Coz I’m SpeCiaL

and I refuse to fall….

Kamu matre ya?? November 24, 2009

Filed under: Curhat, Mai Laif, Mai Deizz — Hasian Cinduth @ 9:39 am

Kemaren, 23 November 2009, ada kejadian aneh (*setidaknya menurutku ;) ). Kenapa aneh? Karena ada orang aneh yang bersikap aneh, hahaha…rebet banget sih? :-)

Pagi-pagi aku check blog, ada comment yang nyangkut alias belum di approve (*kamu lihat deh comment yang ke-20). Awalnya aku ngakak bacanya, aneh banget sih.

Coba deh kamu baca sekali lagi,
“km mau gk kawin amaku
aku tinggal disibolga
relleyadam@yahoo.com
0819 332 38 084″

Disitu jelas tertera nomor HP nya, ada juga emailnya. buseeetttt dahhhh!!!! Masa ngajak kawin?? kenal juga enggak!

Iseng-iseng aku nge-add dia di YM. Kenapa? hanya karena dia bilang dia orang Sibolga, siapa tau aku kenal sama dia. Just it!! (*sesama teman sekampung kan harus saling menghargai ;) )

Sorenya dia OL, tapi sayangnya aku lagi sibuk dan pusing banget buat slide untuk presentasi, jadinya percakapan sore itu kurang ’sreg’ menurut dia. Trus dia minta namaku di fesbuk, ya udah, aku kasih aja linknya. Setelah itu dia nge-add, tapi aku gak langsung approve, karena emang lagi sibukkk banget, suer deh disambar Joon Pyio.. :-)

oh ya, satu yang kelupaan, jadi ceritanya dia minta no HP ku, dan ku kasih.

SMS 1 : Kok belum diconfirm si?
SMS 2 : Lg ngapain dk

Kedua SMS itu emang gak ku balas, lagi sibuk coi. Sampai dirumah baru bales smsnya.

Aq : Sori br blz, br plg kantor nih. Td aq lg sibuk bgt dkantor,bt slide utk presentasi bsok, jd ga smpat confirm. Oh y, km umurnya brp? Biar tau manggil apa.

(*Okeh, jadi perlu ku tekankan lagi, aku balas smsnya hanya karena ingin kenal dia, bukan nanggepin ajakannya kawin. )

Dia : Km mau gk kawin amaku? aq 25.

(*buseeeetttttt, dia ngulangin lagi ajakan kawinnya! hahaha, aku benar-benar ngakak mbaca SMS nya :-) )

Aq : iih, apaan sih? Masa ga kenal tp ngajak kawin? Emang situ dah mapan? Bisa ngidupin aku? :P

(* Wajar kan aku bilang gitu? Bukan bermaksud matre, tapi pernikahan itu memang bukan hanya sebatas hidup bersama, menurutku!)

Dia : Km matre ya? ya kalo kwn itukan berjuang bersama. ya udahlah kalo gt. gk ada gunanya kt nalan, u matre.

(*wahahahahaha =)) , sumpah deh…. ini orang aneh banget sih? Masa gitu aja dibilang matre? Kecuali aku bilang gini “kalo emang kamu mo merid sm aku, kamu harus beliin dulu sebuah villa di puncak atas namaku, atau gimana kl kita kenalan dulu sambil jalan-jalan di Paris??” Iddddiiihhhhh, enggak banget deh…. )

Aq : Haha..utk apa aq matre? Aq kerja,punya penghasilan, aq bs idupin diriku sendiri. Mgkn km yg perlu belajar bnyk ttg arti pernikahan. Pernikahan itu bukan hny ttg ms skarang, tp jg ms depan, you know? Dr awal aja kamu dah aneh, masa’ ngajak orang merid padahal gak kenal?
Such a pangoli tarsosak! :p hahahah….

(*ya iyalah….aku tau kok kl merid itu emang berjuang bersama, tapi kl yang ngajak aku merid adalah orang yang ku cintai dan mencintai aku.. Apapun akan ku lalui, asalkan dia ada disampingku… Tapi ini?? Siapa dia?? Masa aku berjuang bersama orang asing? :p enggak banget deh… )

Dia : Ia memang aku salah. Ku pikir kamu da dewasa dan matang. ternyata masih remaja dan kekanakan. ya udah, tunggu 7 tahun lg, pasti sudut pandang km berbeda. bye.

(*busetttt!!! 7 tahun lagi?? kekanakan?? remaja?? =)) hahahaha, dudullll… heiii man!!! I’m not a teenager, gue manager!!! mampus!!! hahhaha… idih, ngapain juga nunggu 7 tahun lagi, kalau si akang ngajak merid besok, aku juga mau kok…tapi si akang ya, bukan kamu!!!! )

Aq : Waw, qt cm beda 2 taun kok, dan dewasa itu bukan ditentukan oleh umur lho.. Okelah kl bgt,slamat mencari pengantin wanitamu..hahaha….

(* kata siapa umur menentukan kedewasaan seseorang?? :p Aku mungkin hanya seorang wanita yang sedang beranjak dewasa, tapi terbukti dalam banyak hal, aku lebih dewasa dari wanita berumur 26 lainnya, yah…setidaknya begitu kata seseorang padaku ;) )

Dia : Km betul dan memang umurku masih muda,tp cara pandangku da jauh kedepan dan dewasa,sedangkan kamu masih penuh ambisi kayak anak remaja yang cita-citanya setinggi langit, jgn lupa minum cucu ya dek.

Hahahaha…. duh, gak berhenti ngakak deh ngadapin cowok emosional dan berpikiran sempit gini!! O la la, aku memang masih punya ambisi, that’z right folks ;-) , dan aku juga memang masih minum susu, itu baik untuk kesehatan tau…. :p hahahaha….

Ck…ck..ck… masa aku dikatain matre???? Yang ada orang-orang yang bilang kl mantan pacarku yang manfaatin aku… ;)
Padahal itu semua gak benar, aq gak matre dan aq juga gak bakal bisa dimatrein…

 

Penantian di ujung gang! November 18, 2009

Filed under: Cerpen, Fiksi, Imajinasiku, Coretanku — Hasian Cinduth @ 9:03 am

Tapi, demi Tuhan, keadaanku sungguh memalukan. Saat ini aku hanya memakai kaus singlet kumal, masih dengan jeans pendek yang molor dan harus selalu ku pegangi jika tidak ingin melorot. Dan rambutku? Oh, benar-benar acak-acakan….

Seperti biasanya, pagi ini aku kembali berdiri di ujung gang sempit dan bau, tepat di seberang rumah seorang gadis cantik. Ku hisap pelan rokok yang ada di antara kedua jariku, sudah setengah jam aku menunggunya. Nah, itu dia!

Ku amati setiap gerak-geriknya sejak dia membuka pintu rumahnya. Dia sedikit membungkuk sambil meraih tangan hangat wanita yang tak kalah cantiknya, wanita itu ku kenal sebagai ibunya, dan kemudian mencium tangannya dengan lembut. Oh, betapa hormatnya gadis itu pada orang tuanya, dimana jaman sekarang kebiasaan seperti ini jarang ditemukan. Kemudian gadis itu berjalan cepat, ahaaa…aku tau! Seorang temannya pasti sudah menunggunya di ujung jalan, aku sudah hafal aktivitasnya di pagi hari.

