ampun, berarti selama dia dekat sama aku, ternyata statusnya pacar orang? Dan aku gak tau? Oh mai, oh mai.. Ini gak mungkin!

Roy : Ya sebenarnya sih dia yang pengen cepat-cepat merid, dia ngajakinnya taun depan.
Aqu : Trus?
Roy : Tapi aku belum siap.
Aqu : Oh, jadi yang tanggal 5 belum pasti?
Roy : Belum. Dia sih pengennya Januari, atau Juni, yang penting taun depan katanya.
Aqu : Oh…
Roy : Kenapa sih dari tadi au..au..oh aja?
Aqu : Ya wajar donk, kayak di sinetron-sinetron itu lho, jadi agak-agak kaget dengarnya.
Roy : Hahahaha…

Merid? Taun Depan? Januari? Arrghhhh…… kenapa jadi begini sih?
(*Berjalan ke arah cermin, ngeliat tampang bloon muncul disana, dan matanya melek. Oh, berarti aku gak sedang tidur! Kembali lagi ke tempat tidur.)

Roy : Sebenarnya ada masalah yang sampai saat ini belum terselesaikan. Gini loh, (********************************)
Aqu : Oh gitu, (************************)
Roy : Iya, makanya aku juga lagi bingung sekarang. Menurutmu aku dah pantas belum kl jadi pengantin?
Aqu : I don’t know.
Roy : Lho? Kok gitu?
Aqu : Ya iyalah. Kalau kau merasa pantas, maka memang pantas. Jika tidak, berarti gak pantas.
Roy : Menurutmu?
Aqu : still don’t know.

Gilak, gimana mungkin aku bilang PANTAS? Iya, kamu pantes banget kok jadi pengantin, suer deh, disambar gledek! Mana mungkin, sementara aku masih belum bisa meredakan nyeri yang terasa di kepala akibat pengakuanmu yang tiba-tiba ini. Damn!

Roy : Eh, ntar kamu mau gak jadi pendamping pengantin wanitanya?
Aqu : Maksut loe?
Roy : Iya, jadi pendamping pengantin wanitanya! Ntar aku yang nyampein ke dia.
Aqu : Maksut loe?
Roy : Iya, jadi nanti yang jadi pendamping prianya itu teman dekatku. Kenal kan?
Aqu : Hmmmm…..

Sinting!!! Sekarang meminta aku jadi pendamping pengantin wanitanya? Edan!!!! Kenapa gak sekalian jadi pengantin wanitanya aja?

Roy : Gimana? Mau kan?
Aqu : Enggak!
Roy : Kenapa?
Aqu : Gak mau aja.
Roy : Tapi kenapa ?
Aqu : Aku masih sangat muda, ntar malah jadi pengen nikah juga. Hahaha..
Roy : Kalau misalkan aku nikahnya 2 tahun lagi, pasti udah gak muda lagi donk.
Aqu : Ah, pokoknya gak mau!

Mau dua tahun lagi kek, mau tiga tahun lagi kek, mau kakek kakek, mau nenek nenek, pokoknya gak mau!

Aqu : Eh, udah dulu ya, ada telpon masuk nih, kayaknya urgent.
Roy : Iya. Tapi jangan kasih tau orang dulu ya tentang rencana merid ini. Masih rencana.
Aqu : Hmmm…
Roy : Kalau sampai ada yang tau, aku gak bakal percaya lagi nih sama kamu.
Aqu : Hmmm….
Roy : Janji dulu!
Aqu : Iya deh, janji!
Roy : Benar yah?
Aqu : Iya, benar!

Arrggggghhh…. Apa yang dapat ku tuliskan disini untuk mendeskripsikan apa yang kurasakan. Marah? Kesal? Merasa dipermainkan? Apa? Masih kurang pas rasanya.
Terbayang lagi saat-saat selama 6 bulan ini, ketika dia berlaku sangat manis, membuat nama panggilan special, bilang kangen? Najis! Apa maksud semua ini?

Panas, gerah, kepalaku rasanya gatal sekali. Ku putuskan untuk mandi saja, mengademkan semua isi kepala termasuk hati ini. Saat ku putar kran shower, terngiang lagi semua ucapannya, mau merid! Arghhh…. Jadi selama ini dia hanya mempermainkan aku? Ku sadari terasa sakit di dalam hati ini.

Apa yang dirasakan kekasihnya saat dia menghubungiku hampir setiap malam? Punya feeling-kah dia atas semua yang terjadi ini? Sakitkah yang dirasakannya selama 6 bulan ini? Entah mengapa aku merasa bersalah, dapat ku rasakan jika aku yang ada diposisinya. Maafkan aku, tetapi bukan salahku, kekasihmu yang tak jujur padaku.

Air dengan derasnya mengucur di atas kepalaku, ku harap perlahan mampu mengikis semua ingatan tentang dia. Pria ini sungguh menyebalkan, bagaimana dia bisa setega itu mempermain aku? Menjadikan ku ‘sweet disaster’ diantara mereka? Ku putar kran lebih kencang lagi, berharap leher pria itulah yang sedang ku gengam sekarang. Damn!

Masih tak bisa ku percaya apa yang ku dengar hari ini. Malam terasa sangat panjang karna memikirkan itu. Lalu ku putuskan mengirimkan SMS untuknya.

”Sejujurnya masih belum bisa ku percayai sepenuhnya tentang semua yang kau katakan hari ini. Gimana ya, gak bisa ku tuliskan dengan kata-kata semua hal yang ada di pikiranku sekarang. Tapi satu hal yang ku sayangkan, kenapa kamu gak jujur dari awal dan baru bilang sekarang? ’Seandainya’ aku menyukaimu, maka pantaskah jika ku katakan bahwa kau telah mempermainkan aku? Hahaha, tolol sekali rasanya! Tapi anggap sajalah itu semua sebagai ’intermezo’, karena kita berteman kan? Makasih sudah berbagi cerita hari ini, semoga ada jalan keluar untuk masalahmu.”

Send!!!

