RSS

Happy first anniversary,sayang!

Happy first anniversary,sayang!

Seperti air laut, dalam sebuah hubungan pun ada pasang surutnya. ..
Kadang ada luka yang ditorehkan, meski mungkin kita tidak menyadarinya.
Kadang ada amarah yang dilontarkan, meski kesalahan masih bisa ditolerir.
Kadang ada airmata yang diteteskan, meski permasalahannya sangat sepele.
Kadang ada rasa tidak puas dihati, meski sebenarnya semua sudah dicukupkan.
Tapi luka, amarah, airmata dan rasa tidak puas itu tidak membuat kita beranjak pergi menjauh.

Luka itu mengajarkan kita untuk saling menjaga.
Amarah itu mengajarkan kita untuk saling mengerti.
Airmata itu mengajarkan kita untuk saling peduli.
Dan rasa tidak puas itu mengajarkan kita untuk saling memperbaiki diri masing-masing.

Dear My beloved, Astro Simamora……

Terimakasih buat cintamu,
Terimakasih buat kasih sayangmu,
Terimakasih buat pengertianmu,
Terimakasih buat kebesaran hatimu,
Terimakasih karena sampai saat ini kau masih ada untukku.

Happy anniversary sayang,always keep fighting and keep holding on….
I Love You more..more…and more everyday.

God bless us.

 
3 Comments

Posted by on October 19, 2011 in My Life, My Days

 

cinta roller coaster

Kadang aku merasa cintaku begitu besar padamu
Begitu tinggi dan tak terhingga, seluas angkasa.

Kurasakan betapa bahagia aku menjadi kekasihmu
Bercanda dan tertawa bersama, berlarian di depan orang banyak
Begitu lepas dan bebas, sebebas aku mengekspresikan perasaanku.

Betapa bersyukurnya aku melihatmu terbahak-bahak, saat aku sibuk menghapus air mataku
Air mata yang selalu keluar setiap kali aku merasa kata-kata dan tingkahmu sangat lucu
Aku tertawa sampai menangis.

Dan aku semakin mencintamu manakala aku dalam dekapanmu,
Bersandar nyaman sambil menggenggam tanganmu dan berdoa semoga ini untuk selamanya.
Aku mencintamu…

Namun kadang aku merasa kau seperti tidak perduli padaku,
Saat semua tidak sesuai dengan inginku dan mauku..
Aku menudingmu tak sayang padaku
Padahal kau hanya sedang bingung dengan sikapku.

Aku ingin bertengkar denganmu, meluapkan isi hatiku
Namun kau tak menanggapi, hanya diam sambil menggenggam tanganku
Lagi-lagi aku menuduhmu tak peduli pada perasaanku
Padahal kau hanya ingin menunjukkan bahwa kau sangat sabar padaku

Disaat aku kesal, marah, mauku tak dipenuhi dan merasa diabaikan olehmu,
Aku merasa seperti terjatuh dan terhempas dari langit,
Terluka karena pikiran dan perasaanku sendiri.

Lalu kau datang, memelukku dengan hangatnya, masih tanpa kata-kata
Saat itu, aku merasa masalahku tak perlu penyelesaian
Yang ku inginkan mungkin hanya sebuah pelukan dan mungkin sebuah kecupan di kening.

Aku semakin mencintamu, karena kau selalu bisa mengalahkan egoku.
Aku mencintamu…
Kadang begitu tinggi, kadang begitu rendah seperti roller coaster.

 

End of the story

“Aku berangkat hari Rabu depan”.

Begitu isi pesan singkat yang dikirimkannya padaku sore ini. Aku terdiam. Lalu kenapa jika hari Rabu depan kau harus pergi?

“Aku pengen ketemu kamu sebelum aku pergi, bisakah?”

Ku baca lagi isi pesan kedua yang dikirimkannya.

Tiba-tiba hatiku terasa sangat sakit, bukan karna aku harus kehilangannya dalam beberapa hari kedepan, tapi karena dia tak bisa berhenti menambah luka dihatiku, bahkan sampai saat ini.  Untuk apa mengajakku bertemu? Untuk memastikan apakah aku akan menahannya tetap tinggal disisiku? Atau ingin tau seberapa besar inginku untuk memilikinya?