Ku jatuhkan puntung rokokku, yang sekali injak langsung mati dan dengan cepat ku tegakkan tubuhku sembari aku berdehem kecil.
“Ehmmmm….”
Ku harap dia melihatku, oh tidak perlu, mungkin jika dia mau melirikku saja, aku akan sangat bahagia. Tapi malang, kali inipun, aku masih belum beruntung. Tak apa, lain kali akan ku coba lagi.

Aku pulang ke rumah dengan lunglai, celanaku yang molor ku tarik dengan asal saja, tapi kemudian melorot lagi.
“Kamu dari mana saja, pagi-pagi kok sudah kelayapan?”
“Ma, apa mama tidak punya peribahasa lain untuk diucapkan? Setiap hari hanya itu-itu saja!”
”Apa kamu pergi melihat gadis itu lagi?”
”Ya ma, aku sangat menyukainya.”
”Berhentilah mengejarnya. Dia itu anak orang berada.”
”Oh mama, aku benci dengan pengkotak-kotakan ini!”
”Tapi itulah kenyataan.”
”Tidak, aku akan terus mengejarnya sampai dia mau!”
”Dan ayahnya akan menyerahkanmu dengan senang hati ke polisi! Sudah, tak usah banyak bicara lagi, sekarang juga kamu harus mandi sebelum mama muntah mencium bau badanmu.”

Aku berlalu sambil berpikir keras mengingat ucapan mama. Dia adalah anak orang kaya, sementara aku hanya seorang pengangguran, anak seorang tukang jagal pula. Tak ada yang bisa ku banggakan dari diriku.

”Hei pemalas, benar-benar manusia tak berguna!”
Aku menoleh, mencari asal suara sumbang yang membuat darahku mendidih.
”Kenapa? Kau ingin menantangku? Dasar sinting, begitu tebal muka sampai berani mengejar anak orang kaya!”
”Lalu apa urusanmu? Apakah anakmu yang ku kejar?”, balasku.
”Cuih, aku gak sudi punya menantu tak berguna sepertimu. Dasar orang gila!”

Oh tidak, aku benci dikatai gila! Aku tidak gila! Sungguh!! Aku masih waras, hanya saja minuman beralkohol sering melemahkan kesadaranku. Kemudian aku teringat akan gadisku, apakah dia berpikiran sama dengan wanita bermulut tajam ini? Apakah dia juga menganggapku gila?

Esok paginya aku berdiri lebih awal di ujung gang yang sama. Aku berharap mendapat keberuntungan di pagi ini. Tapi kenapa malah segerombolan bocah yang muncul? Mereka memakai gaun yang indah, yang laki-laki berpakaian rapi. Mereka berteriak bersamaan, tepat saat mereka melihatku berdiri di ujung gang.
”Lariiiii….ada orang gila!!”
”Mamaaaa…..aku takut!!”, teriak yang lainnya.
Dasar bocah-bocah sialan, bocak tengik!! Akan ku pukul jika bertemu denganku lagi!
Hari inipun aku masih belum beruntung. Dia, gadisku, belum melihatku!

Aku pulang ke rumah, kali ini melalui jalan raya, tidak seperti biasanya.
Oh, aku sungguh melihatnya, melihat gadisku di kejauhan.
Mmmm, ini benar-benar kesempatan emas!!!
Tapi, demi Tuhan, keadaanku sungguh memalukan. Saat ini aku hanya memakai kaus singlet kumal, masih dengan jeans pendek yang molor dan harus selalu ku pegangi jika tidak ingin melorot. Dan rambutku? Oh, benar-benar acak-acakan, dengan muka kusam dan mata merah akibat terlalu banyak menenggak minuman beralkohol. Sendalku pun hanya sendal jepit yang talinya sudah putus sebelah.Ah, tak apa, asalkan aku bisa menyapa gadisku.

Ketika jarak kami sudah dekat, ku coba menyapanya.
”Pssstt…cewek!”
”Arrgghhhh…dasar orang gila!!!” Ku dengar temannya menjerit ketakutan sambil berlindung di balik punggung gadisku.
”Mau kemana?”, tanyaku lagi.
Aku semakin mendekati posisi gadisku, sementara dia semakin terpojok di tepi got, dia mencoba menjaga jarak denganku.
”Arrrrgghhh…pergi..pergi!! Kali ini pun masih mulut bawel temannya yang berteriak.

Ku tatap gadisku dan ku langkahkan kakiku ke arahnya. Dia ketakutan, mukanya pucat dengan mata menyipit. Ekspersi wajahnya saat ini persis seperti ekspresi adik perempuanku yang ketakutan saat ku angkat seekor kecoa ke hadapannya. Bedanya, adikku menjerit dan menangis, tapi gadisku hanya diam saja. Tapi masih dapat ku tangkap kengerian di wajahnya saat ku dekati.

”Oh, jangan takut cantik, aku takkan melukaimu”, kataku dalam hati.
”Arrghhh, ayo pergi!!!” Ku lihat temannya menarik tangan gadisku dengan cepat, dan kemudian mereka berdua berlari kencang.
”Sial…!!!”. Aku menggerutu dalam hati.
Ku lanjutkan lagi perjalananku menuju rumah melalui jalan pintas, gang lain yang ada di daerah ini.

Tapi sejak kejadian itu, aku tidak dapat lagi melihat gadisku. Kenapa? Karna di hari yang sama aku masuk penjara. Penjara? Ya benar, penjara….
Siang itu segerombolan anak-anak yang sedang bermain di gang mengolok-olokku.
Kata mereka, ”Orang gila…..orang gila…!!!”
Mereka mengikutiku dari belakang sambil bertepuk tangan, persis seperti ketika mereka melihat segerombolan pelakon topeng monyet.
”Kurang ajar, cepat pergi!!!”, hardikku.
”Orang gila…..orang gila….!!”
Mereka malah semakin kegirangan. Aku tak sabar lagi, lalu ku kejar mereka dan ku tangkap salah satunya. Tak hanya itu, aku juga mendaratkan jitakan kuat di keningnya sampai terlihat benjolan.

Ternyata ibunya anak itu tak terima dengan perlakuanku. Dia menghantamkan sebuah balok berukuran sedang tepat di kepalaku, akibatnya kepalaku pun berdarah. Setelah itu, dia memanggil polisi dan beramai-ramai dengan penduduk lain menuduhku sebagai pengganggu ketenangan masyarakat. Saat itu tak ada yang dapat membelaku, bahkan ibuku hanya menangis sedih, tak dapat melawan kehendak orang banyak. Aku ini sungguh pria yang malang.

Tapi, adakah yang tau kabar gadisku? Apakah dia baik-baik saja?