Teringat lagi kata-kata seseorang ”Cewek keren pantang menangis!”. Maka itu tidak ku lakukan.
Aku marah, tapi tak dapat ku sampaikan padanya.
Aku ingin menangis, tapi aku tak sudi.
Jadi harus ku biarkan saja semua ini berlalu seiring berlalu waktunya waktu.

Rasa-rasanya aku harus menata hatiku lebih kuat lagi, agar para pria tak bertanggung jawab itu tak bisa memasuki hatiku. Cewek keren pantang menangis!

====================

PS : Dedicated to My Sister, Juli Munthe “juthe”.
Oi sister, gak tau mau buat cerita apa tentangmu, jadi ini aja yah? hehehe… Luv yu sister, moga sukses selalu yaks!!!

 

Just wanna be happy!!! October 21, 2009

Filed under: Cerpen, Fiksi, Imajinasiku, Coretanku — Hasian Cinduth @ 5:05 pm

Aku tidak sedang menyerah pada keadaan, aku hanya sedang yakin bahwa ada tempat yang lebih layak untukku

Someone once told me that you have to choose
What you win or lose
You can’t have everything….

Lantunan lagu yang mengalun dari music player menyentakku dari lamunan panjang yang entah sudah berapa lama terjadi. Aku masih belum sepenuhnya tersadar saat ku dengar suara sepasang kaki yang sedang berjalan, tepat menuju ke arah kamarku. Suara itu kemudian berhenti, ku pikir tepat di depan pintu. Aku terdiam, menunggu ketukan pintu yang tak akan ku buka untuk siapapun, setidaknya untuk hari ini.

Dia tidak mengetuk, aku juga tak berniat menggerakkan kedua kakiku untuk sekedar melihat siapa dia. Ku lihat jam di dinding kamarku, sudah sepuluh menit dia berdiri disana, apa yang dilakukannya? Aku hanya mengira-ngira dalam pikiranku, masih tidak berniat bangkit untuk sekedar menilik. Kemudian dia berlalu, menuju pintu keluar.

Pintu ruang depan menutup dengan suara lembut, kelihatan sekali seseorang itu tak ingin menggangguku dengan suara apapun. Aku menghela nafas.

”Prangggg!!!”. Aku terkejut mendengar suara keras yang berasal dari sudut ruanganku. Bagaimana mungkin? Aku meloncat kecil dari ranjangku, menghampiri sesuatu yang telah terjatuh dari tempat seharusnya. Aku memandangi bingkai foto yang telah hancur itu masih dengan pandangan tak percaya. Itu adalah fotoku dengan Rio, kekasih yang telah meninggalkanku demi ambisinya. Ku raih lembaran foto dengan perlahan, berharap aku tak dilukai oleh pecahan kaca.

Pertanda burukkah itu?

Aku tak tau.

Lalu siapa orang yang tadi ada di depan pintu kamarku? Rio kah itu? Sekarang dapat ku rasakan air yang menetes di kedua pelupuk mataku. Aku masih belum rela kehilangannya.

”Ima…buka pintunya ma!”.
Aku menoleh ke arah pintu, si burung betet itu pasti hendak menggangguku lagi.

”Ima…pliss ma!! Buka pintunya… Kamu baik-baik aja kan?”
Aku mengangguk perlahan, sambil menyeka air mata yang masih menetes di pipiku, tapi sama sekali tak ku bukakan pintu itu untuk Nia, sahabatku.

”Oke..oke!! Aku tak akan mengganggumu lagi. Tapi jika kau butuh aku, aku ada di luar.”
Dia masih tak menyerah juga rupanya.


Don’t cha love in vain
Cause love won’t set you free
I could stand by the side
And watch this life pass me by
So unhappy
But safe as could be…

***

Ku langkahkan kakiku dengan gontai menuju lift, aku masih tidak bersemangat. Ku tekan angka 18 dengan asal, berharap lift ini akan membawaku ke sebuah tempat lain, bukan lantai 18 yang ku tau tak akan memberiku rasa nyaman.

“Ting!! “.
Aku berjalan keluar dari dalam lift menuju sebuah pintu kaca. Oh tidak, disana sudah ada seraut wajah yang memuakkan, membuat mood ku semakin tidak bisa diajak kompromi. Aku berusaha mengatur langkah kakiku setenang mungkin, meski ku tau wajahku tidak bisa menyembunyikan betapa inginnya aku berlari kencang. Wajah itu tersenyum sinis, terlihat sekilas olehku.

”Teruslah melangkah Ima, tak usah pedulikan mahkluk itu!!!” Aku terus berkata-kata dalam hatiku. Huff, akhirnya sampai juga di ruangan kerjaku. Ku hempaskan badan ke kursi empuk di hadapanku, aku tertunduk lesu. Haaaahhh, akankah hari ini dapat ku lalui dengan baik?

”Pagi Ima. Maaf yah mengganggu. Tadi Pak Wibowo nitip pesan, kamu disuruh ke ruangan beliau secepatnya”

Hah? Pak Wibowo? Ke ruangannya? Haduhhhh, aku pasti akan celaka! Kesalahan apalagi yang ku perbuat? Ada banyak pertanyaan yang bergentayangan di dalam kepalaku.

“Tok..tok..tok!!” Ku ketuk pintu ruangan Pak Wibowo dengan pelan.

“Masuk.” Suaranya yang berwibawa menyambut ketukanku.

“Selamat pagi Pak, saya mendapat pesan bahwa Bapak memanggil saya”, kataku pelan.

“Oh ya, silakan duduk dulu.” Dia masih terlihat berwibawa.

****************************************

Pertemuan satu jam di dalam ruangan itu telah berhasil membuatku semakin tak semangat hari ini. Arrrggghhhh….. Kenapa harus aku? Siapa makhluk sadis yang telah memfitnahku? Memberikan laporan palsu kepada atasan tentangku? Jika ku temukan, akan ku buat dia mengerti bagaimana rasanya jadi aku saat ini.

Semuanya terasa berat saat ini. Aku ingin pergi ke sebuah tempat yang hanya ada aku, sehingga tak perlu lagi ku dengar suara-suara sumbang yang memekakkan telingaku. Ku pikir aku tau aku harus pergi ke mana, ke sebuah pantai rahasia yang menjadi tempat favoritku.