Ku pejamkan mataku. Ku ingat-ingat lagi saat pertama bertemu, menghabiskan waktu bersama, lalu ku tau bahwa aku hanya seorang pengganggu, sweet disaster, si orang ketiga! Meski begitu kami masih bertemu beberapa kali, sekedar menghabiskan waktu dan kemudian ku dapati hatiku tak bisa ku bohongi, aku tak ingin menjadi seseorang yang keberadaannya selalu disembunyikan olehnya, sungguh menyakitkan hati. Tak tahan dengan semua itu, akhirnya ku ambil keputusan untuk pergi, aku tak boleh egois dan aku harus berlalu dari kehidupannya. Aku menyerah.

Dan disinilah aku sekarang, berputar-putar dalam kenangan dan bingung dengan perasaanku sendiri. Perasaanku? Bukan, tapi perasaannya. Perasaannya yang tidak konsisten, seolah sangat menginginkanku tapi nyatanya tak memilih bersamaku. Lalu sekarang aku harus bagaimana? Jelas-jelas kau tak memilihku, lalu mengapa masih berharap bertemu denganku? Apa maumu? Ingin melihatku menangis dihadapanmu dan memohon agar kau tidak tinggalkanku? Tidak akan!

Ku putuskan untuk tidak membalas pesan darinya, beberapa kali panggilan darinya pun tak ku gubris. Hatiku sudah sangat lelah, mengertilah. Ku putar sebuah lagu sendu untuk mengiringi ketidakberdayaanku.

tahu bagaimana rasanya mencinta
dia yang takkan pernah mencintaimu
tahu bagaimana rasanya merindu
dia yang takkan ingin membalas rindumu

ku tahu rasanya, sakitnya karna kau yang tak pernah mau tau akan cintaku
ku tahu rasanya, sampai memilukan engkau tetap tak bisa pedulikan hatiku

tahu bagaimana rasanya memanggil
dia seolah tuli tuk teriakmu
dan tau bagaimana rasanya menangis
dia yang takkan pernah merasa melukaimu

cobalah kau sedikit mengerti
betapa sulitnya menjadi aku
ku jatuh terlalu dalam dihatimu
kini kamu tau rasaku, inginku, jeritan rasaku

berhentilah menjadi lelaki itu
mengertilah sulitnya menjadi aku
mengertilah…

sudah matikah rasamu tuk mengerti sakitku
apa karna mati rasamu kau harus tak peduli

(by : Lala Purwono)

Hari Rabu sudah berlalu dan aku tetap pada ketetapan hatiku, berlalu dari hidupnya. Namun di Jumat yang ku rasa kelabu ini, ku kirimkan sebuah pesan padanya. Bukan bermaksud kembali padanya, hanya ingin menunjukkan bahwa aku turut berbahagia atas pilihan hidupnya, dan aku adalah wanita yang tegar, kuat dan hatiku seluas samudera untuk mengakhiri kisah ini. Kisah ini harus berakhir dihari ini, untuk selamanya.  Seiring terkirimnya pesan ini, maka ku tutup juga lembaran kisah tentangnya dalam buku kehidupanku.

“Happy Wedding.”

sent!

 

Belajar untuk tidak menghakimi

Ada banyak masalah dalam hidup kita yang datang silih berganti datang mendera, bukan untuk menjatuhkan atau menghancurkan kita, tetapi untuk mengajarkan kita apa arti berjuang, bertahan dalam penderitaan, pasrah, belajar menerima keadaan, memahami ada Tuhan yang akan selalu menolong dan menopang kita dan mungkin mengajarkan kita berbahagia dalam kesedihan. Tapi lebih dari itu semua, dari semua masalah yang pernah ku hadapi dalam hidup ini, aku belajar untuk tidak menghakimi orang lain dalam masalahnya.

Belakangan ini, ada sebuah masalah yang menurutku cukup membuat ‘goncangan’ untuk seseorang yang sangat ku kenal baik. Ada banyak pendapat, ada banyak ucapan kasar, ada banyak pemikiran picik dan lainnnya. Tapi yang paling ku sesalkan adalah banyaknya ‘H.A.K.I.M’ yang merasa berhak untuk menilai, memutuskan sebuah perkara tanpa pernah tau bagaimana fakta dan kenyataan sebenarnya. DAMN!!