*****************************************************************
PS:
Seperti biasa juga, tulisan kali ini ku dedikasikan buat teman-temanku yang sudah bersedia membaca blogQu dan juga ninggalin coment. :-) . Makasih juga buat semua requestnya yah…

Dedicated to:
1. Bastanti Tamba Muda Adek Ranto. (*Hahaha, pish bang… i luph yu…)
2. Etha Maretha Sumarjono Labamba. (* Udah kan bu?? ;) )
3. Primadona Cikoko Pardede, edaku yang baek kayak itonya. (*Puas kau don? :p )
4. Echa buaya, si ketua geng ”CUNGKRING”.
5. Debora ”Say” Hutagalung. (* Udah ada namamu kan bu? :-) )
6. Metal Girlz, Pempok, Piteng dan Awok. Luph u all buuuuu……. ;)
7. Buat semua anak aspi 05 yang namanya gak bisa disebutin satu-satu. Udah include lah klen semua di dalamnya yah?

 

Sweet Disaster? November 2, 2009

Filed under: Cerpen, Fiksi, Imajinasiku, Coretanku, Sorry, i luv yu... — Hasian Cinduth @ 3:20 pm

Sinting!!! Sekarang meminta aku jadi pendamping pengantin wanitanya? Edan!!!! Kenapa gak sekalian jadi pengantin wanitanya aja?

Sudah enam bulan ini aku dekat dengan seorang pria, namanya Roy. Dia adalah pria yang menyenangkan, pria pertama yang mampu ’memaksa’ aku untuk bersikap dan berpikir lebih dewasa, dan yang terpenting, dia tau bagaimana cara membuatku tertawa. Jujur saja, aku sedikit ’tergerak’ dengan semua yang ada padanya, tak bisa ku pungkiri pula,kadang kala aku tersenyum jika sedang memikirkannya. Tapi kemaren siang, dia hampir saja membuatku ’terjatuh’ dari angan-anganku jika saja aku tak segera tersadar dan sukses mengontrol pikiranku kembali.

Percakapan by HP (14.00 WIB)

Roy : Tanggal berapa berangkat dari sana?
Aqu : Hmm, belum tau.
Roy : Rencananya?
Aqu : Yah, kalau gak tanggal 4, mungkin tanggal 5.
Roy : Oh, kl emang tanggal 5, jangan lupa ya datang ke pesta kita!
Aqu : Pesta? Kita? Maksutnya?
Roy : Iya, aku mau merid tanggal 5.
Aqu : Maksutnya? (* makin gak ngerti mode on)
Roy : Kamu kebanyakan becanda sih, jadi waktu lagi serius dianggap becanda juga.
Aqu : Apaan sih? Oke..oke.. sekarang serius. Siapa yang mau merid?
Roy : Aku.
Aqu : Sama???
Roy : Ya sama pacarkulah.
Aqu : Hah?? Ini serius?
Roy : Iya serius. Kamu gimana sih?
Aqu : (*terpelongo… jambak-jambak rambut sendiri, auuhh…sakit!!! )
Roy : Hello… masih ada orang kan?
Aqu : Hemmmm… (* nyubit lengan kiri, dddohhhh, sakit juga!!! )
Roy : Kok diam?
Aqu : Heh? Iya, masih disini kok. Ini serius? Gak lagi becanda kan?
Roy : Ya elah. Ya iyalah, serius!

GUBRAK!!!!!! Jadi.. jadi… dia mau merid?? Serius?? Trus…trus… selama 6 bulan ini aku dianggap apa? Ah, masih gak percaya!

Aqu : Emang dah berapa lama pacaran sama dia?
Roy : Dah lama lah..
Aqu : Berapa tahun?
Roy : Berapa ya? 5 tahun!
Aqu : Lima tahun? (* Buseeettt, kali ini garuk garuk kaki karna gatal…. :d )
Roy : Iya.
Aqu : Serius nih?
Roy : Hehehe, enggak kok. Satu setengah tahun.
Aqu : (* Menelan ludah, kok terasa sedikit pahit ya?)

Satu setengah tahun? Ya ampun, berarti selama dia dekat sama aku, ternyata statusnya pacar orang? Dan aku gak tau? Oh mai, oh mai.. Ini gak mungkin!

Roy : Ya sebenarnya sih dia yang pengen cepat-cepat merid, dia ngajakinnya taun depan.
Aqu : Trus?
Roy : Tapi aku belum siap.
Aqu : Oh, jadi yang tanggal 5 belum pasti?
Roy : Belum. Dia sih pengennya Januari, atau Juni, yang penting taun depan katanya.
Aqu : Oh…
Roy : Kenapa sih dari tadi au..au..oh aja?
Aqu : Ya wajar donk, kayak di sinetron-sinetron itu lho, jadi agak-agak kaget dengarnya.
Roy : Hahahaha…

Merid? Taun Depan? Januari? Arrghhhh…… kenapa jadi begini sih?
(*Berjalan ke arah cermin, ngeliat tampang bloon muncul disana, dan matanya melek. Oh, berarti aku gak sedang tidur! Kembali lagi ke tempat tidur.)

Roy : Sebenarnya ada masalah yang sampai saat ini belum terselesaikan. Gini loh, (********************************)
Aqu : Oh gitu, (************************)
Roy : Iya, makanya aku juga lagi bingung sekarang. Menurutmu aku dah pantas belum kl jadi pengantin?
Aqu : I don’t know.
Roy : Lho? Kok gitu?
Aqu : Ya iyalah. Kalau kau merasa pantas, maka memang pantas. Jika tidak, berarti gak pantas.
Roy : Menurutmu?
Aqu : still don’t know.

Gilak, gimana mungkin aku bilang PANTAS? Iya, kamu pantes banget kok jadi pengantin, suer deh, disambar gledek! Mana mungkin, sementara aku masih belum bisa meredakan nyeri yang terasa di kepala akibat pengakuanmu yang tiba-tiba ini. Damn!

Roy : Eh, ntar kamu mau gak jadi pendamping pengantin wanitanya?
Aqu : Maksut loe?
Roy : Iya, jadi pendamping pengantin wanitanya! Ntar aku yang nyampein ke dia.
Aqu : Maksut loe?
Roy : Iya, jadi nanti yang jadi pendamping prianya itu teman dekatku. Kenal kan?
Aqu : Hmmmm…..

Sinting!!! Sekarang meminta aku jadi pendamping pengantin wanitanya? Edan!!!! Kenapa gak sekalian jadi pengantin wanitanya aja?

Roy : Gimana? Mau kan?
Aqu : Enggak!
Roy : Kenapa?
Aqu : Gak mau aja.
Roy : Tapi kenapa ?
Aqu : Aku masih sangat muda, ntar malah jadi pengen nikah juga. Hahaha..
Roy : Kalau misalkan aku nikahnya 2 tahun lagi, pasti udah gak muda lagi donk.
Aqu : Ah, pokoknya gak mau!

Mau dua tahun lagi kek, mau tiga tahun lagi kek, mau kakek kakek, mau nenek nenek, pokoknya gak mau!