Sekarang aku telah berdiri di tepi pantai yang indah ini. Aku terduduk, menekuk kedua lututku dengan erat, untuk pertama kali ku rasakan kemarahan yang seperti ini. Tubuhku bergetar menahan rasa sakit yang tak tertahankan lagi, ku pikir aku membutuhkan kehadiran Rio saat ini, tapi itu tak mungkin lagi.

Aku sungguh terluka dengan kepergiannya.
Dan kini rekan kerjaku mencoba menusukku dari belakang, pikirnya dia akan berhasil menjatuhkanku dari posisiku saat ini.

Semua seolah sedang memusuhiku, menjauhiku, dan membuat semuanya semakin terasa perih.

So what if it hurts me?
So what if I break down?
So what if this world just throws me off the edge?

Arrrggghhhh!!! Aku berteriak sekuat tenagaku, memuaskan segala sesak yang terasa. Ku lemparkan segenggam pasir yang sedari tadi ada di tanganku, seolah aku ingin menghilangkan kesedihan di dalam hatiku ke dalam lautan, biar pergi dariku. Ku seka air mataku, aku sudah lelah untuk menangisi keadaan ini, aku harus bangkit! Aku ingin bersemangat lagi menjalani hari-hariku, mengejar kebahagiaanku.

My feet run out of ground
I gotta find my place
I wanna hear myself
Don’t care about all the pain in front of me
Cause I’m just trying to be happy, yeah
Just wanna be happy

****

Sudah ku taruh dengan mantap sebuah amplop di hadapan Pak Wibowo. Aku tau, ini keputusan terbaik untukku, aku mengundurkan diri.

Aku tidak sedang menyerah pada keadaan, aku hanya sedang yakin bahwa ada tempat yang lebih layak untukku. Ku tatap sekali lagi wajah sadis beberapa hari lalu, yang kini ada di hadapanku.

It’s just that I can’t see
The kind of stranger on this road
But don’t say victim
Don’t say anything

Dan aku berlalu dengan cepat.

So what if it hurts me?
So what if I break down?
So what if this world just throws me off the edge
My feet run out of ground
I gotta find my place
I wanna hear myself
Don’t care about all the pain in front of me.
I just wanna be happy

======

PS:
Tulisan kali ini ku dedikasikan buat sisterQu, sister uwie yang manis dan BESAR. Hahaha.. just be happy sist… I Love You.

Dan juga buat teman-temanku yang ’sepertinya’ lagi ada masalah di kantornya masing-masing, keep chaiiooo girlz….
I Love Yu all…. :-)

Oh ya, buat Esther yang lagi ultah juga, “Heppi birthdei yah, just be happy too my frend… :-)

 

Disaat daku tua… September 7, 2009

Filed under: Artikel, Others — Hasian Cinduth @ 6:29 pm

Disaat daku tua, bukan lagi diriku yang dulu.
Maklumilah diriku, bersabarlah dalam menghadapiku.

Disaat daku menumpahkan kuah sayuran di bajuku,
Disaat daku tidak lagi mengingat cara mengikatkan tali sepatu,

Ingatlah saat-saat bagaimana daku mengajarimu,
membimbingmu untuk melakukannya.

Disaat daku dengan pikunnya mengulang
terus menerus ucapan yang membosankan mu,

Bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku,
Dimasa kecilmu, Daku harus mengulang dan mengulang terus
sebuah cerita yang telah saya ceritakan ribuan kali,
hingga dirimu terbuai dalam mimpi.

Disaat daku membutuhkanmu untuk memandikanku,
Janganlah menyalahkanku. Ingatkan dimasa kecilmu,
bagaimana daku dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi?

Disaat daku kebingungan menghadapi hal-hal baru dan teknologi modern,
Janganlah menertawaiku.
Renungkanlah bagaimana daku dengan sabarnya menjawab setiap “mengapa” yang engkau ajukan saat itu.

Disaat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan,
Ulurkanlah tanganmu yang muda dan kuat untuk memapahku.
Bagaikan dimasa kecilmu daku menuntunmu melangkahkan kaki untuk belajar berjalan.

Disaat daku melupakan topik pembicaraan kita,
Berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya.
Sebenarnya, topik pembiacaraan bukanlah hal yang penting bagiku, asalkan engkau berada disisiku untuk mendengarkanku, daku telah bahagia.

Disaat engkau melihat diriku menua,
Janganlah bersedih.

Maklumilah diriku, dukunglah daku,
bagaikan daku terhadapmu
disaat engkau mulai belajar tentang kehidupan


Dulu daku menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini,
kini temanilah daku hingga akhir jalan hidupku.
Berilah daku cinta kasih dan kesabaranmu,
Daku akan menerimanya dengan senyuman penuh syukur.
Di dalam senyumku ini, tertanam kasihku yang tak terhingga padamu.

“Walaupun seseorang telah melakukan beribu-ribu kebajikan, tetapi tidak melakukan bhakti kepada Ibu dan Ayah, kebajikannya hanyalah sia-sia belaka.”

— 000 —
dikutip dari brosur yang nemu di kotak sepatu New Era.

 

Mungkin mudah bagimu August 28, 2009

Filed under: Cerpen, Fiksi, Imajinasiku, Coretanku, Sorry, i luv yu... — Hasian Cinduth @ 12:15 pm

Tuhan,
Aku berjalan menyusuri malam
Setelah patah hatiku…

Pukul 18.24 WIB
“bila nanti aku milikmu…temani aku hingga tutup usiaku…”
Ku raih hp dari dalam saku celanaku sambil tersenyum, sekaligus menebak-nebak apa isi pesan yang dikirimkan oleh kekasihku.

…..
aq terdiam…
sungguh tak percaya…
apakah dia sedang bercanda?
tapi rasanya sangat keterlaluan!!!

ku palingkan wajahku, kemudian membaca kembali kata demi kata yang tampil di layar kecil itu, argghhhh…. aku marah!!!!

Kekasihku menginginkan hubungan kami berakhir. Putus!