Sejak aku tau tentang masalah itu (sorry, can’t share ’bout that problem), aku memang terkejut, kaget, sedikit marah karna baru dikasih tau setelah berbulan-bulan terjadi, dan aku sedikit terpukul. Tapi aku diam, hanya mendengarkannya bercerita tentang masalah yang dialaminya, mendengar dia minta maaf karna baru bisa cerita sekarang setelah masalah semakin runyam. Aku tidak ingin menghakiminya, apalagi menyudutkannya, jadi ku katakan saja ‘….aku kaget mendengarnya, tapi kalau memang itu keputusan yang kamu ambil untuk menyelesaikan masalah ini, aku hanya bisa mendokan semoga masalahnya cepat selesai, tetaplah kuat dan jangan ragu menghubungi aku jika kamu butuh teman untuk sekedar ngobrol, meluapkan kesedihan dihati… ‘. Tapi setelah telpon ditutup, aku menangis, memahami bagaimana beratnya persoalan yang dihadapinya saat itu dan tak bisa ku bantu dia selain dalam doa dan dukungan semangat.

Setelah kejadian itu, ada banyak orang yang menghubungi aku, bercerita dengan lancarnya menurut versi dirinya masing-masing. Begini…begini..begitu..begitu… Aku hanya bisa diam dan mengernyitkan keningku. Sudahkah kamu bertanya kepada orangnya langsung tentang masalah ini? dan dengan santainya dia menjawab B.E.L.U.M. Luar biasa menurutku, menghakimi orang lain tanpa mengkonfirmasikan apakah yang sebenarnya terjadi. Hebat!! Maka tanpa ingin melukai perasaannya ku katakan, ‘kalau belum ngomong langsung ke orangnya, omongannya dijaga dulu, jangan membuat keadaan semakin panas dan kacau. Stay calm, kamu hanya orang lain yang ga berhak mencampuri urusan orang lain .’ *Mati loe!!!

Bukan hanya dia, tapi ada banyak orang yang mengeluarkan kata-kata pedas tanpa mau mengkonfirmasi antara berita A dan B yang di dengar. Terus, kenapa sih terlalu ikut campur urusan orang lain? Ga bisakah duduk diam, tenang dan manis dulu sampai ada waktu yang tepat untuk berbicara?

Dari masalah ini, aku jadi berpikir, terdiam dan merenung. Siapakah kita dengan gampangnya menghakimi orang lain atas suatu perkara yang tidak kita ketahui faktanya, padahal diri kita sendiri belum tentu benar atau lebih baik dari orang yang kita hujat? S.T.O.P menghakimi orang lain hanya berdasarkan kabar angin yang berhembus, S.T.OP menghujat orang lain karena masalahnya dengan orang lain, bukan denganmu!!

Marilah kita tetap tenang, mencerna sebuah masalah dengan kepala dingin, jangan menghakimi orang lain jika masalah itu bukanlah tentang dirimu sendiri. Dan dukunglah orang yang sedang putus asa dan berbeban berat, mungkin saat itu kau telah menyelamatkan nyawa satu orang, karna dia merasa tidak sendirian saja di dunia ini.

Salam perdamaian :-)

 
1 Comment

Posted by on July 12, 2011 in My Life, My Days

 

Galau

Hari ini, mood sedang ga jelas.

sebentar pengen nangis,

sebentar kesal,

sebentar pengen gigit orang,

sebentar pengen ngantukkan kepala ke tembok.

.

.

.

Hari ini, perasaan sedang tidak menentu.

pengen chat sama seseorang, tapi dia sibuk facebookan..

.

.

.

sedih, kesal, bete, berkumpul menjadi satu membuat perasaanku G.A.L.A.U hari ini. :-(

 
3 Comments

Posted by on May 16, 2011 in My Life, My Days

 

tergelitik cemburu

si Boy is now friends with ‘simelekete‘.

oh boy….kali ini pun, nama perempuan juga yang terpampang menantang di wall-mu.

sama seperti hari-hari sebelumnya, sore ini aku tergelitik cemburu, karna kau ‘digandrungi’ banyak wanita.

 

>.<

 
2 Comments

Posted by on March 30, 2011 in boy ohh boy....^.^

 

God, I am Stress

Kejamnya ibu tiri, tak sebanding dengan kejamnya E.R.R.O.R ini…. #menangis-durjana

 

oh mak eeeee…….

sepertinya sudah tidak sanggup lagi menjalani hari-hari kedepannya.

aq stress kalau ditanyain “kapan….kapan….kapan???”

bukan kapan merid seperti yang diiklan-iklan itu sodara-sodara, tapi kapan aplikasinya GO LIVE.