Aqu : Eh, udah dulu ya, ada telpon masuk nih, kayaknya urgent.
Roy : Iya. Tapi jangan kasih tau orang dulu ya tentang rencana merid ini. Masih rencana.
Aqu : Hmmm…
Roy : Kalau sampai ada yang tau, aku gak bakal percaya lagi nih sama kamu.
Aqu : Hmmm….
Roy : Janji dulu!
Aqu : Iya deh, janji!
Roy : Benar yah?
Aqu : Iya, benar!

Arrggggghhh…. Apa yang dapat ku tuliskan disini untuk mendeskripsikan apa yang kurasakan. Marah? Kesal? Merasa dipermainkan? Apa? Masih kurang pas rasanya.
Terbayang lagi saat-saat selama 6 bulan ini, ketika dia berlaku sangat manis, membuat nama panggilan special, bilang kangen? Najis! Apa maksud semua ini?

Panas, gerah, kepalaku rasanya gatal sekali. Ku putuskan untuk mandi saja, mengademkan semua isi kepala termasuk hati ini. Saat ku putar kran shower, terngiang lagi semua ucapannya, mau merid! Arghhh…. Jadi selama ini dia hanya mempermainkan aku? Ku sadari terasa sakit di dalam hati ini.

Apa yang dirasakan kekasihnya saat dia menghubungiku hampir setiap malam? Punya feeling-kah dia atas semua yang terjadi ini? Sakitkah yang dirasakannya selama 6 bulan ini? Entah mengapa aku merasa bersalah, dapat ku rasakan jika aku yang ada diposisinya. Maafkan aku, tetapi bukan salahku, kekasihmu yang tak jujur padaku.

Air dengan derasnya mengucur di atas kepalaku, ku harap perlahan mampu mengikis semua ingatan tentang dia. Pria ini sungguh menyebalkan, bagaimana dia bisa setega itu mempermain aku? Menjadikan ku ‘sweet disaster’ diantara mereka? Ku putar kran lebih kencang lagi, berharap leher pria itulah yang sedang ku gengam sekarang. Damn!

Masih tak bisa ku percaya apa yang ku dengar hari ini. Malam terasa sangat panjang karna memikirkan itu. Lalu ku putuskan mengirimkan SMS untuknya.

”Sejujurnya masih belum bisa ku percayai sepenuhnya tentang semua yang kau katakan hari ini. Gimana ya, gak bisa ku tuliskan dengan kata-kata semua hal yang ada di pikiranku sekarang. Tapi satu hal yang ku sayangkan, kenapa kamu gak jujur dari awal dan baru bilang sekarang? ’Seandainya’ aku menyukaimu, maka pantaskah jika ku katakan bahwa kau telah mempermainkan aku? Hahaha, tolol sekali rasanya! Tapi anggap sajalah itu semua sebagai ’intermezo’, karena kita berteman kan? Makasih sudah berbagi cerita hari ini, semoga ada jalan keluar untuk masalahmu.”

Send!!!

Teringat lagi kata-kata seseorang ”Cewek keren pantang menangis!”. Maka itu tidak ku lakukan.
Aku marah, tapi tak dapat ku sampaikan padanya.
Aku ingin menangis, tapi aku tak sudi.
Jadi harus ku biarkan saja semua ini berlalu seiring berlalu waktunya waktu.

Rasa-rasanya aku harus menata hatiku lebih kuat lagi, agar para pria tak bertanggung jawab itu tak bisa memasuki hatiku. Cewek keren pantang menangis!

====================

PS : Dedicated to My Sister, Juli Munthe “juthe”.
Oi sister, gak tau mau buat cerita apa tentangmu, jadi ini aja yah? hehehe… Luv yu sister, moga sukses selalu yaks!!!

 

Just wanna be happy!!! October 21, 2009

Filed under: Cerpen, Fiksi, Imajinasiku, Coretanku — Hasian Cinduth @ 5:05 pm

Aku tidak sedang menyerah pada keadaan, aku hanya sedang yakin bahwa ada tempat yang lebih layak untukku

Someone once told me that you have to choose
What you win or lose
You can’t have everything….

Lantunan lagu yang mengalun dari music player menyentakku dari lamunan panjang yang entah sudah berapa lama terjadi. Aku masih belum sepenuhnya tersadar saat ku dengar suara sepasang kaki yang sedang berjalan, tepat menuju ke arah kamarku. Suara itu kemudian berhenti, ku pikir tepat di depan pintu. Aku terdiam, menunggu ketukan pintu yang tak akan ku buka untuk siapapun, setidaknya untuk hari ini.

Dia tidak mengetuk, aku juga tak berniat menggerakkan kedua kakiku untuk sekedar melihat siapa dia. Ku lihat jam di dinding kamarku, sudah sepuluh menit dia berdiri disana, apa yang dilakukannya? Aku hanya mengira-ngira dalam pikiranku, masih tidak berniat bangkit untuk sekedar menilik. Kemudian dia berlalu, menuju pintu keluar.

Pintu ruang depan menutup dengan suara lembut, kelihatan sekali seseorang itu tak ingin menggangguku dengan suara apapun. Aku menghela nafas.

”Prangggg!!!”. Aku terkejut mendengar suara keras yang berasal dari sudut ruanganku. Bagaimana mungkin? Aku meloncat kecil dari ranjangku, menghampiri sesuatu yang telah terjatuh dari tempat seharusnya. Aku memandangi bingkai foto yang telah hancur itu masih dengan pandangan tak percaya. Itu adalah fotoku dengan Rio, kekasih yang telah meninggalkanku demi ambisinya. Ku raih lembaran foto dengan perlahan, berharap aku tak dilukai oleh pecahan kaca.

Pertanda burukkah itu?

Aku tak tau.

Lalu siapa orang yang tadi ada di depan pintu kamarku? Rio kah itu? Sekarang dapat ku rasakan air yang menetes di kedua pelupuk mataku. Aku masih belum rela kehilangannya.

”Ima…buka pintunya ma!”.
Aku menoleh ke arah pintu, si burung betet itu pasti hendak menggangguku lagi.

”Ima…pliss ma!! Buka pintunya… Kamu baik-baik aja kan?”
Aku mengangguk perlahan, sambil menyeka air mata yang masih menetes di pipiku, tapi sama sekali tak ku bukakan pintu itu untuk Nia, sahabatku.

”Oke..oke!! Aku tak akan mengganggumu lagi. Tapi jika kau butuh aku, aku ada di luar.”
Dia masih tak menyerah juga rupanya.


Don’t cha love in vain
Cause love won’t set you free
I could stand by the side
And watch this life pass me by
So unhappy
But safe as could be…

***

Ku langkahkan kakiku dengan gontai menuju lift, aku masih tidak bersemangat. Ku tekan angka 18 dengan asal, berharap lift ini akan membawaku ke sebuah tempat lain, bukan lantai 18 yang ku tau tak akan memberiku rasa nyaman.

“Ting!! “.
Aku berjalan keluar dari dalam lift menuju sebuah pintu kaca. Oh tidak, disana sudah ada seraut wajah yang memuakkan, membuat mood ku semakin tidak bisa diajak kompromi. Aku berusaha mengatur langkah kakiku setenang mungkin, meski ku tau wajahku tidak bisa menyembunyikan betapa inginnya aku berlari kencang. Wajah itu tersenyum sinis, terlihat sekilas olehku.