Aku berdoa,
semoga saja ini terbaik untuknya

“Sayang, kamu serius? Kenapa? Apakah ada yang salah dengan hubungan kita selama ini? Aku sayang kamu sangaddhhh… “
ku tekan tombol Send dengan perasaan yang berantakan, memelas dalam hati dan berharap dia tidak meninggalkanku.

“Aku serius. Maafkan aku. Ku harap ini jalan terbaik buat kita.”

Terluka hatiku kali ini… Apa salahku? Mengapa semua harus berakhir begitu saja padahal baru kali ini ku rasakan cinta yang sangat kuat pada lawan jenisku? Mengapa??

Dia bilang
Kau harus bisa seperti aku
Yang sudah biarlah sudah

“Sayang, ku mohon padamu, jangan tinggalkan aku. Apapun yang kau mau akan ku lakukan, asalkan kau tetap disisiku. Aku sangat mencintaimu. Aku tak kan bertahan tanpamu, karna kaulah semangatku..” Sekali lagi ku kirimkan pesan singkat padanya, sebab dia tak mau mengangkat panggilan dariku.

“Aku gak bisa. Kau harus tetap semangat dan kuat menjalani hidupmu. Biarlah yang lalu menjadi kenangan di hati kita masing-masing. Makasih sudah pernah hadir dalam hidupku, menyayangiku dengan setulus hatimu.”

Tak tertahankan lagi air mata yang menggenang di pelupuk mata.
Terasa hangat di pipiku, tapi panas di dalam hati…
Aku semakin tak percaya bahwa aku telah kehilangannya.

Mudah saja bagimu
Mudah saja untukmu
Andai saja.. Cintamu seperti cintaku..

Aku adalah makhluk Tuhan yang selalu di labeli “ceria dan berhati baja”,tapi ku rasa itu tak tepat lagi. Kini aku sedang menangis, aku benar benar mencintai kekasihku, namun telah kehilangannya.

Andai saja dia tau sedalam apa cintaku untuknya, untuk kekasihku, yang ku impikan jadi pendamping sisa hidupku kelak..

Meski hatiku tak rela, aku ingin ikhlas melepaskannya demi kebahagiaanya.
Meski aku akan selalu menangis di sela malam sepi yang akan ku lalui tanpa canda tawanya.
Meski aku akan selalu merindukan kehadirannya.
Aku ingin ikhlas.

*******

Sejak saat itu ku lalui hari tanpa semangat yang dulu ku miliki, aku sungguh terjatuh, aku hanya bisa memeluk kedua lututku sendiri disaat aku benar-benar merindukan sosoknya yang ceriakan hari-hariku dulu.

Aku tak boleh terus begini, aku harus bangkit dari keterpurukan hatiku, demi masa depanku sendiri.

Selang waktu berjalan kau kembali datang
Tanyakan keadaanku
Ku bilang, “Kau tak berhak tanyakan hidupku
Membuatku semakin terluka “

Bisakah kau bayangkan bagaimana aku melalui hidupku setelah kepergianmu? Aku terseok-seok, merangkak diantara serpihan hatiku yang t’lah kau hancurkan dengan kejamnya.
Dan kini kau datang lagi…
Entah untuk apa….
Apakah kau ingin menertawakanku?

Mudah saja bagimu
Mudah saja untukmu
Coba saja lukamu seperti lukaku

Mungkin kau tak pernah merasakan luka seperti yang ku alami.
Mungkin cintamu padaku tak sebesar yang ku miliki untukmu.
Dan tak pernah kau rasakan saat hatiku menggigil menahan kerinduan untukmu…
Mungkin tak pernah..

Kau tak berhak tanyakan keadaanku
Mudah saja bagimu
Mudah saja untukmu
Andai saja cintamu seperti cintaku

=====================================================

Ps.
Ku dedikasikan buat My broer yang baru saja patah hati ditinggalkan kekasihnya (*andai saja aku disampingmu untuk menenangkanmu saat itu. Aku sayang kamu sangadhh broer ), buat Memeng a.k.a. Jefflinyang tak lagi jadi besanku (*tetap semangat yah meng, jaga kesehatanmu!), buat seseorang yang ngajak ketemuan hari Minggu nanti (* lagu “Mudah saja” ini kau tujukan untukku kan?? Aku mengerti…) dan buat semua orang yang sedang patah hati dimanapun kalian berada…

Meski cinta telah membuat hatimu terluka, tapi cinta jugalah yang mengajarkanmu untuk bangkit dari keterpurukan dan bertahan dalam cobaan. Tetap semangat.. :-)

 

Blog Award July 3, 2009

Filed under: Curhat — Hasian Cinduth @ 11:32 am

Baru balik dari perantauan, langsung dapat award nech dari toA dan si etha.
Thanks yah buat awardnya… :-)

Super Follower Award

Super Follower Award

Your blog make us smile

Your blog make us smile

Smart blogger

Smart blogger

Friendship emblem

Friendship emblem

Hal-hal yang dibawah ini merupakan yang harus dilakukan oleh para blogger untuk melanjutkan pe-er ini:
1. Put these awards into your blog
2. Tag 10 friends
3. Links those friends
4. Tell them about these awards
5. Share this link to others and to whom these awards tagged
(*comot langsung dari blog si toA..hehehe…)

Trus ini nich yang paling rebet, ngejawab pertanyaan :

Five things found in my bag
(*waduh, dimana tadi ku campakkan tasku yah?? sruduk..sruduk… oh ya, akhirnya ketemu…)
1. laptop
2. mouse ukuran mini berwarna merah
3. dompet hitam milk teddy collection
4. kunci kamar
5. kertas ukuran A4 +pulpen
hmm..benar-benar cuma ini yang ada.. sungguh tidak seperti isi tas-tas wanita pada umumnya. :-)