#pingsan

God,  I’ve tried my best… can you help me to do the rest??? yes God, please fix all that ‘damn’ error!!!!


Dibenerin satu aplikasi, error sembilan aplikasi.

Dibenerin dua aplikasi, error sebelas aplikasi.

What the ooohhhhhh…my God!!!! ada apa ini semuaaaaa???????

Bukan salahku di awal, karna tugasku adalah memperbaiki aplikasi yang error……

*bisakah ku salahkan orang lain, ya setidaknya untuk mengurangi penat di dalam hati…kok bisa gitu ya aplikasi ini diserahkan dalam keadaaan…bisa dibilang seperti Jepang abis dilanda tsunami… acak-adut.com

 

God, I am S.T.R.E.S.S….. and may be I am D.E.S.P.E.R.A.T.E.

 
5 Comments

Posted by on March 23, 2011 in My Life, My Days

 

My ‘happy’ Birthday


Happy birthday to me…
Happy birthday to me…
Happy birthday…happy birthday…
Happy birthday to me… ^,^

yuhuuuuuu…. I’m 24 years old now
*ahhh, masih muda kan??? hahaha.

My pray, ‘Terimakasih Tuhan Yesus buat ‘kesempatan hidup’ yang sudah Tuhan berikan hingga di usiaku yang ke 24 ini.
Sungguh tidak terhitung berkat dan rejeki yang sudah Engkau limpahkan dalam hidupku. Love you, Jesus!
Semoga dengan bertambahnya usiaku, aku semakin bertambah dewasa juga dalam imanku, semakin bijaksana dalam menjalani hidup ini, semakin pandai dalam bersyukur dalam suka dan dukaku. amin.’

|

Next…

Big thanks juga buat teman-teman yang sudah ngucapin selamat ulang tahun dan best wish-nya di FB, telpon dan SMS. God bless you all.

|

Many big thanks juga buat keluargaku tercinta, mama, kakak, adek, dan calon abang iparku :-)
Makasih selalu mencintaiku apa adanya, makasih selalu mendukungku dalam menjalani hidupku, makasih buat kasih sayang yang tulus…miss you all, so damn!
Makasih banyak yah buat ‘hadiah’ nya….. *sering-sering aja kek gitu, hihihi….

|

Makasih juga buat ‘my second family’ para penghuni kost Pelangi. Hugs and kisses buat kakak, abang, nande, george, ito ucok, ito ican dan yang lainnya juga. Makasih sudah sayang sama aku, makasih sudah memanjakan aku, makasih selalu, selalu dan selalu ada buatku disaat aku ga pengen diganggu, ga pengen dibuat pusing dan ga pengen dibuat marah. Hahahaha, makasih selalu memperhatikanku layaknya keluarga sedarah. Aku sayang kalian semua…
Ga kebayang deh gimana jadinya aku tanpa kalian, mungkin ga beraturan hidupku, karna ga ada yang masakin makanan, ga ada yang nganterin ke sana kemari kalau aku sakit, ga ada yang omelin kalau aku mulai ga berarah,ga ada yang memastikan aku udah nyampe atau belum di kostan jam 7 malam, huahhhh…. aku bagaikan tuan putri saat bersama kalian.
Hmmmm, doakan aku selalu bisa jadi adek yang manis, yang meski agak-agak bandel tapi tetap ngangenin.
Hihihi…. Love you all deh pokoknya.

|

Makasih juga buat semua yang udah ngasih kado di hari ulang tahunku, seneng deh…
*sering-sering aja ngasihnya ya, kalau perlu tiap hari…
*plak!!!!

Thanks God buat hari ini, aku bahagia.

–Jakarta, 23 September 2010–

 
8 Comments

Posted by on September 29, 2010 in My Life, My Days, Sorry, I Love You

 

5 cm

5 cm5 cm by Donny Dhirgantoro
My rating: 3 of 5 stars

Hmmm, buku yang sudah melalui cetakan ke sepuluh ini pernah membuat aku penasaran, kok bisa ya sampe segitu banyak peminatnya?

Setelah dibaca, kok rasanya gimana ya? dibilang keren abis, ga juga. Dibilang jelek, juga enggak. Mungkin ini terkait dengan ‘genre’ atau selera seseorang, dan sebenarnya aku memang tidak suka buku-buku yang diawalnya harus membuat aku berpikir keras untuk memahami kata-kata atau mengenal lagu-lagu yang dituliskan di buku ini. *tujuannya supaya bisa masuk ke ‘feel’ buku ini. (*cailah bahasaku..)