”Teruslah melangkah Ima, tak usah pedulikan mahkluk itu!!!” Aku terus berkata-kata dalam hatiku. Huff, akhirnya sampai juga di ruangan kerjaku. Ku hempaskan badan ke kursi empuk di hadapanku, aku tertunduk lesu. Haaaahhh, akankah hari ini dapat ku lalui dengan baik?

”Pagi Ima. Maaf yah mengganggu. Tadi Pak Wibowo nitip pesan, kamu disuruh ke ruangan beliau secepatnya”

Hah? Pak Wibowo? Ke ruangannya? Haduhhhh, aku pasti akan celaka! Kesalahan apalagi yang ku perbuat? Ada banyak pertanyaan yang bergentayangan di dalam kepalaku.

“Tok..tok..tok!!” Ku ketuk pintu ruangan Pak Wibowo dengan pelan.

“Masuk.” Suaranya yang berwibawa menyambut ketukanku.

“Selamat pagi Pak, saya mendapat pesan bahwa Bapak memanggil saya”, kataku pelan.

“Oh ya, silakan duduk dulu.” Dia masih terlihat berwibawa.

****************************************

Pertemuan satu jam di dalam ruangan itu telah berhasil membuatku semakin tak semangat hari ini. Arrrggghhhh….. Kenapa harus aku? Siapa makhluk sadis yang telah memfitnahku? Memberikan laporan palsu kepada atasan tentangku? Jika ku temukan, akan ku buat dia mengerti bagaimana rasanya jadi aku saat ini.

Semuanya terasa berat saat ini. Aku ingin pergi ke sebuah tempat yang hanya ada aku, sehingga tak perlu lagi ku dengar suara-suara sumbang yang memekakkan telingaku. Ku pikir aku tau aku harus pergi ke mana, ke sebuah pantai rahasia yang menjadi tempat favoritku.

Sekarang aku telah berdiri di tepi pantai yang indah ini. Aku terduduk, menekuk kedua lututku dengan erat, untuk pertama kali ku rasakan kemarahan yang seperti ini. Tubuhku bergetar menahan rasa sakit yang tak tertahankan lagi, ku pikir aku membutuhkan kehadiran Rio saat ini, tapi itu tak mungkin lagi.

Aku sungguh terluka dengan kepergiannya.
Dan kini rekan kerjaku mencoba menusukku dari belakang, pikirnya dia akan berhasil menjatuhkanku dari posisiku saat ini.

Semua seolah sedang memusuhiku, menjauhiku, dan membuat semuanya semakin terasa perih.

So what if it hurts me?
So what if I break down?
So what if this world just throws me off the edge?

Arrrggghhhh!!! Aku berteriak sekuat tenagaku, memuaskan segala sesak yang terasa. Ku lemparkan segenggam pasir yang sedari tadi ada di tanganku, seolah aku ingin menghilangkan kesedihan di dalam hatiku ke dalam lautan, biar pergi dariku. Ku seka air mataku, aku sudah lelah untuk menangisi keadaan ini, aku harus bangkit! Aku ingin bersemangat lagi menjalani hari-hariku, mengejar kebahagiaanku.

My feet run out of ground
I gotta find my place
I wanna hear myself
Don’t care about all the pain in front of me
Cause I’m just trying to be happy, yeah
Just wanna be happy

****

Sudah ku taruh dengan mantap sebuah amplop di hadapan Pak Wibowo. Aku tau, ini keputusan terbaik untukku, aku mengundurkan diri.

Aku tidak sedang menyerah pada keadaan, aku hanya sedang yakin bahwa ada tempat yang lebih layak untukku. Ku tatap sekali lagi wajah sadis beberapa hari lalu, yang kini ada di hadapanku.

It’s just that I can’t see
The kind of stranger on this road
But don’t say victim
Don’t say anything

Dan aku berlalu dengan cepat.

So what if it hurts me?
So what if I break down?
So what if this world just throws me off the edge
My feet run out of ground
I gotta find my place
I wanna hear myself
Don’t care about all the pain in front of me.
I just wanna be happy

======

PS:
Tulisan kali ini ku dedikasikan buat sisterQu, sister uwie yang manis dan BESAR. Hahaha.. just be happy sist… I Love You.

Dan juga buat teman-temanku yang ’sepertinya’ lagi ada masalah di kantornya masing-masing, keep chaiiooo girlz….
I Love Yu all…. :-)

Oh ya, buat Esther yang lagi ultah juga, “Heppi birthdei yah, just be happy too my frend… :-)

 

Disaat daku tua… September 7, 2009

Filed under: Artikel, Others — Hasian Cinduth @ 6:29 pm

Disaat daku tua, bukan lagi diriku yang dulu.
Maklumilah diriku, bersabarlah dalam menghadapiku.

Disaat daku menumpahkan kuah sayuran di bajuku,
Disaat daku tidak lagi mengingat cara mengikatkan tali sepatu,

Ingatlah saat-saat bagaimana daku mengajarimu,
membimbingmu untuk melakukannya.

Disaat daku dengan pikunnya mengulang
terus menerus ucapan yang membosankan mu,

Bersabarlah mendengarkanku, jangan memotong ucapanku,
Dimasa kecilmu, Daku harus mengulang dan mengulang terus
sebuah cerita yang telah saya ceritakan ribuan kali,
hingga dirimu terbuai dalam mimpi.

Disaat daku membutuhkanmu untuk memandikanku,
Janganlah menyalahkanku. Ingatkan dimasa kecilmu,
bagaimana daku dengan berbagai cara membujukmu untuk mandi?

Disaat daku kebingungan menghadapi hal-hal baru dan teknologi modern,
Janganlah menertawaiku.
Renungkanlah bagaimana daku dengan sabarnya menjawab setiap “mengapa” yang engkau ajukan saat itu.

Disaat kedua kakiku terlalu lemah untuk berjalan,
Ulurkanlah tanganmu yang muda dan kuat untuk memapahku.
Bagaikan dimasa kecilmu daku menuntunmu melangkahkan kaki untuk belajar berjalan.

Disaat daku melupakan topik pembicaraan kita,
Berilah sedikit waktu padaku untuk mengingatnya.
Sebenarnya, topik pembiacaraan bukanlah hal yang penting bagiku, asalkan engkau berada disisiku untuk mendengarkanku, daku telah bahagia.

Disaat engkau melihat diriku menua,
Janganlah bersedih.

Maklumilah diriku, dukunglah daku,
bagaikan daku terhadapmu
disaat engkau mulai belajar tentang kehidupan


Dulu daku menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini,
kini temanilah daku hingga akhir jalan hidupku.
Berilah daku cinta kasih dan kesabaranmu,
Daku akan menerimanya dengan senyuman penuh syukur.
Di dalam senyumku ini, tertanam kasihku yang tak terhingga padamu.