Five things found in my purse
(*Waduh, jadi ketahuan nihh…)
1. Photos : Hmm, ada banyak neh, ndak mungkin disebutin satu-satu.
2. Cards : KTP Sumatera Utara (berlaku s/d 23-09-2013), NPWP, ATM Mandiri, ATM Permata, kartu Askes GOLD kelas VIP yang sama sekali gak pernah dipakai, kartu proxy AHM (tanpa ini bisa gak masuk ruangan kerja neh), sama kartu member RS St.Carolus.
3. Duit : intip dulu yahh…wah, ada 3 lembar duit 50 ribuan dan 1 lembar 100 ribuan.
4. Memo dari seseorang di jaman SMU dulu. what??
5. eh, ternyata aku masih nyimpan lembar kontrol pembayaran untuk bulan februari 2008. Ini form waktu di kampus dulu..hehe…

Five favourite things in my room
1. Spring bed yg cukup lebar untuk menampung tubuhku yang imutable ini.
2. Kipas angin merk national..penyelamat dikala jakarta terasa sangat panas.
3. Dispenser..hmm, jadi tinggal tekan tombol aja kalau pengen minum yang angat2.
4. Lemari dua pintu..gedelah kalau untuk sendiri.
5. Setrika, rice cooker dan kompor listrik..meski jarang dipake.

Five things I always wanted to do
1. Pengen nikah
2. Pengen nikah
3. Pengen nikah
4. Pengen nikah
5. Pengen nikah
Huahahahhaa…… :-)

Five things I currently into
1. Dengerin lagu dygta “Cinta Sudah Terlambat”
2. Nungguin telpon dari seseorang yang seharian ini gak ku balas smsnya..haha…boha ma rohakku tu ho hasian, tong do ***** :-)
3. Menahan hasrat ingin makan terus..berhenti woiii!!! liat tuh badan dah kayak gentong!
4. Duduk di depan kipas angin sambil ngeringin rambut yang masih basah..habis keramas cuii…
5. Apa lagi ya? ndak ada..beneran deh..cuma itu!

The person who inspired you now is
My big fam….oh, really miss u all.. muahhh… :-)

Pertanyaan selanjutnya:
1. Punya handphone? Ya
2. Merk + tipe handphone? Nokia 3230, Nokia N95
3. Warna/gambar theme yang lagi dipakai sekarang? Standard
4. Wallpaper? Fotoku sama si broer.
5. Warna casing? Nokia 3230 warna pink, N95 warna hitam
6. Aplikasi/folder yang pertama keliatan begitu tekan tombol ‘menu’? Pesan
7. Bahasa yang digunakan di handphone? Indonesia, English
8. Kapasitas baterai saat ini? N3230 full, yang N95 udah ko’it..haha..
9. Pakai slot memory? Jenis? Ya, malas ngecek jenisnya..
10. Total kapasitas slot memori? Sisa kapasitas yang belum terpakai saat ini? sumpah, malas banget ngechecknya…hehe…
11. Choice: Banyak terisi untuk apa memorinya? File mp3 dan Foto
12. Ada fitur koneksi Bluetooth? Ada
13. Nama Bluetooth kamu saat ini? Joice, Zao_mutz
14. Aplikasi yang paling sering kamu gunakan? Mp3 player dan camera
15. Sisa pulsamu saat ini? Rp. 1.882. Ada yang berniat nambahin gak? :-)
16. Provider seluler yang kamu pake? simPATI, IM3
17. Nomer handphone? 0813********

Award ini dilanjutkan kepada:
(*ini nih bagian paling seru…heheh…)
1. Yessy Muchtar, baca blog ini bisa buat ngakak, beneran deh.. :-)
2. Lala Purwono, novelist yang bisa membuat perasaan pembacanya jadi ikutan mellow.. ;-)
3. Dedy Julius, yang, ini dah bulan Juli tau..masa blognya masih merry x-mast? hahaha…
4. Oculy Silaban, si master programming…
5. Winner Manurung, nih dek biar jangan jalan-jalan aja kerjamu..hehe..
6. Michael Siregar, horas itoQu… boa kabar?
7. Donny Verdian, silahkan di boyong awardnya mas… :-)
8. K’Eka, hayoo kak, selesaikan tugas ini… :-)
9. K’Moris, hai sist…pa kabar?? Masih gilak kah?? ;-)
10. Ito Hasian, biar ada tugas selama liburan yah toQu..hehe…

akhirnya selesai juga… :-)

LANJUTKAN!!!!

—ditulis di malam hari -di kamar kostan—

 

CaBut duLu yah…. May 15, 2009

Filed under: Mai Laif, Mai Deizz — Hasian Cinduth @ 5:31 pm

dear all,

Mulai besok sampe bulan depan diriku cabut dulu yah dari kesibukan bloging, blogwalking, blogdancing dan semuanya yang berbau blog… :-)

*Kenapa?
Soalnya diriQu mau training Java Programming di luar negri AHTC…

Malas juga sich ikut training itu, tapi demi sertifikat ilmu dan masa depan, ya pergi jugalah berjuang….

Doakan diriQu yah, semoga semuanya berjalan baik2 saja….ntar bulan depan kalau aq dah balik lagi ke kantor, pasti langsung ku update berita terbaru….

c.u boss…
c.u tia n de genk
c.u kompie-ku
c.u kamar kost-anQu
c.u all-lah pokoknya…..

Berjuang!!!!!! Semangat!!!!!

PS : Utk Ito hasianku, jangan khawatir yah toq….Asap akan ku hapus namanya dari blogroll itu…Tapi sekali ketahuan itoqu ‘melakukan hal itu lagi’, dikau tak ku ampuni toqu….. hehehehe….. :-) i luph yu toQu…so muchhhh…. ;-)

 

The enD of ouR sTory… May 8, 2009

Filed under: Curhat, Mai Laif, Mai Deizz, Sorry, i luv yu... — Hasian Cinduth @ 4:46 pm

Kayaknya seru yah kalau bisa temanan sama mantan pacar kita…apalagi kalau setelah putus malah bisa jadi sahabat. Kalau ngeliat orang-orang beruntung yang mengalami itu, rasanya gimana gitu!!! Iri sich enggak, tapi pengen juga ngerasain… :-)

