Ada banyak masalah dalam hidup kita yang datang silih berganti datang mendera, bukan untuk menjatuhkan atau menghancurkan kita, tetapi untuk mengajarkan kita apa arti berjuang, bertahan dalam penderitaan, pasrah, belajar menerima keadaan, memahami ada Tuhan yang akan selalu menolong dan menopang kita dan mungkin mengajarkan kita berbahagia dalam kesedihan. Tapi lebih dari itu semua, dari semua masalah yang pernah ku hadapi dalam hidup ini, aku belajar untuk tidak menghakimi orang lain dalam masalahnya.
Belakangan ini, ada sebuah masalah yang menurutku cukup membuat ‘goncangan’ untuk seseorang yang sangat ku kenal baik. Ada banyak pendapat, ada banyak ucapan kasar, ada banyak pemikiran picik dan lainnnya. Tapi yang paling ku sesalkan adalah banyaknya ‘H.A.K.I.M’ yang merasa berhak untuk menilai, memutuskan sebuah perkara tanpa pernah tau bagaimana fakta dan kenyataan sebenarnya. DAMN!!
Sejak aku tau tentang masalah itu (sorry, can’t share ’bout that problem), aku memang terkejut, kaget, sedikit marah karna baru dikasih tau setelah berbulan-bulan terjadi, dan aku sedikit terpukul. Tapi aku diam, hanya mendengarkannya bercerita tentang masalah yang dialaminya, mendengar dia minta maaf karna baru bisa cerita sekarang setelah masalah semakin runyam. Aku tidak ingin menghakiminya, apalagi menyudutkannya, jadi ku katakan saja ‘….aku kaget mendengarnya, tapi kalau memang itu keputusan yang kamu ambil untuk menyelesaikan masalah ini, aku hanya bisa mendokan semoga masalahnya cepat selesai, tetaplah kuat dan jangan ragu menghubungi aku jika kamu butuh teman untuk sekedar ngobrol, meluapkan kesedihan dihati… ‘. Tapi setelah telpon ditutup, aku menangis, memahami bagaimana beratnya persoalan yang dihadapinya saat itu dan tak bisa ku bantu dia selain dalam doa dan dukungan semangat.

Setelah kejadian itu, ada banyak orang yang menghubungi aku, bercerita dengan lancarnya menurut versi dirinya masing-masing. Begini…begini..begitu..begitu… Aku hanya bisa diam dan mengernyitkan keningku. Sudahkah kamu bertanya kepada orangnya langsung tentang masalah ini? dan dengan santainya dia menjawab B.E.L.U.M. Luar biasa menurutku, menghakimi orang lain tanpa mengkonfirmasikan apakah yang sebenarnya terjadi. Hebat!! Maka tanpa ingin melukai perasaannya ku katakan, ‘kalau belum ngomong langsung ke orangnya, omongannya dijaga dulu, jangan membuat keadaan semakin panas dan kacau. Stay calm, kamu hanya orang lain yang ga berhak mencampuri urusan orang lain .’ *Mati loe!!!
Bukan hanya dia, tapi ada banyak orang yang mengeluarkan kata-kata pedas tanpa mau mengkonfirmasi antara berita A dan B yang di dengar. Terus, kenapa sih terlalu ikut campur urusan orang lain? Ga bisakah duduk diam, tenang dan manis dulu sampai ada waktu yang tepat untuk berbicara?
Dari masalah ini, aku jadi berpikir, terdiam dan merenung. Siapakah kita dengan gampangnya menghakimi orang lain atas suatu perkara yang tidak kita ketahui faktanya, padahal diri kita sendiri belum tentu benar atau lebih baik dari orang yang kita hujat? S.T.O.P menghakimi orang lain hanya berdasarkan kabar angin yang berhembus, S.T.OP menghujat orang lain karena masalahnya dengan orang lain, bukan denganmu!!
Marilah kita tetap tenang, mencerna sebuah masalah dengan kepala dingin, jangan menghakimi orang lain jika masalah itu bukanlah tentang dirimu sendiri. Dan dukunglah orang yang sedang putus asa dan berbeban berat, mungkin saat itu kau telah menyelamatkan nyawa satu orang, karna dia merasa tidak sendirian saja di dunia ini.
Salam perdamaian