“Walaupun seseorang telah melakukan beribu-ribu kebajikan, tetapi tidak melakukan bhakti kepada Ibu dan Ayah, kebajikannya hanyalah sia-sia belaka.”

— 000 —
dikutip dari brosur yang nemu di kotak sepatu New Era.

 

Mungkin mudah bagimu August 28, 2009

Filed under: Cerpen, Fiksi, Imajinasiku, Coretanku, Sorry, i luv yu... — Hasian Cinduth @ 12:15 pm

Tuhan,
Aku berjalan menyusuri malam
Setelah patah hatiku…

Pukul 18.24 WIB
“bila nanti aku milikmu…temani aku hingga tutup usiaku…”
Ku raih hp dari dalam saku celanaku sambil tersenyum, sekaligus menebak-nebak apa isi pesan yang dikirimkan oleh kekasihku.

…..
aq terdiam…
sungguh tak percaya…
apakah dia sedang bercanda?
tapi rasanya sangat keterlaluan!!!

ku palingkan wajahku, kemudian membaca kembali kata demi kata yang tampil di layar kecil itu, argghhhh…. aku marah!!!!

Kekasihku menginginkan hubungan kami berakhir. Putus!

Aku berdoa,
semoga saja ini terbaik untuknya

“Sayang, kamu serius? Kenapa? Apakah ada yang salah dengan hubungan kita selama ini? Aku sayang kamu sangaddhhh… “
ku tekan tombol Send dengan perasaan yang berantakan, memelas dalam hati dan berharap dia tidak meninggalkanku.

“Aku serius. Maafkan aku. Ku harap ini jalan terbaik buat kita.”

Terluka hatiku kali ini… Apa salahku? Mengapa semua harus berakhir begitu saja padahal baru kali ini ku rasakan cinta yang sangat kuat pada lawan jenisku? Mengapa??

Dia bilang
Kau harus bisa seperti aku
Yang sudah biarlah sudah

“Sayang, ku mohon padamu, jangan tinggalkan aku. Apapun yang kau mau akan ku lakukan, asalkan kau tetap disisiku. Aku sangat mencintaimu. Aku tak kan bertahan tanpamu, karna kaulah semangatku..” Sekali lagi ku kirimkan pesan singkat padanya, sebab dia tak mau mengangkat panggilan dariku.

“Aku gak bisa. Kau harus tetap semangat dan kuat menjalani hidupmu. Biarlah yang lalu menjadi kenangan di hati kita masing-masing. Makasih sudah pernah hadir dalam hidupku, menyayangiku dengan setulus hatimu.”

Tak tertahankan lagi air mata yang menggenang di pelupuk mata.
Terasa hangat di pipiku, tapi panas di dalam hati…
Aku semakin tak percaya bahwa aku telah kehilangannya.

Mudah saja bagimu
Mudah saja untukmu
Andai saja.. Cintamu seperti cintaku..

Aku adalah makhluk Tuhan yang selalu di labeli “ceria dan berhati baja”,tapi ku rasa itu tak tepat lagi. Kini aku sedang menangis, aku benar benar mencintai kekasihku, namun telah kehilangannya.

Andai saja dia tau sedalam apa cintaku untuknya, untuk kekasihku, yang ku impikan jadi pendamping sisa hidupku kelak..

Meski hatiku tak rela, aku ingin ikhlas melepaskannya demi kebahagiaanya.
Meski aku akan selalu menangis di sela malam sepi yang akan ku lalui tanpa canda tawanya.
Meski aku akan selalu merindukan kehadirannya.
Aku ingin ikhlas.

*******

Sejak saat itu ku lalui hari tanpa semangat yang dulu ku miliki, aku sungguh terjatuh, aku hanya bisa memeluk kedua lututku sendiri disaat aku benar-benar merindukan sosoknya yang ceriakan hari-hariku dulu.

Aku tak boleh terus begini, aku harus bangkit dari keterpurukan hatiku, demi masa depanku sendiri.

Selang waktu berjalan kau kembali datang
Tanyakan keadaanku
Ku bilang, “Kau tak berhak tanyakan hidupku
Membuatku semakin terluka “

Bisakah kau bayangkan bagaimana aku melalui hidupku setelah kepergianmu? Aku terseok-seok, merangkak diantara serpihan hatiku yang t’lah kau hancurkan dengan kejamnya.
Dan kini kau datang lagi…
Entah untuk apa….
Apakah kau ingin menertawakanku?

Mudah saja bagimu
Mudah saja untukmu
Coba saja lukamu seperti lukaku

Mungkin kau tak pernah merasakan luka seperti yang ku alami.
Mungkin cintamu padaku tak sebesar yang ku miliki untukmu.
Dan tak pernah kau rasakan saat hatiku menggigil menahan kerinduan untukmu…
Mungkin tak pernah..

Kau tak berhak tanyakan keadaanku
Mudah saja bagimu
Mudah saja untukmu
Andai saja cintamu seperti cintaku

=====================================================

Ps.
Ku dedikasikan buat My broer yang baru saja patah hati ditinggalkan kekasihnya (*andai saja aku disampingmu untuk menenangkanmu saat itu. Aku sayang kamu sangadhh broer ), buat Memeng a.k.a. Jefflinyang tak lagi jadi besanku (*tetap semangat yah meng, jaga kesehatanmu!), buat seseorang yang ngajak ketemuan hari Minggu nanti (* lagu “Mudah saja” ini kau tujukan untukku kan?? Aku mengerti…) dan buat semua orang yang sedang patah hati dimanapun kalian berada…

Meski cinta telah membuat hatimu terluka, tapi cinta jugalah yang mengajarkanmu untuk bangkit dari keterpurukan dan bertahan dalam cobaan. Tetap semangat.. :-)

 

Blog Award July 3, 2009

Filed under: Curhat — Hasian Cinduth @ 11:32 am

Baru balik dari perantauan, langsung dapat award nech dari toA dan si etha.
Thanks yah buat awardnya… :-)

Super Follower Award

Super Follower Award

Your blog make us smile

Your blog make us smile

Smart blogger

Smart blogger

Friendship emblem

Friendship emblem

Hal-hal yang dibawah ini merupakan yang harus dilakukan oleh para blogger untuk melanjutkan pe-er ini:
1. Put these awards into your blog
2. Tag 10 friends
3. Links those friends
4. Tell them about these awards
5. Share this link to others and to whom these awards tagged
(*comot langsung dari blog si toA..hehehe…)

Trus ini nich yang paling rebet, ngejawab pertanyaan :

Five things found in my bag
(*waduh, dimana tadi ku campakkan tasku yah?? sruduk..sruduk… oh ya, akhirnya ketemu…)
1. laptop
2. mouse ukuran mini berwarna merah
3. dompet hitam milk teddy collection
4. kunci kamar
5. kertas ukuran A4 +pulpen
hmm..benar-benar cuma ini yang ada.. sungguh tidak seperti isi tas-tas wanita pada umumnya. :-)