Sebenarnya sejak aku memutuskan untuk sendiri, menghancurkan hati dan harapan si ’bawel’ itu, aku selalu berusaha menjadi teman yang baik untuknya. Tapi kok rasanya susah banget ya?? Soalnya dia itu keras kepala dan selalu minta aku balik sama dia, yang ujung-ujungnya akan membuat kami bertengkar lagi…

Hupphhh….lama-lama aku kesal sama dia, sampe akhirnya dipertengkaran yang terakhir ku titip pesan untuknya yang isinya “Jangan pernah hubungi aku lagi…”

Setelah itu dia masih berusaha menghubungi aku,tapi gak ku gubris sedikitpun. Sampe akhirnya dua hari yang lalu, dia nelpon lagi, gak ku angkat sich,tapi gimana ya?? Ga tega juga sich sebenarnya, jadinya aku nge-sms dia..

aQ : “Ada apa?”
 Dy : “Aku masih menunggu kamu..”
aQ : “Cape dehh….”
Dy : “Kok kamu gitu sich ngomongnya?”
aQ : “Emang kenapa?”
Dy : “Aku benar-benar gak bisa ngelupain kamu…”
aQ : “Aku dah lupa tuh sama kamu!”
Dy : “Secepat itu?”
aQ : “Yupe, as soon as possible setelah kamu ngeluarin kata-kata yang membuat aku sakit hati itu!!”
Dy : “Sakit hati? Bukannya kamu yang udah buat aku sakit hati?? Kamu buang aku begitu aja tanpa aku tau salahku apa..Seumur hidupku, baru kamu yang membuat aku seperti ini..”
aQ : “Lho, aku kan dah ngejelasin ke kamu kenapa aku mau kita putus, dan juga kenapa aku gak mau balik sama kamu. Kamu gak bisa maksa aku…Udah deh, aq malas melanjutkan percakapan ini!”
Dy : “Kenapa?? Apa karna kamu sudah mendapatkan penggantiku?”
aQ : “Bukan urusan km…”
Dy : “Aq ga nyangka begini rupanya jo aslinya…”
aQ : “Aslinya? Udah deh, gak usah nyulut permasalahan baru dan gak usah buat aq makin sakit hati sama km..”
Dy : “Aku gak pernah buat kamu sakit hati, justru kamu lah yang buat aku sakit hati dengan ninggalin aku begitu aja…”
aQ : “Terserah!!”
Dy : “Ya udah kl gitu. Aku mau pamit, soalnya aku mau latihan terjun di Bandung mulai tanggal 15 Mei nanti. Doakan saja semuanya lancar, supaya gak ada lagi yang ganggu kamu, biar kamu senang!”
aQ : “Iya. Moga sukses aja buat karirmu!”
Dy : “Jujur, sampai saat ini hatiku masih sama kamu! Biar kamu tau itu! Met mlm!!!”

:-(

Pasti sedih lah kalau harus berpisah dengan rasa marah, kesal, benci,dsb. Apalagi profesinya itu mengharuskan dia untuk konsentrasi penuh, lalai dikit nyawa jadi taruhannya…

aQ : “Bisa gak sich kita itu damai untuk sekali ini?”
Dy : “Trus?”
aQ : “Aku minta maaf atas semua kesalahanku sama kamu dan atas semua hal yang kamu tuduhkan ke aku…”
Dy : “Trus?”
aQ : “Udah!!! Itu aja.”
Dy : “Aku juga minta maaf sama kamu. Tapi kamu harus tau kalau sampai saat ini aku masih sayang kamu. Aku gak main-main tentang ini! Ingat itu.. Hati-hati disana yah, jaga kesehatan dan jangan malas makan!”
aQ : “Iya. Makasih”

Hikss… Lho, kok jadi nangis??
Iya, sebenarnya aku gak pengen semuanya berakhir seperti itu. Aku maunya kami jadi teman, masih bisa saling cerita dan apalah…Tapi dia itu selalu buat aku kesal dulu, selalu bilang :
1. “Aku memang gak selevel sama kamu, aku tau kamu siapa!!”
    (*emang aku siapa???)
2. “Aku yakin sekarang kamu pasti sudah dapatkan penggantiku!!”
   (*emang CD bisa diganti-ganti???)
3. “Kamu itu hanya mempermainkan aku kan dulu?”
   (* emang yoyo??)
dsb…

Nasi udah jadi bubur, ya dimakan ajalah…. Mungkin memang inilah yang harus terjadi sekarang… Aku harus bisa terima… ;-)

For bawel : Maap ya kalau aku belum bisa jadi yang terbaik untuk kamu saat ini. Semoga sukses buat karirmu dan semoga kamu dapatkan seseorang yang lebih tepat jadi pendampingmu kelak. Makasih buat semua yang pernah kita lalui…Gbu.

Ku bertemu denganmu, Dengan cara yang baik
Ku berpisah denganmu, Kuingin cara yang baik
Slama kau dan aku, Lebih banyak ributnya
Daripada mesranya

Kau disana..Aku disini saling menjauh..

Bisakah kita berakhir happy ending
Hapuslah semua rasa
Sakit hati dan saling membenci

Demi masa lalu, Berdamailah denganku
Kau berhak dapatkan yang lain, Selain diriku
Kau disana aku disini, Saling menjauh

Mungkinkah kita berakhir, Happy ending
Bagaimana pun, Ku pernah mencintaimu
Dan kau pun juga, Pernah cintai aku

 

Pemeriksaan Status Mental Karyawan March 30, 2009

Filed under: Mai Laif, Mai Deizz — Hasian Cinduth @ 3:12 pm

*beghh…apa kamsutnya judul postingan ini yah?
*lhoo…kenapa?? si zao emang dah gila beneran yahh?
*Pemeriksaan status mental?? Baca dulu ah, siapa tau bisa nebeng ngetes juga…hihihi… :-)

Mungkin itu adalah beberapa pertanyaan yang terlintas saat mbaca judul postingan ini. Aku juga gitu, bukan waktu mbaca judul postingan ini, tapi waktu menerima selembar kertas putih yang tulisan diatasnya berwarna biru yang disodorkan mbak Ndes tadi pagi.

*Heh??? Pemeriksaan status mental karyawan?
*Apa-apaan ini?? Emang dia kira aku dah gila??