Aku mulai menikmati buku ini ketika lima sekawan ‘Power Rangers’ mulai memutuskan untuk ga ketemuan dulu selama tiga bulan. Masing-masing memutuskan menjalani kehidupan sendiri, tanpa sahabat yang biasanya selalu ada. Gelisah, rindu, ingin bertemu, berjuang menyelesaikan skripsi yang berantakan, bertemu pacar baru, masing-masing merasakan ‘warna’ yang berbeda ketika jauh dari Sahabat.

Kisah percintaan antara Riani, Genta, Zafran dan adiknya Arial (*lupa namanya) benar-benar membuat aku salah tebak. Ku pikir Riani dan Genta saling suka, eh ternyata aku salah besar. Hehehe, pas yang ini baru keren, ending yang ga disangka-sangka, menyentuh dan membuat haru.

Overall, sukalah sama kisah persahabatan yang personilnya hampir ‘perfect’ menurutku, anak orang kaya, pintar, punya pekerjaan, berwawasan luas dan punya kepribadian yang unik dan kuat.

View all my reviews

 
2 Comments

Posted by on August 31, 2010 in Books

 

Swanderella

SwanderellaSwanderella by Christina Tirta
My rating: 5 of 5 stars

Sangat..sangat…sangat suka sama buku ini!

Sangat direkomendasikan buat orang-orang yang merasa Tuhan tidak adil karena telah menciptakan dirinya ‘berbeda’ dengan orang lain.

Di buku ini diceritakan tentang Ivory yang sangat membenci dirinya sendiri yang diciptakan berbeda dengan saudara-saudaranya yang lain. Terlahir dengan ‘kulit gosong’ dan rambut kribo, berbeda jauh dengan saudaranya yang putih mulus dan berambut lurus. Ejekan-ejekan yang dilontarkan oleh saudaranya Ruby dan Violet dimasa kecil mereka membuat Ivory memendam kebencian yang teramat sangat kepada kedua saudaranya itu. Tak hanya itu, Ivory pun jadi sangat benci sama dirinya sendiri dan kemudian terobsesi menjadi seorang Claudia, mantan tetangganya yang serba ‘perfect’.

Ivory akhirnya berhasil menjadi seorang Claudia, memiliki rambut lurus, pacar kaya raya dan barang-barang mewah lainnya. Tapi apakah memang itu yang diinginkan Ivory? Apakah ia bahagia dengan dirinya yang menjadi ‘Claudia’? Lalu, mampukah dia memaafkan saudara-saudaranya yang sudah membuat dia membenci dirinya yang berkulit hitam gosong dan berambut kribo?

Ada banyak sekali pelajaran yang bisa didapat di buku ini.

1. Janganlah kita mengejek atau menghina orang lain karena ‘perbedaan’ yang ada pada orang tersebut.

2. Kulit putih mulus dan rambut lurus mengkilat bukanlah tujuan akhir setiap wanita. Kulit hitam gosong dan kribo pun tetap akan kelihatan cantik dan eksotis, ASALKAN punya inner beauty, senyum yang ramah, kepribadian yang baik dan menyenangkan. Just be yourself, girls!

3. Memaafkan sering kali menjadi hal yang paling sulit dilakukan, tapi percayalah, begitu kita kepikiran untuk melakukan itu, berbagai kebaikan akan menyelusup ke hati kita dan membawa kebahagian. Jadi, marilah belajar untuk saling memaafkan, agar kebahagiaan senantiasa ada.

4. Setiap perbuatan pasti ada akibatnya, jadi pikirkan dulu matang-matang sebelum berbuat sesuatu, agar kita tidak terjebak dalam masalah yang kita ciptakan sendiri.

5. Cinta kadang datang menyapa tanpa disangka-sangka. Mungkin kita tidak akan mendapatkan cinta dari orang yang kita harapkan, tapi jangan putus asa, karna bisa saja ternyata ada cinta yang tulus yang sudah menunggu disebelahmu, so just look around! :p

Sebenarnya masih banyak lagi pelajaran yang bisa kita dapat dan itu yang membuat aku suka sama buku ini.

View all my reviews

 
1 Comment

Posted by on August 31, 2010 in Books

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.