Five things found in my purse
(*Waduh, jadi ketahuan nihh…)
1. Photos : Hmm, ada banyak neh, ndak mungkin disebutin satu-satu.
2. Cards : KTP Sumatera Utara (berlaku s/d 23-09-2013), NPWP, ATM Mandiri, ATM Permata, kartu Askes GOLD kelas VIP yang sama sekali gak pernah dipakai, kartu proxy AHM (tanpa ini bisa gak masuk ruangan kerja neh), sama kartu member RS St.Carolus.
3. Duit : intip dulu yahh…wah, ada 3 lembar duit 50 ribuan dan 1 lembar 100 ribuan.
4. Memo dari seseorang di jaman SMU dulu. what??
5. eh, ternyata aku masih nyimpan lembar kontrol pembayaran untuk bulan februari 2008. Ini form waktu di kampus dulu..hehe…

Five favourite things in my room
1. Spring bed yg cukup lebar untuk menampung tubuhku yang imutable ini.
2. Kipas angin merk national..penyelamat dikala jakarta terasa sangat panas.
3. Dispenser..hmm, jadi tinggal tekan tombol aja kalau pengen minum yang angat2.
4. Lemari dua pintu..gedelah kalau untuk sendiri.
5. Setrika, rice cooker dan kompor listrik..meski jarang dipake.

Five things I always wanted to do
1. Pengen nikah
2. Pengen nikah
3. Pengen nikah
4. Pengen nikah
5. Pengen nikah
Huahahahhaa…… :-)

Five things I currently into
1. Dengerin lagu dygta “Cinta Sudah Terlambat”
2. Nungguin telpon dari seseorang yang seharian ini gak ku balas smsnya..haha…boha ma rohakku tu ho hasian, tong do ***** :-)
3. Menahan hasrat ingin makan terus..berhenti woiii!!! liat tuh badan dah kayak gentong!
4. Duduk di depan kipas angin sambil ngeringin rambut yang masih basah..habis keramas cuii…
5. Apa lagi ya? ndak ada..beneran deh..cuma itu!

The person who inspired you now is
My big fam….oh, really miss u all.. muahhh… :-)

Pertanyaan selanjutnya:
1. Punya handphone? Ya
2. Merk + tipe handphone? Nokia 3230, Nokia N95
3. Warna/gambar theme yang lagi dipakai sekarang? Standard
4. Wallpaper? Fotoku sama si broer.
5. Warna casing? Nokia 3230 warna pink, N95 warna hitam
6. Aplikasi/folder yang pertama keliatan begitu tekan tombol ‘menu’? Pesan
7. Bahasa yang digunakan di handphone? Indonesia, English
8. Kapasitas baterai saat ini? N3230 full, yang N95 udah ko’it..haha..
9. Pakai slot memory? Jenis? Ya, malas ngecek jenisnya..
10. Total kapasitas slot memori? Sisa kapasitas yang belum terpakai saat ini? sumpah, malas banget ngechecknya…hehe…
11. Choice: Banyak terisi untuk apa memorinya? File mp3 dan Foto
12. Ada fitur koneksi Bluetooth? Ada
13. Nama Bluetooth kamu saat ini? Joice, Zao_mutz
14. Aplikasi yang paling sering kamu gunakan? Mp3 player dan camera
15. Sisa pulsamu saat ini? Rp. 1.882. Ada yang berniat nambahin gak? :-)
16. Provider seluler yang kamu pake? simPATI, IM3
17. Nomer handphone? 0813********

Award ini dilanjutkan kepada:
(*ini nih bagian paling seru…heheh…)
1. Yessy Muchtar, baca blog ini bisa buat ngakak, beneran deh.. :-)
2. Lala Purwono, novelist yang bisa membuat perasaan pembacanya jadi ikutan mellow.. ;-)
3. Dedy Julius, yang, ini dah bulan Juli tau..masa blognya masih merry x-mast? hahaha…
4. Oculy Silaban, si master programming…
5. Winner Manurung, nih dek biar jangan jalan-jalan aja kerjamu..hehe..
6. Michael Siregar, horas itoQu… boa kabar?
7. Donny Verdian, silahkan di boyong awardnya mas… :-)
8. K’Eka, hayoo kak, selesaikan tugas ini… :-)
9. K’Moris, hai sist…pa kabar?? Masih gilak kah?? ;-)
10. Ito Hasian, biar ada tugas selama liburan yah toQu..hehe…

akhirnya selesai juga… :-)

LANJUTKAN!!!!

—ditulis di malam hari -di kamar kostan—

 

CaBut duLu yah…. May 15, 2009

Filed under: Mai Laif, Mai Deizz — Hasian Cinduth @ 5:31 pm

dear all,

Mulai besok sampe bulan depan diriku cabut dulu yah dari kesibukan bloging, blogwalking, blogdancing dan semuanya yang berbau blog… :-)

*Kenapa?
Soalnya diriQu mau training Java Programming di luar negri AHTC…

Malas juga sich ikut training itu, tapi demi sertifikat ilmu dan masa depan, ya pergi jugalah berjuang….

Doakan diriQu yah, semoga semuanya berjalan baik2 saja….ntar bulan depan kalau aq dah balik lagi ke kantor, pasti langsung ku update berita terbaru….

c.u boss…
c.u tia n de genk
c.u kompie-ku
c.u kamar kost-anQu
c.u all-lah pokoknya…..

Berjuang!!!!!! Semangat!!!!!

PS : Utk Ito hasianku, jangan khawatir yah toq….Asap akan ku hapus namanya dari blogroll itu…Tapi sekali ketahuan itoqu ‘melakukan hal itu lagi’, dikau tak ku ampuni toqu….. hehehehe….. :-) i luph yu toQu…so muchhhh…. ;-)

 

The enD of ouR sTory… May 8, 2009

Filed under: Curhat, Mai Laif, Mai Deizz, Sorry, i luv yu... — Hasian Cinduth @ 4:46 pm

Kayaknya seru yah kalau bisa temanan sama mantan pacar kita…apalagi kalau setelah putus malah bisa jadi sahabat. Kalau ngeliat orang-orang beruntung yang mengalami itu, rasanya gimana gitu!!! Iri sich enggak, tapi pengen juga ngerasain… :-)

Sebenarnya sejak aku memutuskan untuk sendiri, menghancurkan hati dan harapan si ’bawel’ itu, aku selalu berusaha menjadi teman yang baik untuknya. Tapi kok rasanya susah banget ya?? Soalnya dia itu keras kepala dan selalu minta aku balik sama dia, yang ujung-ujungnya akan membuat kami bertengkar lagi…

Hupphhh….lama-lama aku kesal sama dia, sampe akhirnya dipertengkaran yang terakhir ku titip pesan untuknya yang isinya “Jangan pernah hubungi aku lagi…”

Setelah itu dia masih berusaha menghubungi aku,tapi gak ku gubris sedikitpun. Sampe akhirnya dua hari yang lalu, dia nelpon lagi, gak ku angkat sich,tapi gimana ya?? Ga tega juga sich sebenarnya, jadinya aku nge-sms dia..