Hehehe, tapi tenang sodara-sodara, jangan kabur dulu…ternyata bukan cuma aq doank kok yang dapat, tapi semua karyawan yang masa kontrak-nya akan habis bulan Maret ini.. *Legaaa….

Trussss pemeriksaannya itu gimana?? Yahhh, gak gimana-gimana…Kita cuma disuruh ngejawab 42 pertanyaan yang tertera, tentunya yang sesuai dengan kepribadian kita..

Pertanyaannya susah-susah gak? Enggak!! Bahkan menurutku itu cuma SILLY QUESTIONS!!! Pertanyaan Ecek-ecek!!!

Nih, ku kutip beberapa pertanyaannya yah…
“Apakah saya tidak merasa antusias dalam hal apapun?”
“Apakah saya merasa tidak ada harapan untuk masa depan?”
“Apakah saya merasa takut tanpa alasan yang jelas?”
“Apakah saya merasa sedih dan tertekan?”

Pertanyaan yang sangat mudah bukan?? Iya, mudah karna aku merasa sangat nyaman dengan partner-ku bekerja, aku senang pada atasanku yang baik dan pengertian, aku senang karna aku bisa mengerjakan pekerjaanku dengan baik, dan aku merasa nyaman dengan lingkungan kerjaku.

Tapi, kemudian aku teringat dengan seorang teman yang merasa sangat tertekan dengan pekerjaannya sekarang. Dia stress!!! Aku jadi sadar, mungkin itulah guna pemeriksaan mental seperti ini, supaya ada penanggulangan lanjut untuk orang2 seperti temanku itu…sehingga perusahaan tau kalau dia tidak sesuai dengan pekerjaannya sekarang.

hhmmm…trus hasilnya pemeriksaannya gimana?Ada dueehhh…
*plaakkk!!! dilempar pake laptop!

:-)

 

Oh Em-Ji!!!! March 25, 2009

Filed under: Cerpen, Fiksi, Imajinasiku, Coretanku — Hasian Cinduth @ 4:22 pm

Mundurkan waktu, Tuhan, lima menit saja! Kembalikan aku ke posisi saat aku masih di jalan tadi, atau biarlah aku di tabrak bajaj saat menyebrang tadi hingga tak perlu bertemu dengannya disini.

Hari ini aku senang sekali, sebab aku baru saja menerima kabar gembira dari seseorang. Dia bilang Kris akan ke Jakarta untuk sebuah urusan kantor. Kris? Oh, seperti apa dia sekarang? Kelihatan semakin dewasakah? Atau masih sama seperti terakhir kali aku melihatnya, sekitar tujuh tahun yang lalu?

Rasanya tak sabar menunggu tanggal yang telah disebutkan tadi. Aku jadi gelisah dan gugup! Heiii, ada apa ini? Kenapa jantungku juga berdebar-debar? Aku tak berhenti tersenyum, sebentar-sebentar melihat wajahku di cermin sambil bertanya dalam hati, ”Masih cantik kah aku dimatanya? Apakah dia akan mengenali aku nanti?”. Ya ampun, padahal kedatangannya itu masih seminggu lagi. Ohh, sepertinya itu waktu yang terlalu panjang untuk menunggu kedatangan Kris yang sangat ku rindukan.

Sisa hari itu ku lewati dengan konsentrasi yang memudar, tanganku terasa dingin dan gemetaran, mungkin efek detak jantung yang terlalu cepat. Yah, orang yang jatuh cinta akan mengatakan semua hal untuk membenarkan pemikirannya! Apa? Jatuh cinta? Hahaha, aku tertawa keras untuk hasil pemikiranku tadi. Apakah aku jatuh cinta lagi padanya? Wajahku terasa panas, ada semangat berlebih yang menjalar di seluruh tubuhku.

Aku tak kuasa menghalau semua pemikiran tentang dia. Apa yang akan ku katakan padanya nanti saat kami bertemu? Ah, sebaiknya kami tidak membicarakan masa lalu! Biarlah yang lalu menjadi bagian dari kami masing-masing. Entah mengapa, sesaat aku merasakan lagi rasa yang menggelitik itu, seakan ada beratus kupu-kupu yang hinggap diperutku, aku merasakan nikmat. Aku ingin berlama-lama merasakan geli itu, rasa yang telah ku lalui saat pertama kali jatuh cinta padanya. Dan ku pejamkan mataku sambil duduk bersandar di kursi, aku berusaha menghadirkan sosoknya di dalam imajinasiku.

– seminggu kemudian –

Ini hari yang telah dijanjikan. Aku dan dia akan bertemu di sebuah cafe yang terletak di seberang kantorku. Masih jam 10 pagi, dan terlalu dini untuk menemuinya disana. Ku perhatikan lagi penampilanku di cermin, cantik! Ku rapikan kerah kemejaku yang sebenarnya sudah rapi, tapi tetap kelihatan kurang rapi. Ahh, mungkin karna aku akan menemui seseorang yang sangat istimewa. Aku berusaha mengingat-ngingat lagi apa saja yang akan ku tanyakan padanya. Tak sabar rasanya menunggu jam 12 siang.

Akhirnya jam menunjukkan pukul 12.00, aku segera berjalan menuju cafe. Aduh, perasaanku semakin tak menentu. Ada getaran di bagian tubuhku, tapi aku yakin kalau aku tidak sedang bergoyang gergaji sehingga aku bingung itu getaran apa. Ku raba saku celanaku, dan ku dapati handphone ku yang masih bergetar-getar. Oh, ternyata itu penyebabnya. Ku baca sms yang baru saja ku terima, isinya ”Aku sudah sampai. Kamu dimana?”

Aku semakin mempercepat langkahku tanpa membalas sms nya lagi. Dan kini pria itu ada dihadapanku, tersenyum sambil mengulurkan tangannya kanannya. Aku gamang seketika, mulutku terkatup rapat dan mataku tak berkedip memandangnya.

Benarkah dia adalah Kris yang ku kenal dulu? Kris yang ku cintai dan yang ku tunggu selama tujuh tahun? Tapi..tapi…tapi kenapa penampilannya jadi seperti ini? Oh Em-Ji!!! Bisakah aku meminta untuk memundurkan waktu hingga aku tak perlu bertemu dengannya? Mundurkan waktu, Tuhan, lima menit saja! Kembalikan aku ke posisi saat aku masih di jalan tadi, atau biarlah aku di tabrak bajaj saat menyebrang tadi hingga tak perlu bertemu dengannya disini. Tuhhhhaaannnn…Kau dengarkah permintaanku ini?

Aku bagai tersambar petir mendengar ucapannya padaku,

”Heiii, yeii dari mana saja? Lamrettaa bokkk!!! Eke dah laper nich.!!!”

Oh nooooo!!!! Tak mampu lagi aku mencari posisi yang tepat untuk merebahkan diriku, yang ku tau aku pingsan seketika.

————————————————————-

Hahahaha…… ini cuma imajinasi aja yah, tak ada dalam kisah nyata!! Aku terinspirasi dari postingannya mbak Lala yang mengatakan bahwa tidak semua yang kita inginkan jadi kenyataan. Trus geli aja pas bongkar-bongkar postingan bang ogie yang suka make bahasa ”eke”, ”bokkkk”, dll. Sungguh bang, i like your style!!! Makasih buat para motivator… :-)

Oh ya, postingan kali ini ku dedikasikan buat Mai Metal Girls (awok, pempok and piteng, i luv u all…)

:-)

 

Oh no, Thanks!!! March 24, 2009

Filed under: Curhat — Hasian Cinduth @ 7:21 am

Kemaren tuch ada pengalaman yang ‘cukup’ mendebarkan di metro mini 07 (Senen-Semper). Tau gak ada apa? Ada copet tau!!! Tuch copet sialan amat, dah buat kaki ku biram dan bahu kananku terasa ngilu! Ku doakan, semoga tuch copet sialan dimakan kodok!!! (*eh, emang bisa yah? Hahaha…)

Kejadiannya pas pulang dari ITC abis nemanin sister awok belanja. Aku duduk di barisan tengah sambil dengerin MP3. Awalnya sich aman-aman aja, sampe pas di daerah Pelumpang yang saat itu ‘agak’ macet karna ada perbaikan jalan, naiklah seorang pria bertopi merah dari pintu belakang. Kenapa aku tau dia naik? Karna waktu itu aku sedang menoleh ke Belakang. Tapi kok cewek-cewek yang duduk di belakang pada teriak ya??

Aku terkejut melihat penumpang yang duduk di belakang kemudian berlari sambil dorong-dorongan keluar melalui pintu depan. Ekspresi mereka mereka itu ketakutan!! Aku yang gak tau apa-apa yah ikut aja dalam arus dorong mendorong itu, dan ku rasakan kaki kananku terhimpit ke salah satu bangku yang dilewati. Aku gak peduli lagi, aku langsung lari juga mengikuti penumpang yang lain. Pas udah agak jauh, aku baru nanya sama salah seorang penumpang yang tadi lari di sebelahku.

“Mbak..mbak!!! Ada apaan sich??”
“Ada copet tadi mbak!! copet!!” Dia menjawab sambil ngos-ngos-an.
“Di belakang ya mbak?” Aku bertanya lagi.
“Iya. Dia bawa PISAU!!!!”
“oww….”

Ternyata copetnya itu juga dah lari entah kemana, dan kami naik lagi ke dalam metro mini yang sempat kami tinggalkan. Jantungku masih dag-dig-dug gitu pas duduk, dan ku lihat ke kaki kananku, ow..ow..ow…ternyata biram!!! Dasar copet sialeun, dikau sudah membuat kakiku biram!!!

Trus, apa hubungannya dengan judulnya yang Oh, no…Thanks??

Gini ceman-ceman, jadi begitu nyampe di kost-an, ternyata si Ito yang punya kost-an udah siap-siap mau pergi makan malam bareng anak-anaknya, jadi diajak jugalah aku sekalian. Ku pikir kami bakal makan di tempat biasa, yang menjual nasi bebek. Ternyata enggakkk!!! Kami ke restauran cina gitu.

Begitu nyampe, mereka langsung mesan makanan. Karna aku baru pertama kali ke situ, jadi liat-liat daftar menu dulu. Tapi aku kaget-kaget mendengar pesanan mereka.

A :”Aku pesan daging ular yah, satu!!!”
hah?? mataku langsung melotot melihat si pemesan itu!
B :”Aku kodok aja dech. Tapi masak mentega yah!!!”
hah?? lagi-lagi aku terperangah!!

Ohhh noooo, ternyata aku makan sama kanibal!!!!! Bisa donk ditebak kalau aku langsung gak selera, secara ular itu kan binatang yang paling eggghhh…gak tau ahh!!!

Setelah mereka selesai mesan, kemudian giliranku. Tapi aku dah gak selera lagi, jadi cuma pesan air jeruk murni. Tapi pas ditengah-tengah acara makan, mereka semua maksa aku nyobain pesanan mereka..

A : “Ayo cobaaa to, enak kok ini!!!!”
B : “Iya tante, jangan ragu-ragu. Nanti kalau dah nyoba pasti ketagihan dehh…”
Aq : “Oh, no. Thankz!!!”
C : “Hahahah…tantenya malu-malu!!”

*PLAKKK!!!! ngapain juga malu-malu, gak tau yah kalau gue ketakutan?? Hehehe…. Setelah sedikit dipaksa dan dikasih tau kalau sebenarnya itu daging BELUT, bukan ULAR, akhirnya aku mau nyobain… ihhh… tapi cukup sekali ini aja. Gimana rasanya?? Mana gue tau, wong begitu masuk mulut langsung gue telan. Aku sendiri GAK PENGEN TAU RASANYA GIMANA! Hiaaaakkkksss…..

Trus kodoknya gimana? Dimakan juga??? Iya…. dicobain juga, tapi cuma 2 potong aja, soalnya diledekin mulu sich sama 2 anak kecil itu, katanya aku malu-malu… dan kini aku ikutan jadi KANIBAL juga… hihihihi…. :-)