aQ : “Ada apa?”
 Dy : “Aku masih menunggu kamu..”
aQ : “Cape dehh….”
Dy : “Kok kamu gitu sich ngomongnya?”
aQ : “Emang kenapa?”
Dy : “Aku benar-benar gak bisa ngelupain kamu…”
aQ : “Aku dah lupa tuh sama kamu!”
Dy : “Secepat itu?”
aQ : “Yupe, as soon as possible setelah kamu ngeluarin kata-kata yang membuat aku sakit hati itu!!”
Dy : “Sakit hati? Bukannya kamu yang udah buat aku sakit hati?? Kamu buang aku begitu aja tanpa aku tau salahku apa..Seumur hidupku, baru kamu yang membuat aku seperti ini..”
aQ : “Lho, aku kan dah ngejelasin ke kamu kenapa aku mau kita putus, dan juga kenapa aku gak mau balik sama kamu. Kamu gak bisa maksa aku…Udah deh, aq malas melanjutkan percakapan ini!”
Dy : “Kenapa?? Apa karna kamu sudah mendapatkan penggantiku?”
aQ : “Bukan urusan km…”
Dy : “Aq ga nyangka begini rupanya jo aslinya…”
aQ : “Aslinya? Udah deh, gak usah nyulut permasalahan baru dan gak usah buat aq makin sakit hati sama km..”
Dy : “Aku gak pernah buat kamu sakit hati, justru kamu lah yang buat aku sakit hati dengan ninggalin aku begitu aja…”
aQ : “Terserah!!”
Dy : “Ya udah kl gitu. Aku mau pamit, soalnya aku mau latihan terjun di Bandung mulai tanggal 15 Mei nanti. Doakan saja semuanya lancar, supaya gak ada lagi yang ganggu kamu, biar kamu senang!”
aQ : “Iya. Moga sukses aja buat karirmu!”
Dy : “Jujur, sampai saat ini hatiku masih sama kamu! Biar kamu tau itu! Met mlm!!!”

:-(

Pasti sedih lah kalau harus berpisah dengan rasa marah, kesal, benci,dsb. Apalagi profesinya itu mengharuskan dia untuk konsentrasi penuh, lalai dikit nyawa jadi taruhannya…

aQ : “Bisa gak sich kita itu damai untuk sekali ini?”
Dy : “Trus?”
aQ : “Aku minta maaf atas semua kesalahanku sama kamu dan atas semua hal yang kamu tuduhkan ke aku…”
Dy : “Trus?”
aQ : “Udah!!! Itu aja.”
Dy : “Aku juga minta maaf sama kamu. Tapi kamu harus tau kalau sampai saat ini aku masih sayang kamu. Aku gak main-main tentang ini! Ingat itu.. Hati-hati disana yah, jaga kesehatan dan jangan malas makan!”
aQ : “Iya. Makasih”

Hikss… Lho, kok jadi nangis??
Iya, sebenarnya aku gak pengen semuanya berakhir seperti itu. Aku maunya kami jadi teman, masih bisa saling cerita dan apalah…Tapi dia itu selalu buat aku kesal dulu, selalu bilang :
1. “Aku memang gak selevel sama kamu, aku tau kamu siapa!!”
    (*emang aku siapa???)
2. “Aku yakin sekarang kamu pasti sudah dapatkan penggantiku!!”
   (*emang CD bisa diganti-ganti???)
3. “Kamu itu hanya mempermainkan aku kan dulu?”
   (* emang yoyo??)
dsb…

Nasi udah jadi bubur, ya dimakan ajalah…. Mungkin memang inilah yang harus terjadi sekarang… Aku harus bisa terima… ;-)

For bawel : Maap ya kalau aku belum bisa jadi yang terbaik untuk kamu saat ini. Semoga sukses buat karirmu dan semoga kamu dapatkan seseorang yang lebih tepat jadi pendampingmu kelak. Makasih buat semua yang pernah kita lalui…Gbu.

Ku bertemu denganmu, Dengan cara yang baik
Ku berpisah denganmu, Kuingin cara yang baik
Slama kau dan aku, Lebih banyak ributnya
Daripada mesranya

Kau disana..Aku disini saling menjauh..

Bisakah kita berakhir happy ending
Hapuslah semua rasa
Sakit hati dan saling membenci

Demi masa lalu, Berdamailah denganku
Kau berhak dapatkan yang lain, Selain diriku
Kau disana aku disini, Saling menjauh

Mungkinkah kita berakhir, Happy ending
Bagaimana pun, Ku pernah mencintaimu
Dan kau pun juga, Pernah cintai aku

 

Pemeriksaan Status Mental Karyawan March 30, 2009

Filed under: Mai Laif, Mai Deizz — Hasian Cinduth @ 3:12 pm

*beghh…apa kamsutnya judul postingan ini yah?
*lhoo…kenapa?? si zao emang dah gila beneran yahh?
*Pemeriksaan status mental?? Baca dulu ah, siapa tau bisa nebeng ngetes juga…hihihi… :-)

Mungkin itu adalah beberapa pertanyaan yang terlintas saat mbaca judul postingan ini. Aku juga gitu, bukan waktu mbaca judul postingan ini, tapi waktu menerima selembar kertas putih yang tulisan diatasnya berwarna biru yang disodorkan mbak Ndes tadi pagi.

*Heh??? Pemeriksaan status mental karyawan?
*Apa-apaan ini?? Emang dia kira aku dah gila??

Hehehe, tapi tenang sodara-sodara, jangan kabur dulu…ternyata bukan cuma aq doank kok yang dapat, tapi semua karyawan yang masa kontrak-nya akan habis bulan Maret ini.. *Legaaa….

Trussss pemeriksaannya itu gimana?? Yahhh, gak gimana-gimana…Kita cuma disuruh ngejawab 42 pertanyaan yang tertera, tentunya yang sesuai dengan kepribadian kita..

Pertanyaannya susah-susah gak? Enggak!! Bahkan menurutku itu cuma SILLY QUESTIONS!!! Pertanyaan Ecek-ecek!!!

Nih, ku kutip beberapa pertanyaannya yah…
“Apakah saya tidak merasa antusias dalam hal apapun?”
“Apakah saya merasa tidak ada harapan untuk masa depan?”
“Apakah saya merasa takut tanpa alasan yang jelas?”
“Apakah saya merasa sedih dan tertekan?”

Pertanyaan yang sangat mudah bukan?? Iya, mudah karna aku merasa sangat nyaman dengan partner-ku bekerja, aku senang pada atasanku yang baik dan pengertian, aku senang karna aku bisa mengerjakan pekerjaanku dengan baik, dan aku merasa nyaman dengan lingkungan kerjaku.

Tapi, kemudian aku teringat dengan seorang teman yang merasa sangat tertekan dengan pekerjaannya sekarang. Dia stress!!! Aku jadi sadar, mungkin itulah guna pemeriksaan mental seperti ini, supaya ada penanggulangan lanjut untuk orang2 seperti temanku itu…sehingga perusahaan tau kalau dia tidak sesuai dengan pekerjaannya sekarang.

hhmmm…trus hasilnya pemeriksaannya gimana?Ada dueehhh…
*plaakkk!!! dilempar pake laptop!

:-)